The Diary Game, 31 Januari 2026 - Hari Penghujung Januari
Akhir pekan telah tiba, tapi tanggungjawab mengajar tetap dilaksanakan di hari sabtu. Saya memulai hari dengan berangkat dari rumah menuju ke sekolah bersama anak-anak. Menyusuri jalan yang setiap pagi di lewati, kami berangkat dengan penuh semangat.
Hari ini saya memutuskan memakai kostum olahraga, agar sedikit santai dalam mengajar di hari sabtu. Kostum ini sayang jika tidak digunakan, pemberian dari tim futsal PLN Geudong. Memang, ada sedikit rasa berbeda jika tidak menggunakan seragam resmi mengajar, tapi untungnya hari sabtu, jadi tidak begitu masalah.

Berangkat ke sekolah di pagi hari
Sesampai di sekolah saya mulai masuk ke kelas, mempersiapkan siswa dan mulai mengajar setelah membaca doa sebelumnya. Hari ini, saya mengajar selama lima jam pelajaran. Dimulai dari jam 7.25 WIB hingga jam 9.30 WIB, lalu disambung kembali setelah istirahat hingga waktu pulang.
Diwaktu istirahat setelah mengajar, saya menyempatkan diri bersantai di tempat para guru laki-laki bersantai. Kami menikmati kopi sambil berbincang-bincang hal-hal sederhana, saling bercerita tentang banyak hal, tanpa harus saling menggurui.

Berfoto dengan siswa yang lagi latihan Paskibra
Sesekali saya melihat-lihat siswa siswi yang lagi latihan Paskibra, terlihat ibu kesiswaan yang menjadi koordinator siswa Paskibra yang lagi serius melihat latihan siswa-siswi ini. Selanjutnya, saat paket MBG tiba, kami menikmati bersama-sama paket makanan tersebut.
Singkat cerita, tidak terasa bel bertanda waktu pulang sekolah telah berbunyi. Tugas lainnya adalah menjemput anak-anak di sekolah, dan mengantar anak-anak lainnya yang memiliki waktu masuk sekolah siang hari.
Waktu siang berjalan dengan baik dan sesuai rencana, cuaca yang terbilang cukup panas tidak menghambat segala bentuk aktivitas yang saya lakukan. Termasuk mengantarkan Zahra anak kedua saya kembali ke MIN 3 untuk belajar tambahan di sana.
Tiba sore hari saat semua pekerjaan rumah selesai, waktunya menjemput anak-anak. Jalanan sudah mulai terlihat ramai, para pelajaran dan pekerja kantor sudah mulai pulang ke rumah mereka masing-masing.

Perjalanan menjemput anak-anak di sore hari
Cuaca pun sudah tidak begitu panas lagi, matahari sudah masuk dengan berlahan-lahan ke arah barat. Namun, rasa gerah masih terasa, rutinitas sore harus tetap dijalani hingga selesai.
Dalam perjalan pulang, saya sempat singgah di salah satu warung penjual sayuran-sayuran. Warung ini terlihat baru saja di buka, lokasinya tidak jauh dari rumah saya. Disana tersedia banyak bahan-bahan pokok, seperti beras, gula, minyak, cabai, tomat, bawang dan macam bahan-bahan dapur lainnya.

Singgah di warung yang menjual bahan-bahan pokok
Ditempat itu saya membeli beberapa bahan dapur yang telah habis, seperti cabai dengan harga IDR. 16.000 perkilo, atau setara dengan 16.9 Steem. Saya juga membeli beberapa bahan lainnya, termasuk telur setengah papan dengan harga IDR. 25.000 atau setara dengan 26.4 Steem.

Cabai yang saya beli, dengan harga 16.9 Steem perkilo
Selanjutnya, kami pun tiba di rumah. Saya bergegas mandi karena sebentar lagi akan memasuki waktu magrib. Setelahnya, tugas lainnya telah menanti, seperti makan malam bersama anak-anak dan mengajari mereka untuk tugas tugas sekolah besok.
Tiba waktu malam setelah mengaji anak-anak, saya pun menyempatkan diri berselancar didunia maya. Hingga tanpa terasa, rasa mengantuk membuat saya harus beristirahat, begitu dengan anak-anak yang sudah tertidur dikamar mereka masing-masing.
Sekian cerita hari ini, kisah lainnya akan kita ceritakan pada kesempatan berikutnya.

