Potensi bencana lanjutan di daerah kami

Hagoe's Village: Dec, 16th 2025
Pihak BMKG telah merilis informasi terkait kondisi cuaca dan potensi bencana di akhir tahun ini, bahkan kepala BMKG telah melaporkan secara langsung kepada Presiden pada suatu rapat kabinet.
Kelanjutan dari bencana ekologis diakhir bulan November kemarin telah menyebabkan banyak stakeholder kelimpungan, kalau tidak mau dikatakan gagap dan gugup dari pemerintah.
Dan sebenarnya kondisi bencana ini menjadi sebuah parameter dan ujian bagaimana kualitas serta kebijakan dari suatu rezim dalam menjalankan roda pemerintahan.
Kita sempat kecewa dengan statement stakeholder yang seolah-olah merendahkan bencana ekologis ini pada awal-awalnya, dan berbagai blunder yang dilakukan oleh beberapa anggota kabinet.
Sementara kalau menyimak penjelasan dari kepala BMKG bahwa saat ini Indonesia memiliki potensi ancaman bencana terkait tiga hal yaitu siklon Bakung yang berkembang di barat daya Lampung dan bergerak menjauhi Indonesia, bibit siklon 93S di Bali, Nusa Tenggara dan Jawa Timur, serta bibit siklon 95S di selatan Papua.
Dan di beberapa bagian wilayah Indonesia saat ini sedang dalam puncak musim penghujan, yang artinya berpotensi besar menyebabkan bencana.
Berangkat ke kantorDi sekitar tempat kediaman kami sendiri, hujan turun secara maraton sejak Jumat siang kemarin dengan kecenderungan lebih deras di malam hari.
Hampir setiap malam hujan turun cukup deras sampai pagi hari. Tetapi di pagi ini hujan sudah berhenti sehingga aku akan ke kantor dengan menggunakan motor saja untuk memudahkan mobilitas.
Apalagi hari ini rencananya aku akan ke Kota Lhoksukon untuk membeli lemari pakaian, karena lemari pakaian kami ikut rusak tergenang air banjir kemarin.
Suasana Kota Lhoksukon masih amburadul dan becek pasca bencana banjir sehingga menggunakan motor adalah pilihan yang sangat rasional.
Membeli kopiSetelah sarapan pagi di rumah aku berangkat ke kantor dengan menggunakan motor sekalian mengantarkan si kakak ke tempatnya bekerja di Aron-Simpang mulieng.
Kemudian segera menuju kantor Puskeswan di Lhoksukon dengan harapan listrik menyala disana. Dan dalam perjalanan aku membeli kopi espresso di gerai langganan, dan akan kubawa ke kantor Puskeswan.
Aku tidak minum kopi di gerai ini dan memilih untuk meminumnya di kantor karena aku akan mengisi baterai handphone serta power bank yang sudah minus powernya.
Kembali ke gerai kopiSaat tiba di kantor Puskeswan ternyata listrik juga padam sehingga aku tidak bisa mengisi baterai handphone dan juga power bank milikku.
Dan kemudian aku kembali ke gerai kopi espresso dengan harapan bisa mengisi baterai handphone disana sambil menikmati Kopi espresso yang aku beli tadi.
Aku harus kecewa karena ternyata mesin genset milik gerai kopi tersebut sangat kecil kapasitasnya dan aku tidak bisa mengisi baterai handphone disana.
Hujan turun lagiAku pun kembali ke kantor dan hanya bisa nganggur di kantor serta tidak bisa berbuat apa-apa, karena listrik yang padam diikuti dengan jaringan internet yang sangat lelet.
Artinya aku tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa. Dan kemudian aku mengeluarkan sebuah kursi ke teras depan kantor, dan duduk disana sambil memandangi hujan yang kembali turun di pagi menjelang siang ini.
Mie AcehDisela-sela hujan ini ada juga kepala desa yang berkunjung ke kantor untuk berdiskusi tentang kegiatan usaha peternakan yang akan mereka laksanakan di desanya.
Aku harus memfasilitasi kepala desa ini dalam suasana ruangan yang agak gelap karena listrik belum juga menyala untuk kawasan Lhoksukon.
Dan ketika tiba waktu makan siang aku menuju sebuah warung kopi yang dekat kantor untuk makan siang dengan menu mie Aceh saja.
Tape ketanDan untuk pencuci mulut aku bisa menikmati beberapa pincuk tape ketan yang dijual di warung kopi ini.
Dan kemudian aku segera kembali ke kantor untuk melaksanakan sholat Zuhur serta mengunggu tim dari Provinsi dan Kementerian Pertanian RI yang akan meninjau kondisi Puskeswan di Provinsi Aceh pasca banjir.
Memang kunjungan tim ini tidak memprioritaskan untuk berkunjung ke kantor Puskeswan Lhoksukon karena kantor Puskeswan Lhoksukon tidak sampai tergenang air dan tidak ada properti serta meubiler yang rusak.
Tetapi salah seorang anggota tim tersebut adalah teman se-letting ku dulu di FKH USK, dan bila memungkinkan mereka akan singgah d kantor kami.
Mengisi power bankTernyata tim ini mengalami insiden di kawasan Matangkuli saat akan bergerak menuju kantor Puskeswan Cot Girek. Ban mobil mereka sempat bocor sehingga mereka harus ke bengkel terlebih dahulu.
Dan setelah dari Puskeswan Cot Girek mereka memilih jalur berat menuju Puskeswan Langkahan yang merupakan kawasan yang sangat parah dampaknya oleh bencana ekologis kemarin.
Di kawasan ini bahkan ada tiga desa yang HILANG oleh banjir kemarin. Jadi bukan hanya mengalami genangan air banjir dan merusak bangunannya, tetapi juga menyebabkan perkampungan ini hilang atau rusak total dan hanya menyisakan endapan lumpur yang sangat luas cakupannya.
Dan saat menuju lokasi Puskeswan Langkahan, tim dari provinsi dan kementerian Pertanian RI ini sempat tertahan mobil mereka dan terperangkap dalam endapan lumpur.
Saat berada di kantor Puskeswan Lhoksukon pada hari ini aku bisa mengisi baterai handphone dan power bank milikku serta membuat postingan untuk hari ini.
Nonton film samuraiSambil menunggu informasi dan perkembangan dari tim ini aku hanya berada di kantor Puskeswan Lhoksukon saja sambil menonton film samurai di media YouTube.
Film samurai merupakan film favoritku dan sebenarnya adalah pengganti dongeng menjelang tidur bagiku. Karena saat tidur di malam hari aku akan sangat dibantu untuk masuk ke fase mengantuk dengan menonton film samurai ini.
Terkadang baru beberapa menit saja aku menonton film samurai saat mau tidur, tiba-tiba handphone ku terjatuh dan aku pun tertidur.
Masih di kantorAku berada di kantor Puskeswan Lhoksukon sampai menjelang pukul 05 sore dan kemudian bersiap-siap untuk pulang ke rumah, tanpa menunggu lagi tim dari provinsi dan kementerian Pertanian RI.
Dan hujan pun masih turun di sore ini sehingga aku tidak menunggu lama lagi dan memutuskan untuk pulang ke rumah ditengah suasana hujan dengan menggunakan jas hujan yang ada di box motor ku.
Aku tidak membawa pulang sebagian barang-barang ku dan meninggalkannya di kantor saja seperti sepatu, tas laptop dan beberapa properti lainnya.
Yang penting aku bisa tiba di rumah dan tidak ada barang-barang penting yang basah oleh air hujan di sore ini.
Kondisi cuaca di rumah kamiHujan ini berlangsung cukup merata bahkan sampai ke kediaman kami. Ternyata informasi dari BMKG beberapa hari yang lalu sangatlah akurat dan terbukti di lapangan, sama seperti peringatan sebelum bencana ekologis terjadi kemarin.
Sayangnya stakeholder terkait tidak memberikan respon apa-apa terhadap peringatan ini yang menyebabkan saat bencana datang maka kerusakan dan dampaknya tidak bisa diantisipasi dan di mitigasi secara maksimal.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 










