The Diary Game 28-03-2026 Cerita Yang Padat Bersama Keluarga

in Hot News Community23 hours ago

IMG_1107.jpeg

bakar ayam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo sahabat Stemians semuanya. Senang sekali rasanya bisa kembali menyapa teman-teman di komunitas luar biasa ini. Saya berharap kita semua selalu berada dalam keadaan sehat walafiat dan tetap semangat menjalani aktivitas sehari-hari. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang keseharian saya yang cukup padat dan penuh kegiatan bersama keluarga.

Malam sebelumnya kami sudah merencanakan untuk mengadakan acara bakar-bakar bersama keluarga. Karena itu saya bangun cukup pagi agar bisa mempersiapkan beberapa hal dari awal. Sekitar pukul lima pagi saya sudah bangun dari tidur. Hal pertama yang saya lakukan tentu saja menunaikan sholat subuh. Setelah itu saya duduk sebentar untuk berzikir dan menikmati suasana pagi yang masih tenang.

IMG_1068.jpeg

masak kangkung

Tidak lama kemudian saya dan adik saya berencana pergi ke belakang rumah untuk memetik kangkung lagi. Kemarin kami juga sudah memetik kangkung, tetapi ternyata jumlahnya tidak cukup. Jadi hari ini kami ingin mengambil lebih banyak supaya bisa dimasak untuk keluarga.

Ketika sampai di belakang rumah, suasananya agak berbeda dari kemarin. Pagi itu langit terlihat sedikit mendung. Matahari memang sudah mulai naik, tetapi sinarnya terasa tertutup awan sehingga suasana terlihat agak teduh. Embun juga tidak terlalu terlihat seperti kemarin. Mungkin karena kami agak terlambat datang ke sana.

Walaupun begitu, kami tetap semangat memetik kangkung. Saya dan adik saya mengambil cukup banyak sampai keranjang kami hampir penuh. Sambil memetik kangkung, kami juga sempat berbincang cukup lama. Kami berbicara tentang banyak hal, mulai dari masa depan, rencana hidup, sampai cerita-cerita keluarga. Obrolan seperti itu terasa sangat menyenangkan karena bisa saling berbagi pikiran dengan saudara sendiri.

Setelah matahari mulai semakin tinggi, kami memutuskan untuk pulang ke rumah. Setibanya di rumah, saya langsung bersiap untuk memasak kangkung tersebut. Menu yang saya buat sebenarnya sederhana, tetapi rasanya selalu enak. Saya menyiapkan bawang, cabai, dan tomat lalu diblender bersama sedikit terasi. Setelah itu bumbu tersebut saya tumis sampai harum, kemudian kangkung dimasukkan ke dalam wajan. Selain itu saya juga membuat kentang goreng sebagai pelengkap. Hasilnya tentu saja sangat nikmat.

IMG_1082.jpeg

buat kentang goreng

Ketika sedang memasak, tiba-tiba saya mendapat telepon dari kakak saya. Tidak lama kemudian sepupu saya juga menghubungi saya dan meminta saya menemaninya berbelanja untuk persiapan acara bakar-bakar yang akan kami lakukan di rumah Bunda. Akhirnya saya pun bersiap untuk pergi bersama sepupu saya.

IMG_1088.jpeg

beli bumbu ungkepan ayam

IMG_1089.jpeg

beli ayam

Kami pergi ke pasar terlebih dahulu untuk membeli berbagai bumbu yang diperlukan. Kami membeli cabai, bawang, dan beberapa bahan lainnya untuk bumbu ayam bakar. Setelah itu kami menuju tempat penjual ayam dan membeli dua ekor ayam dengan berat sekitar empat kilogram. Harganya sekitar seratus empat puluh ribu rupiah karena satu kilogramnya sekitar tujuh puluh ribu. Harga ayam memang terasa sedikit naik sekarang.

IMG_1096.jpeg

beli sayurr

Setelah semua bahan utama dibeli, kami sempat pulang ke rumah. Namun saya baru sadar bahwa kami lupa membeli sosis. Akhirnya saya dan sepupu saya kembali pergi ke pasar untuk membeli sosis, tahu, udang, serta beberapa sayur untuk persiapan memasak esok hari. Setelah semua selesai, kami pulang dan saya menunaikan sholat dzuhur terlebih dahulu.

IMG_1112.jpeg

potong sosis

IMG_1113.jpeg

potong tahu

IMG_1118.jpeg

bumbu kecap

Beberapa waktu kemudian acara bakar-bakar pun dimulai. Suasananya sangat seru karena banyak anggota keluarga yang ikut membantu. Halaman rumah Bunda cukup luas sehingga sangat nyaman untuk berkumpul bersama. Sepupu saya yang paling tua bertugas membakar ayam karena beliau sudah sangat berpengalaman dalam hal itu. Saya dan Kak Rosi bertugas menusuk sosis dan tahu untuk dibakar. Sepupu saya Ami membantu menyiapkan minuman dan memotong timun. Kakak ipar saya juga ikut membantu membuat sambal kecap dengan mengiris bawang, cabai, dan tomat.

IMG_1468.jpeg

aayam bakar udah jadi

IMG_1467.jpeg

sosis bakar udah jadi

Semua orang bekerja sama dengan sangat kompak. Tidak lama kemudian ayam bakar mulai matang satu per satu. Jumlahnya sekitar dua puluh potong. Selain ayam, ada juga sosis dan tahu bakar. Kami pun makan bersama sambil bercerita dan bercanda. Suasana kekeluargaan seperti itu selalu terasa hangat dan menyenangkan.

Setelah selesai makan, saya langsung membantu mencuci piring karena jumlahnya cukup banyak. Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memastikan semuanya kembali bersih. Setelah semua selesai, saya pulang ke rumah dan menunaikan sholat asar.

IMG_1136.jpeg

mamak beli buah

Sesampainya di rumah, ternyata ibu saya juga baru pulang dari berbelanja. Beliau membeli banyak sekali makanan dan buah-buahan seperti melon dan semangka. Ada juga rujak serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu ibu saya juga membeli kain untuk menjahit baju adik saya. Memang kalau orang tua sudah belanja kebutuhan rumah, pengeluarannya bisa cukup besar.

Menjelang maghrib saya mandi dan bersiap untuk sholat. Pada siang hari sebenarnya ustazah saya sempat mengirim pesan menanyakan kabar dan menanyakan kapan kami bisa bertemu. Karena besok saya ada rencana pergi ke laut dan lusa sudah mulai masuk sekolah, akhirnya saya memutuskan untuk menemui beliau malam itu juga di Lhoksukon.

94C86071-7910-4D7B-94FF-876AA6648858.jpeg

jumpa sama kak upi

Ketika bertemu beliau, rasanya selalu menyenangkan. Kami sempat singgah ke beberapa tempat, tetapi sebagian besar tempat makan sedang ramai. Akhirnya kami menemukan sebuah kafe baru yang baru saja dibuka. Di sana kami hanya memesan minuman matcha serta beberapa camilan seperti risol sayur.

IMG_1195.jpeg

pesan risol sayur

Kami berbincang cukup lama tentang banyak hal, terutama tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Beliau selalu memberikan nasihat yang menenangkan. Setiap kali berbicara dengan beliau, saya merasa mendapatkan energi positif dan semangat baru untuk memperbaiki diri.

Tidak terasa waktu sudah hampir pukul sebelas malam. Setelah berbincang cukup lama, kami pun membayar pesanan dan sempat mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Setelah itu saya langsung pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, adik saya sempat menelepon karena khawatir saya pulang terlalu malam. Setelah memarkir motor dan merapikan beberapa hal, saya menunaikan sholat isya lalu beristirahat.

Demikian cerita keseharian saya hari ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga.

Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.31
JST 0.064
BTC 67031.50
ETH 2065.44
USDT 1.00
SBD 0.51