The Diary Game 24-03-2026 Hari Yang Sangat Panjang
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo sahabat semuanya. Senang sekali bisa kembali menyapa Anda di komunitas luar biasa ini. Saya doakan kita semua selalu berada dalam keadaan sehat walafiat, terus berkarya, menginspirasi banyak orang, dan terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Hari ini saya ingin berbagi cerita keseharian saya di hari lebaran keempat. Hari yang cukup panjang, cukup sibuk, dan dipenuhi berbagai aktivitas sederhana yang tetap membuat hati bersyukur.
Pagi hari saya terbangun sekitar pukul 04.00 subuh. Saya terbangun karena merasa kepanasan sekaligus ingin melaksanakan sholat. Suhu pagi itu sekitar 26°C. Biasanya ketika mandi subuh saya menggigil karena dingin, tetapi pagi ini justru terasa panas sekali.
Setelah mandi saya bersiap melaksanakan sholat sunnah fajar dua rakaat. Sholat sunnah ini merupakan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Setelah itu saya beristirahat sebentar, kemudian mulai membereskan rumah.
Pagi itu ada banyak hal yang harus dilakukan. Saya menyapu lantai rumah, membereskan piring, hingga menyapu halaman depan rumah. Aktivitas kecil seperti ini memang sederhana, tetapi membuat rumah terasa lebih rapi dan nyaman.
Tidak lama kemudian saya mulai merasa lapar. Ketika membuka kulkas, saya melihat masih ada potongan ayam yang tersisa. Akhirnya saya menggoreng ayam tersebut dan membuat saus sederhana dari bawang, cabai, tomat, kecap manis, dan sedikit kecap asin. Rasanya sangat enak ketika dicocol dengan ayam goreng hangat.
Saat ini harga ayam sedang cukup mahal, sekitar delapan puluh ribuan untuk dua kilogram. Walaupun begitu tetap saya syukuri karena masih bisa menikmati makanan bersama keluarga.
Setelah masakan selesai, saya makan bersama ibu. Rasanya enak, meskipun ayamnya sedikit lembek karena kurang matang. Tetapi tetap terasa nikmat karena dimakan bersama keluarga.
Setelah makan, saya mulai merasa sedikit bosan. Saat bulan Ramadan biasanya ada aktivitas menunggu waktu berbuka, tetapi ketika lebaran jika tidak berkunjung ke rumah keluarga, kegiatan sering kali hanya di rumah saja.
Karena bingung ingin melakukan apa, saya memutuskan menonton film Moana 2. Filmnya sangat bagus. Pemandangan alamnya indah sekali dan terasa menenangkan. Saya juga menyukai karakter Moana yang digambarkan sebagai perempuan yang mandiri dan berani.
Sayangnya jaringan Wi-Fi tiba-tiba menjadi sangat lambat sehingga film sering terhenti. Akhirnya saya mematikan laptop karena tidak nyaman menonton dalam kondisi seperti itu.
Saya kembali membereskan rumah dan melakukan berbagai pekerjaan kecil. Cuaca hari itu benar-benar panas. Ditambah lagi mesin cuci bagian pengeringnya rusak sehingga pakaian yang dicuci masih sangat basah. Saya harus langsung menjemurnya dengan kondisi air yang masih menetes.
Walaupun sedikit merepotkan, setidaknya pakaian tetap bisa dijemur dan akan kering nanti.
Ketika sedang menjemur pakaian, tiba-tiba saya mendapat panggilan dari sepupu. Saya diminta datang ke rumah tante karena ada acara makan bersama keluarga. Tidak semua keluarga bisa hadir karena salah satu sepupu baru saja melahirkan dan masih dalam masa pemulihan.
Kami berkumpul dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Kami makan sup mie bersama, ada yang memakannya dengan nasi juga. Kami berbincang, bernostalgia, dan berbagi berbagai cerita. Obrolannya sangat random, tetapi justru di situlah serunya berkumpul bersama keluarga.
Kami juga sempat mendokumentasikan momen kebersamaan tersebut agar suatu hari nanti bisa dikenang kembali.
Setelah makan, saya membantu mencuci piring bersama adik. Padahal sebenarnya saya sudah sangat lama tidak mencuci piring di rumah. Tetapi rasanya tidak enak jika sudah banyak makan di rumah saudara tanpa membantu apa-apa.
Sebelum pulang, bunda memberikan THR untuk adik-adik kecil kami. Saya sendiri tidak mendapat THR lagi seperti dulu karena sudah memiliki penghasilan sendiri.
Sesampainya di rumah, ternyata ada empat paket tanaman hias yang baru datang. Tanamannya seperti bunga keladi berwarna putih dengan motif yang cantik. Harga satu pot sekitar sembilan puluh ribuan.
Pemasangannya agak ribet sehingga kami harus bolak-balik mencoba sampai kepanasan. Tetapi setelah selesai, hasilnya terlihat sangat cantik dan terasa sepadan dengan harganya.
Setelah itu saya melaksanakan sholat Dzuhur dan mengaji sebentar. Cuaca siang hari benar-benar panas sekali sehingga saya akhirnya tertidur sampai sekitar pukul 16.30 sore.
Sore hari ada tamu dari Malaysia yang datang membawa oleh-oleh. Mereka membawa Milo Malaysia yang terkenal memiliki rasa coklat lebih kuat dan tidak terlalu manis. Kami juga mendapatkan sebuah power bank dan smartwatch Android yang harganya sekitar lima ratus ribuan.
![]() | ![]() |
|---|
![]() | ![]() |
|---|
Kami masih sedikit bingung cara menggunakannya karena harus disambungkan ke ponsel melalui bluetooth.
Menjelang malam saya melaksanakan sholat Ashar, lalu kembali membereskan rumah dan mengangkat jemuran. Setelah itu saya mandi dan bersiap melaksanakan sholat Maghrib.
Setelah sholat Maghrib saya berwirid sebentar. Kemudian saya memakai body lotion dan body serum. Saya juga baru membeli lulur dan beberapa produk perawatan tubuh dengan harga sekitar seratus ribuan untuk beberapa produk sekaligus.
Karena ibu tidak memasak lagi setelah pagi tadi, akhirnya saya keluar rumah untuk mencari makanan. Saya membeli beberapa sayur seperti seledri, selada, genjer, wortel, dan sedikit terasi. Saya ingin mulai makan lebih sehat setelah beberapa hari lebaran terlalu banyak makan daging dan makanan berlemak.
Saya juga membeli martabak telur yang harganya sekarang sekitar tujuh ribu rupiah per potong. Dulu harganya hanya lima ribu rupiah. Memang harga bahan pokok sekarang sudah banyak yang naik.
Kemudian saya membeli mie goreng di tempat langganan yang rasanya sangat enak dengan harga sekitar sepuluh ribu rupiah. Dulu sekitar dua belas tahun yang lalu harganya hanya delapan ribu rupiah.
Saat sedang membeli makanan, saya bertemu dengan wali murid dari ibu saya. Kami sempat berbincang cukup lama tentang anaknya dan ternyata kami masih memiliki hubungan keluarga.
Walaupun sebenarnya energi saya sudah hampir habis, saya tetap berusaha bersikap ramah dan menyenangkan ketika bertemu orang lain.
![]() | ![]() |
|---|
Sesampainya di rumah kami makan bersama. Ada martabak, mie goreng, dan nasi. Nasinya ternyata kurang sehingga saya keluar lagi sebentar untuk membeli nasi goreng Banda yang terkenal enak dengan harga sekitar lima belas ribu rupiah dan sudah lengkap dengan ayam.
Setelah makan malam saya merasa sangat lelah. Saya sempat tertidur sebentar di kamar ibu karena cuaca masih terasa panas.
Saya terbangun menjelang waktu Isya, lalu melaksanakan sholat dan berwirid sebentar. Setelah itu saya memasukkan motor ke dalam rumah dan benar-benar memutuskan untuk beristirahat.
Malam ini saya tidak ingin bermain ponsel terlalu lama. Saya ingin tidur lebih awal agar bisa bangun lebih pagi dan tetap menjaga kebiasaan baik yang sudah dibangun selama bulan Ramadan.
Demikian cerita keseharian saya hari ini. Hari yang sederhana, penuh aktivitas kecil, sedikit lelah, tetapi tetap penuh rasa syukur.
Semoga setiap langkah kecil dalam kehidupan kita selalu bernilai kebaikan.












Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.