Pandemi : realitas atau konspirasi?

in Nature & Agricultureyesterday

IMG20260204084905.jpg

div.png

Hagoe's Village: Feb, 4th 2026

Buntut dari Epstein files, banyak orang berfikir ulang tentang pandemi yang pernah terjadi seperti Covid19, Flu burung dan berbagai kejadian wabah penyakit, baik pada manusia maupun hewan.

Saat ini publik Indonesia bahkan global sedang dihebohkan dengan fenomena "Epstein files" yang membuat geger seluruh warga dunia, yang berawal dari janji kampanye presiden Trump untuk membuka files rahasia kasus pembunuhan presiden Kennedy dan juga kasus Jeffrey Epstein.

Sepertinya Presiden Trump sendiri sudah sangat siap dengan kebijakan tersebut dimana didalam files tersebut dia ikut disebut-sebut bersama tokoh dan figur dunia lainnya.

Kasus yang bernuansa konspirasi dan sangat sensitif ini tentu sudah diperhitungkan oleh Trump dan tidak mungkin dia akan melakukan langkah bunuh diri.

Segalanya pasti sudah dipersiapkan sejak awal agar files tersebut tidak berdampak bagi dirinya, mengingat Epstein files ini membuka kotak pandora tentang berbagai kasus dan konspirasi, seperti human trafficking, seksual abuse, termasuk konspirasi yang dikaitkan dengan simulasi pandemi (Covid 19).

Fenomena ini membuat warga dunia terbelah. Ada yang percaya dan ada juga yang tidak. Dan yang menjadi concern utama kami sebagai stakeholder kesehatan hewan adalah respon masyarakat terhadap pandemi yang ada kaitannya dengan hewan.

Kasus penyakit mulut dan kuku serta berbagai penyakit zoonosis lainnya menjadi sangat rawan untuk penanggulangannya dalam masyarakat bila terjadi distrust yang parah, akibat atau dampak dari Epstein files ini.

IMG20260204065304.jpg

Sarapan pagi

Pagi ini aku akan ke kantor Puskeswan Lhoksukon untuk melaksanakan tugasku sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Aku sarapan pagi terlebih dahulu di rumah dengan menu sederhana yang aku buatkan sendiri. Kemudian aku berangkat ke Lhoksukon dengan menggunakan mobil, dan singgah terlebih dahulu di Puskeswan Matangkuli untuk melakukan presensi pagi.


IMG20260204081936.jpg

Vaksin PMK

Pagi ini kami mendapatkan distribusi vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dari dinas untuk kami aplikasikan dalam wilayah kerja kami yaitu kecamatan Lhoksukon.

Kami diberikan sejumlah dosis vaksin PMK sesuai dengan target pelaksanaan vaksinasi PMK pada ternak masyarakat di kecamatan Lhoksukon. Aku menyimpan vaksin tersebut didalam kulkas yang ada dikantor dan nantinya akan kami gunakan untuk mem-vaksin ternak masyarakat pada jadwal yang akan ditentukan kemudian.

Lagi-lagi seperti yang aku sebutkan diatas, dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi, kami mengalami beberapa kendala termasuk respon dari masyarakat atau peternak terhadap kegiatan ini.

Banyak warga masyarakat ataupun peternak enggan untuk mem-vaksin ternak mereka padahal vaksinasi ini dilakukan secara gratis alias tidak dipungut biaya.


IMG20260204082328.jpg

Spuit

Sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan kami melakukan kegiatan vaksinasi pada ternak milik masyarakat di wilayah kerja kami secara gratis dan tidak dipungut biaya apapun, karena ini merupakan kegiatan pemerintah dalam rangka kegiatan pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan penyakit hewan di daerah kami.

Tetapi memang kendala utama yang kami hadapi adalah respon dan animo masyarakat atau peternak yang cukup rendah terhadap kegiatan ini.

Selain vaksin PMK, kami juga mendapatkan peralatan kerja untuk kegiatan vaksinasi PMK ini berupa spuit dengan berbagai ukuran serta peralatan lainnya yang akan kami gunakan nantinya.


IMG20260204084950.jpg

Di kantor Puskeswan

Setelah membereskan Vaksin PMK dan peralatan kerja lainnya, aku melanjutkan kegiatan rutinku lainnya di kantor Puskeswan Lhoksukon.

Tetapi beberapa saat kemudian aku mendapatkan telepon dari kantor dinas di Lhokseumawe sehingga aku segera beranjak dari kantor Puskeswan Lhoksukon untuk pulang ke rumah sebentar untuk mengajak istriku ikut ke Lhokseumawe pada hari ini.

Aku mengajak istriku untuk ikut ke Lhokseumawe karena kami akan membeli vitamin buat si kecil yang tidak dijual di daerah kami.


IMG20260204095851.jpg

SPBU Geudong

Dalam perjalanan menuju Kota Lhokseumawe kami singgah di SPBU Geudong untuk mengisi Pertamax mobil kami, dan kemudian segera meluncur ke Kota Lhokseumawe.

Aku menuju kantor dinas di jalan Mayjend T Hamzah Bendahara untuk membereskan urusan ku di kantor dinas. Sedangkan istriku menunggu di tempat adiknya di kompleks Kodim Lhokseumawe.


IMG20260204105157.jpg

Di depan apotek

Setelah menyelesaikan urusanku di kantor dinas, aku menjemput istriku di tempat adiknya untuk pulang ke rumah kami di Matangkuli.

Sebelum meninggalkan Kota Lhokseumawe, kami singgah di sebuah apotek untuk membeli vitamin buat istriku dan juga buat si kecil Alvira. Dan kemudian segera meninggalkan kota Lhokseumawe.


IMG20260204112457.jpg

Mencari kado

Dalam perjalanan pulang, kami singgah di sebuah toko di kawasan Keudee Bayu untuk membeli beberapa kado.

Dalam beberapa hari ke depan kami harus memenuhi beberapa undangan sehingga kami harus mempersiapkan kado yang akan kami bawa saat menghadiri undangan tersebut.


IMG20260204115850.jpg

Mesjid Nibong

Setelah membeli kado di toko ini kami segera menuju jalan pulang ke rumah karena sebentar lagi kami harus menjemput si kecil Alvira pulang sekolah.

Aku singgah sebentar di mesjid di kawasan Nibong karena aku mau ke toilet sebentar sebelum menjemput si kecil Alvira di sekolahnya.

Tepat pukul 12.30 siang kami sudah berada didepan pintu gerbang sekolah untuk menjemput si kecil Alvira pulang sekolah.


IMG20260204133738.jpg

Makan siang

Sudah selesai kah tugasku? Belum, karena kami harus menjemput si kakak yang pulang dari kampusnya di UIN Sultanah Nahrasiyah Buketrata.

Si kakak sedang mempersiapkan segala bahan dan administrasi terkait ujian sidang tugas akhir atau skripsinya di jurusan Bimbingan Konseling pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah, yang menurut jadwalnya akan berlangsung pada hari Selasa nanti.

Setelah menjemput si kakak di Simpang cibrek kami menuju Kota Lhoksukon untuk membeli beberapa barang dan juga untuk makan siang pada hari ini.


IMG20260204143605.jpg

Rumah adik

Setelah selesai makan siang kami segera menuju jalan pulang ke rumah kami di Matangkuli, karena aku harus melaksanakan sholat Zuhur untuk hari ini.

Setelah selesai melaksanakan sholat Zuhur, aku menuju rumah adik untuk melihat-lihat kegiatan pembangunan dapur rumah adikku.


IMG20260204170331.jpg

Di tempat pangkas

Usai melaksanakan sholat ashar, aku keluar rumah bersama dengan adikku menuju Keudee Matangkuli, karena aku akan ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore dan adikku akan memangkas rambutnya di sebuah tempat pangkas di Keudee Matangkuli.

Adikku merupakan salah seorang petugas kesehatan hewan yang bekerja di dinas kami dengan status tenaga honorer. Dan besok pagi adikku akan mendapatkan status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu bersama dengan 8000 orang lebih lainnya di kabupaten Aceh Utara.

Pemerintah kabupaten Aceh Utara akan melakukan pelantikan serta memberikan Surat keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kepada 8000 orang lebih yang selama ini mengabdi di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tanpa status yang jelas.

Ada yang sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun tanpa mendapatkan gaji dan status yang jelas.

Sementara mereka telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi negara yang meliputi tenaga pendidik/guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya seperti adikku yang merupakan salah seorang tenaga honorer di stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.

Karena besok akan mengikuti acara pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lapangan upacara Landeng, maka adikku akan ke tukang pangkas untuk memangkas rambutnya.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here