Hadiah Terindah di Hari Raya Idul Adha
Selepas takbir malam hari raya Idul Adha, sebuah hadiah terbesar dalam hidup, tepat jam 21 WIB, tanggal 19Juli 2021 aku dikaruniai seorang putri yang cantik jelita.
Malam itu aku pulang sebentar dari rumah mertua di Aceh Utara ke kampung ku, Peunteut, Kecamatan Blang Mangat, kota Lhokseumawe. Senja itu begitu azan magrib berkumandang, aku berangkat ke surau untuk salat berjamaah. Selepas salat takbir pun dilantunkan secara bejamaah. Ketika itu tiba-tiba seorang jamaah di saf belakang memberi isyarat bahwa ada yang memanggilku di pintu, aku bergegas keluar.
Kakak ku menunggu keluar, katanya istriku tiba-tiba mau sakit dan dilarikan ke bidan terdekat. Malam itu aku memang tidak membawa handphone ke surau terpaksa kakak harus mencari ku. Katanya, aku harus cepat-cepat pulang. Tanpa pikir panjang aku segera tancap gas pulang ke Aceh Utara, tepatnya Krueng Geukuh.
Sekali pun sedang Buru-buru aku tetap berusaha berhati-hati di jalan, setidaknya aku bisa sampai tujuan sebelum istriku melahirkan. Di jalan terdengar suara takbiran dari toa-toa surau. Dalam hati aku selalu berdoa semoga Allah memberikan keselamatan kepada istriku dan anakku.
Jam 20 WIB aku tiba dan memutuskan langsung ke klinik bidan di desa situ, tempat istriku bersalin. Tampak keluarga dari istriku sudah ramai menunggu di luar, dengan berdebar aku masuk ke dalam ruangan. Seorang perempuan pekerja di situ memberi isyarat bahwa aku jangan masuk dulu karena barusan melewati jalan panjang. Aku turuti saja permintaannya daripada berdebat dan memperpanjang kelelehanku.
Setengah jam kemudian pekerja itu memanggilku, aku bergegas masuk, baru sampai di mulut pintu aku mendengar suara tangis seorang bayi. Dengan harus aku melangkah dan melihat anakku untuk pertama kalinya. Segala puji syukur aku ucapkan kepada Allah Subhanallah Watala yang telah memberikan hadiah terindah untuk ku di bulan yang Indah ini --Malam Hari Raya Idul Adha.
Aku memopong bayi yang mungil itu dengan sukacita. Seperti ritual biasanya aku pun mengumandangkan Azan di kuping kanan anakku dan membaca Iqamah di kuping kirinya. Dengan harapan dia akan menjadi seorang wanita yang saleha kelak nanti.
Istriku terbaring di ranjang. Tubuhnya dipenuhi keringat, kurasa hanya Tuhan yang sanggup membalas seluruh perjuangan dan pengorbanan seseorang ibu. Bidan yang menangani istri ku mengatakan bahwa istriku harus dirawat di rumah sakit barang dua-tiga hari karena HB nya kurang. Malam itu juga kami membawanya ke rumah sakit Aron kota Lhokseumawe.
Di sana istriku harus dirawat sampai tiga hari sedangkan baginya dibawa pulang ke rumah ibu mertua. Bayi tidak dianjurkan ikut kerumah sakit berhubung sesuatu dan beberapa hal. Dan alangkah sedihnya aku ketika menyadari bahwa istriku belum melihat anaknya semenjak lepas melahirkan.
Kami berada di rumah sakit genap empat hari baru diperbolehkan pulang. Istriku sangat bahagia ketika ibu menunggu bersama bayi di dalam gendongannya. Istriku lekas mendekat dan memeluk anaknya yang dirindukannya.
Sungguh ini adalah hadiah terindah kami di hari penuh berkah. Semoga anakku nanti nya menjadi anak yang saleha yang berbakti kepada ibu bapak juga taat kepada Allah. Amin ya rabbal alamin..
Camera: Poco X3 Pro
Aceh Indonesia






Selamat bang atas kelahiran putri tercinta.
Bang @anroja_Alhamdulillah terimakasih banyak ucapannya bang. Ainal Izin Walfaidzin mohon maaf lahir batin 🙏
Taqabbalallaahu minnaa wa minkum..
Barakallah atas kelahiran putrinya tgk @nasrol, semoga Allah memberinya kesehatan dan kesejahteraan hingga dewasa agar kelak manjadi anak yang shalihah.
Amin... Terimakasih @indonesianers