The Diary Game 23-02-2026 Hari Pertama Dapat MBG di Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo teman-teman semuanya. Senang sekali bisa kembali menyapa kalian di komunitas luar biasa ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita keseharian saya di hari Senin, yang masih dalam suasana bulan suci Ramadhan.
Seperti biasa, karena sedang Ramadhan, kami bangun pukul 04.00 untuk makan sahur bersama keluarga. Suasana sahur terasa hangat dan penuh kebersamaan. Setelah selesai sahur, saya melanjutkan dengan shalat tahajud dan membaca Al-Qur’an hingga menjelang fajar. Ketika azan berkumandang, saya menunaikan shalat Subuh, lalu berzikir dan mengaji kembali.
Di rumah kami ada kebiasaan tidak tidur lagi setelah Subuh. Walaupun mata terasa berat, saya berusaha tetap bangun agar waktu pagi lebih bermanfaat. Saya menyapu lantai, merapikan rumah, membantu adik, dan menjemur pakaian. Kegiatan sederhana itu membuat pagi terasa lebih produktif meskipun sedang berpuasa.
![]() | ![]() |
|---|
Menjelang siang saya beristirahat sebentar. Saat waktu Dzuhur tiba, saya bangun dan menunaikan shalat Dzuhur, dilanjutkan dengan wirid dan membaca Al-Qur’an. Setelah itu, aktivitas dapur dimulai. Hari ini kami tidak memasak terlalu banyak karena ada pesanan untuk dijual. Kami hanya memasak kangkung sebagai lauk sederhana. Saat membersihkan kangkung, saya menemukan ulat hijau di sela-selanya dan sempat terkejut. Setelah dibersihkan dengan teliti, kangkung tersebut diolah menjadi tumis yang siap untuk berbuka.
Sore harinya saya pergi ke sekolah. Sebagai guru, saya mendapat tugas membagikan MBG kepada siswa. Karena hari Senin, pembagian dilakukan untuk tiga hari ke depan sehingga setiap anak menerima tiga bungkus takjil. Isinya ada susu kotak, telur, jeruk, pisang, roti kacang, kurma, bubur kacang hijau, dan kentang goreng. Suasana sekolah sangat ramai. Orang tua datang lebih banyak dari biasanya. Alhamdulillah, semua paket habis dibagikan tanpa tersisa.
Setelah selesai, saya pulang bersama ibu dan bersiap untuk berbuka. Malam itu ibu berencana melayat bersama keluarga ke rumah saudara yang meninggal dunia. Awalnya kami sepakat pergi bersama-sama. Akan tetapi, karena salah satu keluarga yang ditunggu belum sampai, acara melayat bersama akhirnya dibatalkan. Ibu dan iparnya yang sudah terlanjur berangkat harus menghadapi perjalanan cukup jauh, sekitar satu jam lebih, melewati jalan yang masuk ke daerah pelosok.
Suasana malam saat orang-orang sedang tarawih terasa sepi di jalan. Hampir tidak ada orang yang terlihat, lampu jalan pun tidak terlalu terang. Kondisi itu membuat suasana agak menegangkan dan sedikit menimbulkan rasa takut. Setelah mendapat kabar bahwa keluarga yang ditunggu belum sampai dan rencana bersama dibatalkan, ibu akhirnya memutuskan untuk kembali pulang.
Sebagai penghibur lelah, ibu membawa pulang dimsum mentai. Rasanya enak dan menjadi penutup hari yang panjang. Setelah berbuka, kami membersihkan dapur, mencuci muka, menggosok gigi, berzikir sebentar, lalu beristirahat karena waktu sudah cukup malam.
Demikian cerita keseharian saya di hari Senin yang penuh aktivitas di bulan Ramadhan. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalani ibadah dengan sebaik-baiknya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.







Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.