The Diary Game – Senin yang Takkan Terlupakan ( 16-02-2026)

in Hot News Community3 days ago

IMG_8708.jpeg

dapat paket ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo teman-teman semuanya. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kemudahan, dan kebahagiaan dalam menjalani hari-hari kita. Pada kesempatan kali ini, aku ingin berbagi cerita tentang hariku di hari Senin. Biasanya Senin identik dengan kesibukan sekolah, rutinitas pagi yang terburu-buru, dan daftar tugas yang menunggu untuk diselesaikan. Tetapi Senin kali ini terasa berbeda karena kebetulan menjadi hari libur sekolah.

Pagi itu aku bangun lebih awal seperti biasanya. Udara masih terasa dingin dan suasana rumah begitu tenang. Cahaya matahari belum sepenuhnya masuk ke dalam kamar. Setelah merapikan tempat tidur, aku langsung mengambil wudhu dan menunaikan sholat Subuh. Ada rasa tenang yang selalu hadir setiap kali hari dimulai dengan doa. Setelah itu, aku melanjutkan dengan sholat Dhuha.

Karena hari itu libur, aku memutuskan untuk membantu pekerjaan rumah. Aku mulai dengan menyapu lantai, merapikan kamar, kemudian mencuci pakaian. Setelah selesai mencuci, aku membawa pakaian ke luar untuk dijemur. Aktivitas sederhana, tetapi entah kenapa selalu terasa menyenangkan ketika dilakukan di pagi hari yang santai.

Di tengah kesibukan kecil itu, tiba-tiba ayah menelepon. Nada suaranya terdengar sedikit serius. Beliau memberi kabar bahwa nenek kami sedang sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Suasana yang awalnya tenang langsung berubah. Mama pun bersiap dengan cepat. Semua terasa mendadak.

Karena terburu-buru, Mama tanpa sadar memakai alas kaki yang berbeda sebelah. Satu kaki memakai sepatu, sementara kaki lainnya memakai sandal rumah. Kami baru menyadarinya ketika Mama hampir keluar. Aku sempat mencoba menelepon Mama untuk memberi tahu, tetapi panggilanku tidak diangkat. Dalam hati, aku hanya bisa tersenyum membayangkan situasi di rumah sakit nanti.

IMG_8591.jpegIMG_8592.jpeg

masak seadanya

Setelah Mama pergi, suasana rumah terasa sedikit berbeda. Aku tahu bahwa aku harus mengambil alih beberapa tugas. Aku memanggil adik-adikku dan mulai membagi pekerjaan. Ada yang membantu memasak nasi, ada yang menyapu, dan ada yang mengangkat jemuran. Aku sendiri masuk ke dapur dan memasak seadanya. Hari itu aku hanya menggoreng telur sebagai lauk sederhana.

Walaupun menunya sangat sederhana, ada rasa hangat melihat adik-adik makan bersama. Tidak ada keluhan, tidak ada protes. Momen kecil yang membuatku merasa bersyukur.

Menjelang siang, rasa lelah mulai terasa. Setelah memastikan semua pekerjaan utama selesai, aku duduk untuk beristirahat sejenak. Tubuh terasa ringan setelah menarik napas panjang. Tidak lama kemudian, waktu Dzuhur tiba. Aku menunaikan sholat Dzuhur sebelum melanjutkan aktivitas ringan.

IMG_8707.jpeg

mamak borong sirup ABC di alfamart

Beberapa waktu kemudian, Mama pulang. Dan benar saja, kami semua tertawa. Mama benar-benar sampai di rumah sakit dengan sandal berbeda sebelah. Mama juga ikut tertawa saat menceritakan bagaimana beberapa orang di sana memperhatikan alas kakinya. Kejadian sederhana, tetapi cukup menghibur suasana hari itu. Setelah itu mamak ke alfamart untuk beli keperluan ramadhan. Rupanya sirup ABC lagi diskon 9500 rupiah. Mamak auto borong 18 botol sirup.

Sore harinya, sebuah paket Ramadhan datang ke rumah. Isinya lengkap seperti sirup, gula, minyak goreng, dan beberapa kebutuhan lainnya. Aku membantu merapikan isi paket tersebut. Tetapi tanpa sengaja, aku menjatuhkan sirup hingga kacanya pecah. Pecahan kaca itu mengenai kakiku. Rasa panik langsung muncul karena takut dimarahi.

Dalam kepanikan itu, aku sempat terpikir untuk membuat alasan kecil. Tetapi akhirnya aku sadar bahwa berbohong hanya akan membuat hati semakin tidak tenang. Kejujuran memang terasa berat di awal, tetapi jauh lebih melegakan setelahnya.

IMG_8683.jpeg

menikmati sore

Menjelang sore, aku pergi ke belakang rumah. Tempat itu adalah tempat favoritku. Di sana aku bisa menikmati senja, membaca, menulis, dan belajar bahasa Inggris. Angin berhembus pelan, langit perlahan berubah warna, dan suasana terasa begitu damai. Duduk di sana selalu membuat pikiranku lebih tenang.

IMG_8692.jpeg

aku juga belajar b. Inggris dan nulis ulang to do list

IMG_8694.jpeg

langit yang indah

Tak terasa adzan Maghrib pun terdengar. Aku menutup hari dengan mandi, sholat Maghrib, lalu duduk santai sambil mengedit video. Ada rasa bahagia ketika melihat kembali momen-momen kecil yang sempat direkam sepanjang hari.

Malam itu aku beristirahat dengan rasa lelah sekaligus syukur. Hari Senin yang awalnya terasa biasa ternyata dipenuhi cerita, kejadian lucu, dan pelajaran berharga.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.