The Diary Game (27/03/2026) - Continue data entry disaster-affected residents, hoping to finish this week
Bukan tentang bangun pagi, rasa lelah dan mengisi setiap detak jam dengan berbagai aktivitas, tapi sejauh mana hasil akhir dapat kita dinikmati saat ini. Aku cemburu dengan mereka yang bekerja cerdas tidak lagi mengikat dirinya dengan waktu, alrm kantor dan aturan atasan. Hidup mereka fleksibel dan tidak harus menunggu saldo rekening terisi setiap akhir bulan. 1 juta Steem Power adalah harapan semua pengguna di platform ini, atau sebagai freelancer dimana konten-konten terus bekerja menghasilkan uang disaat mereka tertidur lelap. Tentu ini sebuah harapan bagi sebahagian orang !!
Disisi lain, orang-orang yang fokus dan terobsesi dengan uang akan didera oleh kekhawatiran dan ras takut terhadap kekurangan dan kehilangan uang-uang mereka. Bukan tidak mungkin hal tersebut akan menempatkan "harga diri" sesuai ukuran saldo rekening, karena manusia sejati bukan hidup dengan uang tapi menikmati setiap upaya dan perjuangan untuk hidup.
Apakah tidak lebih baik setiap manusia mengizinkan sedikit ruang bebas bagi dirinya? bebas dari ketergantungan pada uang dan pekerjaan? agar manusia tidak melakukan kesalahan terbesar dalam hidup, yakni terputus hubungan dengan penciptaNya! Kepercayaan adalah hubungan pribadi (batin) yang harus terjaga dengan baik untuk jalan kembali ketika telah jauh tersesat. ..Narasi singkat di atas adalah hikmah kecil khususnya untukku pribadi dari sosok khatib di atas mimbar disaat pelaksanaan kegiatan Jum'at.

Apa aktivitasku sebelum dan sesudah shalat Jum'at? ya, seperti hari biasanya. Aku menyadari ketika berada dalam kerumunan berbagai jenis kenderaan bermesin diruas jalan kota yang sempit, berdebu dan penuh polusi, sambil memboncengi kedua anakku yang hendak ke sekolah aku berusaha mengontrol kecepatan dan jarak meskipun jam presensi kantor hanya tersisa beberapa menit kedepan.
Memang, beberapa hari kedepan mungkin meja kerjaku di kantor akan terlihat bersih dari tumpukan kertas-kertas coretan pena untuk dikerjakan menggunakan perangkat komputer, ya aku masih mengemban tugas yang jauh lebih penting di pendopo Bupati yakni menginput dan memverifikasi data warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Selesai presensi pagi, aku keluar dari kantor dan bergegas menuju ke pendopo bupati yang berlokasi di pusat kota Lhokseumawe. Dugaanku benar! rekan-rekan sudah berada disana dan terlihat sibuk dengan kertas dan labtob masing-masing, ya aku terlambat beberapa menit.

Sekitar pukul 11.30 wib saya dan seluruh tim yang bertugas jeda sementara waktu karena akan melaksanakan kegiatan Jum'at. Sebelum ke masjid aku menerima pesan whatsAp dari putriku dan ia meminta dibelikan beberapa permen yupi kesukaannya. Aku menuruti keinginannya karena masih tersisa sekitar 30 menit sebelum tibanya waktu menunaikan shalat Jum'at.
![]() | ![]() |
|---|---|
Setiba di rumah seraya membawa pulang pesanan putriku, aku bergegas ke ruang makan dan menikmati sedikit nasi putih dan lauk seadanya. Selesai membersihkan badan di kamar mandi aku bergegas menuju ke masjid Islamic Center untuk melaksanakan ibadah shalat Jum'at.
![]() | ![]() |
|---|---|
Dari Masjid saya tidak lagi kembali ke rumah tapi meneruskan perjalanan menuju Bank Aceh Cabang Lhokseumawe di Jl. Merdeka. Saya harus menarik tunai sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari serta harus mengisi bahan bakar kenderaan roda dua. Suasana terlihat sepi dari nasabah yang biasanya penuh dengan antrian, jadi saya hanya menunggu dua nomor antrian tersisa sebelum melakukan transaksi penarikan uang.
Selesai melakukan transaksi penarikan uang aku meneruskan perjalanan menuju pendopo Bupati untuk melanjutkan kembali tugas penginputan data warga terdampak bencana hidrometeorologi hingga pukul 14.30 wib. Beberapa rekanku tidak menyadari kedatanganku karena mereka benar-benar fokus dengan pekerjaan mereka. Itu bagus! karena kami berharap tidak berada disana terlalu lama dengan pekerjaan yang sama.
Penginputan data harus segera rampung dalam waktu dekat, itu harapan kita semua agar bantuan dapat segera direalisasikan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah desa khususnya dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Selesai melaksanakan shalat Ashar saya beristirahat sejenak di lesehan kayu atau "rangkang" untuk istilah populer masyarakat Aceh, tempat yang nyaman untuk bersantai ini terletak disebelah kanan gedung utama pendopo bupati. Disana saya hanya melepaskan lelah sejenak sebelum kembali ke tempat kerja untuk melakukan presensi pulang kantor.
Singkat kisah saya tiba kembali di rumah untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga. Sepertinya tim kami akan kembali bertugas pada Senin depan karena Sabtu dan Minggu akan di tangani oleh petugas lain dari instansi yang sama, mudah-mudahan penginputan dan verifikasi data tersebut dapat segera terselesaikan.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant






https://x.com/i/status/2039014282952847439
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟
Thank you 🙏
Thank you @sduttaskitchen 🙏🙏