The Diary Game (29-01-2026) Belajar Sambil Bermain Peran Tokoh Cerita Dongeng

in Hot News Community13 days ago (edited)

IMG_7496.jpeg

anak kelas 4B membaca cerita dongeng

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo sahabat Steemians, senang sekali bisa kembali menyapa kalian di komunitas luar biasa ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang aktivitas saya hari ini sebagai seorang guru dan juga sebagai anak di rumah.

Sebagai seorang guru, saya merasa diri saya masih jauh dari kata sempurna. Saya belum sepenuhnya bisa mengelola waktu dengan baik dan belum selalu bisa memprioritaskan hal-hal penting. Namun, saya tetap berusaha memulai hari dengan sebaik mungkin. Pagi hari saya membersihkan diri, bersiap memakai baju, lalu berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki bersama adik saya sambil menikmati udara pagi.

Hari ini saya mengajar beberapa kelas. Kelas pertama adalah kelas 4A. Di kelas ini, saya mencoba metode belajar yang sederhana namun menyenangkan. Karena keterbatasan buku, saya menggunakan sebuah buku dongeng yang saya bawa dari rumah. Saya menunjuk salah satu siswa untuk membaca cerita, sementara teman-temannya memperagakan peran yang ada di dalam dongeng tersebut.

IMG_7464.jpeg

anak kelas 4A membaca cerita dongeng

Proses belajar terasa seperti bermain drama kecil. Anak-anak terlihat sangat antusias dan bersemangat. Tanpa mereka sadari, nilai-nilai moral dalam cerita dongeng itu tersampaikan dengan baik. Suasana belajar terasa hidup dan menyenangkan.

IMG_7500.jpeg

mereka memerankan tokoh cerita

Setelah dari kelas 4A, saya masuk ke kantor sebentar, lalu melanjutkan ke kelas 2B. Di kelas ini saya tidak memberikan banyak materi pelajaran. Saya meminta mereka untuk membersihkan kelas karena kondisinya cukup kotor. Saya ingin menanamkan rasa tanggung jawab sejak dini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang dan anak-anak pun bersiap untuk pulang.

Selanjutnya saya masuk ke kelas 4B dengan metode pembelajaran yang sama seperti di kelas 4A. Salah satu siswa membaca dongeng, sementara yang lain memerankan tokoh-tokohnya. Cerita yang dibawakan tentang seekor monyet yang sombong dan jahat kepada ayam, lalu akhirnya monyet itu mendapat pelajaran berharga.

Meski sempat dikerjai, ayam dan kepiting tetap menolong monyet hingga akhirnya mereka bersahabat. Anak-anak sangat menikmati pembelajaran ini karena bisa belajar sambil bermain dan memahami pesan moral dari cerita tersebut

Sekitar pukul 12 siang, kegiatan di sekolah selesai. Saya dan ibu kemudian pergi ke pasar yang jaraknya sekitar 15 menit dari rumah, tepatnya di daerah Panton Labu. Kami berencana membeli daging sapi, namun harganya cukup mahal, sekitar Rp180.000 per kilogram atau kurang lebih setara 175 Steem.

IMG_7511.jpeg

beli danging sapi

Akhirnya ibu saya membeli tulang dan sedikit daging sekitar Rp90.000 atau sekitar 88 Steem setelah tawar-menawar. Kami juga sempat mengisi bensin dan mengambil uang di ATM. Pengeluaran bulan ini memang terasa cukup besar, hampir mencapai Rp10.000.000 atau sekitar 10.000 Steem, sehingga kami mulai lebih sadar untuk berhemat.

IMG_7513.jpegIMG_7512.jpeg

beli bumbu dapur

Kami hanya membeli sedikit bumbu dapur dan tidak membeli buah sama sekali. Sebelum pulang, kami membeli es tebu lalu langsung kembali ke rumah. Setibanya di rumah, kami beristirahat dan makan siang sederhana dengan telur ceplok. Rencana memasak daging baru dilakukan sore hari. Setelah itu saya tidur hingga sore.

IMG_7516.jpegIMG_7517.jpeg

beberapa sawah tani sudah disemai benihnya

Sore hari saya bangun dan kembali beres-beres rumah. Untuk menenangkan pikiran, saya keluar ke belakang rumah menikmati suasana alam yang tenang, jauh dari gadget. Rasanya seperti melakukan detox digital sejenak. Saya berjalan mengelilingi sawah yang tanahnya sudah kering. Beberapa sawah milik petani sudah dialiri air dan benih padi mulai disemai. Saya merasa bersyukur dan berharap keadaan para petani segera membaik.

IMG_7518.jpeg

kangkung yang baru tumbuh dikit

IMG_7519.jpegIMG_7521.jpeg

mataharii cantik bangeett dan tiba-tiba sendal masuk lumpur

Awalnya saya ingin memetik kangkung, namun karena tidak terlalu banyak, niat itu saya urungkan. Matahari sore bersinar terang dan membuat suasana terasa hangat. Sempat juga sandal saya masuk ke lumpur sawah yang masih basah, tapi saya hanya tertawa menikmati momen itu. Saya lalu menuju kebun, melihat ayam kampung dan pohon jambu biji yang buahnya sudah busuk dan tidak bisa dimakan.

IMG_7522.jpegIMG_7523.jpeg

ayam dan jambu biji yang sudah busuk

Saat sedang duduk di kebun, terdengar suara tangisan anak kecil. Ternyata sepupu saya terjebak di lumpur sawah. Saya langsung berjalan ke arah mereka dan membantu. Untuk mengabadikan momen itu, saya sempat meminta mereka berpose, agar kelak bisa melihat betapa bandelnya mereka waktu kecil. Setelah itu saya pulang ke rumah karena dipanggil ibu.

IMG_7524.jpeg

Anak kecil yang terjebak di lumpur sawah

Ibu ternyata sedang memasak kuah daging. Saya diminta memarut kelapa sementara ibu melanjutkan masakan. Menjelang magrib kami bersih-bersih. Saya belum bisa salat, sementara adik-adik bersiap berangkat mengaji. Setelah magrib kami makan bersama. Masakan ibu terasa sangat nikmat dan habis tak bersisa.

IMG_7536.jpeg

kari daging sudah mateng

Malam harinya, saya melihat adik saya sangat antusias belajar bahasa Inggris. Ia berencana kuliah di kampus tempat saya dulu belajar, namun tertarik mengambil jurusan bahasa Inggris. Setelah itu kami menggunakan masker wajah bersama. Masker ini merupakan resep dari Dokter Zainal, campuran rumput laut dan jinten hitam yang dihaluskan.

Saya buat masker ini hari rabu kemarin setelah diblender saya masukkan dalam kulkas. Rasanya lebih dingin dan segar jika dipakai di wajah. Masker ini sudah lama saya gunakan sejak masa kuliah, terutama saat wajah saya mengalami breakout. Hasilnya sangat membantu, membuat kulit terasa lebih lembap, segar, dan cerah.

Kami memakai masker sekitar 15 menit sambil mendengarkan ceramah dan belajar bahasa Inggris. Setelah dibilas, kami tidak banyak berbincang karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hari pun ditutup dengan istirahat.

Demikian cerita sederhana saya hari ini. Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di cerita berikutnya.

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.