MENATAP MASA DEPAN YANG MASIH SURAM
MENATAP MASA DEPAN YANG MASIH SURAM
Tahun ini saya sudah berusia 45 tahun, dimana ini usia yang sudah tak bisa dikatakan masih aman, karena untuk segala resiko sudah pasti ada di depan mata dan bahkan sampai pada hal kematian pun itu tidak akan mustahil lagi, hadi bagaimanakah untuk masa depan menurut prediksi ku, jawabannya masih saja terlalu suram untuk dijalankan,namun tekatnya tidak boleh lemah, dan mengenai masalah masa depan itu tetap harus diperjuangkan menurut kemampuan yang ada, dan yang terpenting agar tidak justru mundur dari yang telah ada.
Sikap yang saya ambil di usia dan di saat ini, tentu saja tidak lagi banyak untuk mengejar keduniaan, justru aku hanya mempertahankan dengan apa yang telah aku dapatkan selama ini hingga tidak boleh mundur selama hidup masih milikku dan tuhan masih memberi kesempatan aku hidup.
Tujuan yang terpenting adalah, masa depan anak anakku yang masih kecil kecil, mereka harus mendapatkan beberapa kesejahteraan hidup disaat mereka dewasa, dan anak anakku ini tidak akan kubiarkan hidup tanpa arah, mereka harus dapat aku beri dukungan semampu aku, dan mereka juga harus memiliki sesuatu yang baik dari aku, karena pada masa sekarang ini, justru akan kesulitan bila sedang tidak punya apa apa.
Dengan demikian, strategi yang aku jalankan justru harus berjalan, walaupun terasa lamta, namun setidaknya tidak pernah berhenti atau gagal ditengah jalan.
Aku percaya yang bahwa hidup ini akan dimuliakan oleh harta, karena masalah dunia itu tidak lepas dengan masalah harta, namun bukan berarti kita harus mengejar dan mengumpulkan harta sebanyak banyaknya barulah kita mulia,tapi itulah konsep dan urusan dunia yang bhawa bila mana kita tidak memiliki harta justru kita akan sulit memiliki interaksi dalam masyarakat dan bahkan kita akan tenggelam dalam kehinaan dimata manusia.
Dari itulah struktur yang saya siapkan harus berjalan, dan semata mata tujuannya adalah untuk masa depan anakku saja, karena untuk pribadi saya sama sekali tidak lagi saya pikirkan, karena saya sudah meyakini bahwa tuhan telah menetapkan kehidupan aku seperti ini dan tidak ada lagi peningkatan apapun .
Dan semua adalah harapan, dan semuanya adalah berkat doa yang mungkin nanti dapat dikabulkan,
SALAM
@ustazkarim






