Sungai di depan rumah kami

Hagoe's Village: Jan, 26th 2026
Aku bangun pagi seperti biasanya untuk melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan sholat subuh sebelum melakukan kegiatan lainnya di pagi hari.
Cuaca di pagi ini terlihat cukup cerah, dan dalam beberapa hari terakhir tidak turun hujan, yang sebenarnya sesuai dengan harapan ku, karena kami belum tuntas membereskan rumah kami pasca bencana ekologis, karena endapan lumpur yang masih lembek.
Dengan tidak turunnya hujan dan cuaca lebih terik, kami berharap endapan lumpur yang masih ada akan mengeras sehingga kami bisa membereskan rumah kami secepatnya.
Si kecil berangkat ke sekolahPagi ini aku akan mengantarkan si kecil Alvira ke sekolahnya sekalian aku akan melakukan presensi pagi di kantor Puskeswan Matangkuli pada hari ini.
Aku tidak langsung ke kantor Puskeswan di Lhoksukon karena aku ingin melaksanakan tugasku dari rumah saja, sehingga setelah melakukan presensi pagi aku segera kembali ke rumah.
Sarapan pagiSetibanya di rumah, aku mulai menyiapkan sarapan pagi ku sendiri, dengan merebus telur ayam dan juga membuat kopi espresso dengan menggunakan French press saja.
Kemudian aku membuka handphone ku untuk melihat notifikasi serta mulai mencicil membuat postingan untuk hari ini, yang merupakan kebiasaan ku disela-sela kesibukan dan kegiatan rutinku.
Ikan SaleePagi ini adikku kembali mendapatkan ikan-ikan jurung dari jaring ikan yang dipasangnya di sungai di depan rumah kami.
Tetapi memang jumlah ikan yang didapatkannya tidak lah banyak dan hanya dua ekor saja. Kemudian dia segera menyiangi ikan-ikan tersebut dan meletakkannya di wadah untuk pengasapan ikan, bersama-sama dengan ikan-ikan yang telah dilakukan proses pengasapan sebelumnya.
Secara kumulatif, ikan-ikan yang didapatkan oleh adikku dan telah dilakukan proses pengasapan itu cukup banyak, dan semua ikan-ikan ini akan disiapkan untuk acara Kenduri dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang akan datang.
Tukang sedang mengaduk semenAku pun menuju rumah adikku untuk melihat proses pembangunan dapur rumah adikku, dimana pada hari ini si tukang sudah mulai melakukan pengecoran fondasi dapur.
Untuk melakukan pengecoran fondasi, asisten tukang akan melakukan persiapan adukan semen agar bisa segara dipakai untuk mengecor pondasi dapur.
Untuk bangunan dapur, si tukang hanya membuat fondasi sederhana, karena bangunannya bukanlah bangunan bertingkat sehingga tidak membutuhkan fondasi yang terlalu kokoh.
Tukang sedang merakit besi corKetika si asisten tukang sedang mengaduk semen, si kepala tukang melakukan perakitan besi cor yang nantinya akan digunakan untuk melakukan pengecoran balok atas dari bangunan dapur ini.
Sepertinya si tukang bersama dengan asistennya memanfaatkan waktu dengan cukup efisien sehingga tidak ada waktu yang terbuang, dengan berbagi tugas saat melakukan pembangunan dapur rumah adikku.
Hal ini juga disebabkan oleh target dari adikku yang ingin segera bisa menempati rumahnya sebelum bulan Ramadhan tiba, sehingga proses pembangunan dapur rumah harus dilakukan secara cepat dan efisien.
Si Abang sedang mengecat kamar mandiSetelah makan siang dan melaksanakan sholat Zuhur, aku hanya istirahat di rumah saja sampai menjelang waktu sholat ashar, dimana setelah selesai sholat ashar, si Abang sudah mulai melakukan pengecatan kamar mandi kami.
Kamar mandi ini adalah kamar mandi yang ketiga di rumah kami, dan selama ini belum difungsikan secara maksimal karena proses pembangunannya belum sempurna, yang dalam hal ini adalah belum dilakukan pengecatan.
Kedepannya kami merencanakan akan mulai memfungsikan kamar mandi ini, dan kebetulan si Abang sedang berada di rumah karena sedang libur kuliah maka kami meminta si Abang untuk melakukan pengecatan dengan cat tembok yang telah aku beli pada kemarin sore.
Sungai didepan rumahMenjelang waktu sholat ashar, aku dan si kecil Alvira pergi ke sungai karena si kecil Alvira ingin melihat kondisi sungai di depan rumah kami, yang saat ini sedang surut airnya.
Karena hujan tidak turun dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air sungai menjadi lebih sedikit, karena air Waduk Krueng Keureutoe juga digunakan untuk irigasi persawahan di daerah kami.
Si kecil mandi di sungaiKondisi debit air sungai yang lebih sedikit menyebabkan pemandangan di sungai menjadi lebih bagus, dan juga sering digunakan oleh warga desa untuk memancing di sungai ini.
Sungai ini juga sangat cocok sebagai tempat untuk mandi yang menyajikan sensasi alam yang menyegarkan, dimana sebagai warga desa kami sangat suka berada di sungai ini.
Begitu pula dengan si kecil Alvira yang selalu ingin ke sungai ini untuk mandi atau sekedar makan-makan di sungai di depan rumah kami ini.
Setelah puas mandi di sungai, kami pun pulang ke rumah karena kami akan melaksanakan sholat ashar di rumah, dan juga karena aku akan ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore.
Makan mie kocokSetelah selesai melaksanakan sholat ashar, aku bersama istriku dan si kecil Alvira pergi ke kantor Puskeswan Matangkuli agar aku bisa melakukan presensi sore, lalu kami menuju Simpang Rangkaya untuk membeli beberapa kado yang akan digunakan oleh istriku ketika akan berkunjung ke saudara kami yang baru saja menjalani prosesi melahirkan.
Sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kami bila ada saudara atau anggota keluarga yang selesai melahirkan maka saudara yang lain akan berkunjung dengan membawa kado.
Setelah membeli kado di Simpang Rangkaya, kami singgah di sebuah warung Mie Kocok untuk makan mie kocok di sore ini sebagai makan malam kami.
Dan kemudian kami pun pulang ke rumah setelah sebelumnya berbelanja barang kebutuhan dan membeli ikan basah dalam perjalanan pulang.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 











We support quality posts, good comments anywhere and any tags.