SC-S29/W4- Nostalgia Of The Liitle Me : People Who Shaped My Childhood

in #nostalgia-s29w412 days ago (edited)

Salam teman-teman, semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada kesempatan ini aku mengikuti tantangan steemit dengan tema "SC-S29/W4- Nostalgia Of The Liitle Me : People Who Shaped My Childhood". Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada penyelenggaraan tantangan ini.

1000142838.jpgPixabaypemandangan dari kejauhan seorang anak bersama ibu dan ayah

Setiap orang memiliki panutan sebagai cerminan dalam kehidupan sehari-hari yang menjadikan kita tumbuh besar dan dewasa menjadi seseorang yang lebih baik. Mereka adalah orang-orang terdekat kita, orang-orang di sekeliling kita seperti keluarga. Jika tumbuh besar dan dewasa tanpa cerminan dan panutan dari orang-orang tersebut mungkin saja kita akan Kehilangan Arah hidup dan jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. Maka oleh karena itu mereka bukanlah orang biasa, mereka adalah orang yang sangat berjasa sekaligus guru yang selalu membimbing hari-hari dalam kehidupan kita.

Ada banyak orang yang bisa saja menjadi guru kita, menjadi orang yang membimbing kita menjadi orang yang menjadi panutan kita sekaligus orang yang peduli. Mungkin beberapa orang menemukannya bukan di dalam lingkungan rumah tetapi dalam lingkungan persaudaraan, pertemanan dan bisa saja dalam lingkungan kerja ataupun lingkungan sekolah. Tapi pada umumnya orang-orang tersebut adalah orang di dalam rumah kita sendiri yaitu orang tua dan saudara kandung.

1. Siapakah orang (atau orang-orang) yang paling membentuk masa kecil Anda?

1000017426.jpgfoto saya dengan ibu

Ibu dan ayah adalah dua orang yang begitu penting dalam hidupku, sejak kecil aku dibentuk dan dididik dengan penuh rasa kasih sayang seorang ibu dan perjuangan ayah dalam mencari nafkah untuk kehidupanku. Aku diberikan makanan selayaknya seorang anak dengan hasil susah payah keringat ayah dalam mencari nafkah, Ibuku menjagaku dari sejak bayi dengan lembut dan penuh kasih sayang yang tidak bisa aku dapatkan dari siapapun selain ibu.

Tidak sampai di situ saja, ayah dan ibu juga membentukku untuk masuk dalam dunia pendidikan, sebelum cukup umur untuk masuk dalam dunia pendidikan aku juga telah dibentuk terlebih dahulu oleh seorang ayah terhadap pendidikan-pendidikan dasar baik tentang agama ataupun tentang pendidikan dasar di sekolah seperti itu menghitung dan mengenal huruf serta tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ketika umurku telah cukup untuk memasuki dalam dunia pendidikan aku diberikan sekolah dasar di tempat tinggalku kala itu, baju-baju dan perlengkapan sekolah semuanya disiapkan oleh ibu dan ayah. Saat itu aku adalah seorang anak kecil yang hanya melihat pemberian dari orang tua sebagai hal biasa saja.

Namun saat beranjak dewasa aku mulai sadar bahwa hal-hal tersebut adalah yang paling berharga yang yang di berikan untukku. Aku sangat bersyukur dan ingin membahagiakan mereka atas kebaikannya yang tidak bisa diganti dengan apapun. Bayangkan lebih dari belasan tahun ayah dan ibu memberi kehidupan untuk diriku, mulai dari makanan sehari-hari, pakaian, pendidikan serta kasih sayang, dan nasehat yang tak habis-habis.

2. Apa kenangan terawal atau paling berkesan Anda dengan orang ini?

Seharusnya aku masih kecil aku sering dibawa oleh ayah dan ibu setiap mereka pergi. Banyak sekali Kenangan di masa-masa itu bersama ayah dan ibu. Suatu hari aku ikut ibu dan ayah pergi ke tempat saudara untuk bersilaturahmi karena hari itu merupakan hari raya Idul Fitri yang ketiga. Di rumah saudara Aku memiliki beberapa sepupu dan kami bermain di halaman rumah mereka sedangkan Ibuku dan ayahku di dalam rumah ngobrol bersama saudara.

Sepupu tersebut banyak sekali mainan mobil-mobilan dan mainan-mainan yang lain, aku sempat bermain mainan-mainan tersebut dengan mereka, aku pun sempat suka dan tertarik dengan beberapa mainan yang ada di tempat saudara tersebut sampai pada saat pulang aku meminta untuk membawa pulang mainan tersebut, namun apa boleh buat mainan tersebut adalah milik sepupuku dan mereka bermain bersama setiap hari. Sehingga pada saat pulang ayah dan ibuku tidak langsung ke rumah tetapi mereka menuju ke kota dulu untuk membeli mainan-mainan yang serupa untukku. Saya tiba di toko mainan aku merasa senang dan bahagia melihat ada banyak mainan dan diantaranya juga ada yang aku suka, aku dibeli mainan-mainan yang aku suka dan yang bagus oleh ayah dan ibuku hingga Kami membawa pulang ke rumah.

Perjalanan kala itu adalah kenangan penting yang begitu berkesan tentang kepedulian ayah dan ibu kepadaku, mereka peduli terhadap perasaan anaknya dan berusaha untuk menyenangkan ku saat itu bahkan memilih untuk tidak langsung pulang ke rumah tapi menuju ke toko mainan terlebih dahulu untuk memenuhi keinginanku.

3. Bagaimana orang ini membimbing, mendukung, atau mendisiplinkan Anda selama masa kanak-kanak?

Sejak bangun tidur kami diajarkan tentang kedisiplinan, bangun tidur Sebelum matahari terbit bit kami sudah membereskan tempat tidur secara mandiri meskipun pada awalnya sempat sering tercampur tangan ibu sambil kami di ajarkan dengan benar. Dalam keluargaku kedisiplinan adalah hal yang sangat penting yang selalu diingatkan dan dinasehati oleh ayah. Kami selalu dibentuk dan dibimbing mulai dari bangun pagi lebih awal dan berangkat ke sekolah dasar sebelum jam masuk tiba. Melewati kehidupan di masa itu benar-benar hal yang sulit, kadang-kadang aku dipaksa untuk tetap konsisten disiplin.

Waktu belajar juga diatur dengan disiplin dan konsisten oleh ibu dan ayah. Siang hari aku selalu harus meluangkan waktu kurang lebih sekitar 2 jam untuk berada di rumah, 1 jam untuk belajar dan satu jam lagi untuk ngobrol, nonton televisi, dan sebagainya aktivitas yang ada dalam rumah. Waktuku Selalu diatur oleh ibu dan ayah sebagai tanda kasih sayang dan dukungan yang diberikan setiap hari dan setiap waktu.

Aku selalu diajarkan kedisiplinan tentang mengatur waktu, antara waktu bermain antara waktu belajar, antara waktu pergi ngaji, dan waktu menjalankan tugas. Sekitar pukul 17.00 sore WIB aku harus berada di rumah dan bersiap-siap mandi, sekitar 30 menit kemudian aku selalu berangkat ke tempat pengajian yang berlangsung hingga malam hari. Setiap harinya selalu dibimbing untuk menjaga waktu dan berbagai kehidupan yang aku lewati.

Begitu juga tentang sarapan pagi yang menjadi satu hal yang sangat penting dan menjadi hambatanku kala itu. Setiap sebelum berangkat ke sekolah aku selalu diwajibkan untuk melakukan sarapan pagi di rumah, jika aku tidak melakukan sarapan pagi maka secara langsung aku tidak diperbolehkan untuk pergi ke sekolah. Kalau itu aku menganggap hal tersebut sangat berat, namun waktu terus berlalu hingga membawaku sadar sarapan pagi itu benar-benar penting sebelum berangkat ke sekolah demi menjaga kesehatan tubuh dan tetap segar ketika berada dalam aktivitas belajar.

4. Nilai, kebiasaan, atau pelajaran apa yang Anda pelajari dari mereka?

Foto bersama keluarga
1000017455.jpg1000142881.jpg

Bangun pagi adalah kebiasaan paling utama dan suatu hal yang begitu penting yang aku ambil dan aku pelajari dari ayah dan ibu meskipun ada beberapa waktu juga yang membuatku begitu terasa berat saat menerapkan kebiasaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bangun pagi adalah awal dari perjuangan setiap harinya, maka bangun pagi hal yang terpenting dalam kehidupan juga bagian dari kedisiplinan dan konsisten yang paling dasar dalam hidup.

Selanjutnya aku juga mempelajari tentang dua kata "pantang menyerah". Pelajaran yang penting dalam hidup yang pernah aku terima dari seorang ayah adalah tentang menjalani hidup tanpa menyerah. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh ayah selalu menjadi pelajaran yang bisa aku pelajari tentang benar-benar yakin dan tekun terhadap sesuatu yang sedang diperjuangkan, baik itu pekerjaan, pengetahuan, dan segala hal dalam kebaikan.

5. Bagaimana pengaruh mereka masih tercermin dalam hidup Anda hingga hari ini?

Ada banyak pengaruh besar yang tercermin dalam diriku dari didikan seorang ayah dan ibu yang membimbing dan mendukung dengan penuh kasih sayang sejak kecil hingga dewasa. Kedisiplinan dan konsisten terhadap apapun kebaikan atau masa depan yang sedang aku perjuangkan merupakan cerminan dari seorang ayah dan ibu. Percaya diri dan mandiri serta tanggung jawab juga merupakan bagian penting yang aku pelajari dari mereka, sejak kecil aku dididik dan dicontohkan menjadi seseorang yang bertanggung jawab.

Melihat ayah yang memiliki sifat tanggung jawab dan bekerja keras membuatku selalu termotivasi dan melangkah maju dan memberi pengaruh yang signifikan kepadaku ya masih menjadi cerminan hingga saat ini. Aku juga terpengaruh dengan gaya hidup ayahku yang sederhana tidak mengkonsumsi rokok, tidak mabuk dan menghindari dari banyak hal negatif yang dapat merusak lingkungan hidup dan kesehatan.

Demikianlah partisipasi saya untuk kali ini, terimakasih kepada semuanya yang sudah hadir bersinggah di postingan saya. Saya mengundang teman-teman @kouba01, @dove11, dan @paholags untuk berpartisipasi dalam tema tantangan yang indah ini.

Salam @cymolan

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Greetings,

Thank you so much for participating in the contest.

The contribution of parents in shaping our childhood is truly great. You have beautifully described how family members are the main foundation of personality development. Especially primary education and religious and moral guidance are very important in building character.

You presented the moments of visiting relatives during Eid and buying toys in a very lovely way.

You also highlighted time management, regular study, prayer or religious learning, early morning habits, and a healthy routine, which I found wonderful. These things make childhood disciplined and value-based.

Perseverance, discipline, waking up early, and the mindset of never giving up are important life principles for anyone. Even in your present life, the lessons learned from your loved ones continue to create a beautiful influence.

SectionDescriptionPoints
Plagiarism & AI FreeFully original and human-written content2
PhotographyOriginal or meaningful recreated images + caption1.8
Markdown & PresentationClean, structured, and visually appealing1.8
Memory DescriptionEmotional depth and clarity of storytelling2
Life Lesson / ImpactHow the person shaped your values or character2
Total9.6 Points