Kodaeral I Belawan melaksanakan peringatan Nuzulul Qur'an 1447 H (12 Maret 2026)
Hello rekan-rekanku steemian. Apa kabar. I thinks it's okay. Happy forever. Aku mulai bangkit lagi menulis seiring beberapa hari fakum. Tentunya tulisan yang bernilai dakwah kali ini, sudah berlalu sebulan nan silam. Namun tak apa ya, dibuat saja karena pastilah mengandung nilai manfaat dan kebaikan. Begini kisahnya;
Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Qur'an. Tepatnya 17 Ramadhan. Pastilah setiap bulan Ramadhan seluruh umat Islam akan melaksanakan kegiatan Hari Besar Islam yaitu peringatannya Nuzulul Qur'an. Kantor tempat Aku bertugas tak melewatkan kegiatan mulia ini. Maka dengan kebaikan jiwa Kodaeral I melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 12 Maret 2026.
Aku telah memprediksi bahwa kegiatan ini pastilah akan ramai diikuti oleh prajurit. Apalagi akhir-akhir ini dilaksanakan apel khusus. Ramai prajurit yang hadir. Ya, untuk mengetahui kekuatan personel seiring perubahan lingkungan strategi yang dialami negeri ini.
Aku sudah tiba di lokasi acara, masjid Al-Abrar. Selaku koordinator kegiatan maka sebelum kegiatan saling koordinasi untuk kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur'an. Waktu yang diagendakan pukul 08.15 WIB. Tidak hanya prajurit dan PNS Kodaeral I yang hadir, namun ikut hadir ibu-ibu pengurus Jalasenastri plus anak-anak yatim. Pokoknya pasti ramai. Dan, terbukti ramai. Satu persatu personel Kodaerap I merapat ke masjid. Masjid penuh tak beruang. Ibu-ibu Jalasenastri dan anak-anak yatim pun telah hadir dan duduk didalam masjid.
Para pejabat Utama, Kadis/Kasatker sudah bergabung untuk mengikuti acara ini. Aku tak melihat Komandan, informasi yang diterima Komandan ada kegiatan dinas dilain tempat dan nantinya Wadan menjadi yang tertua sekaligus akan membacakan sambutan Komandan. Nah, untuk penceramah adalah Al-Ustad Hasbi Al-Mawardi Lubis. Sosok ustad yang humble dan pengetahuan agama luas serta pastilah akan ada humoris yang mampu membuat jamaah tertawa serta suasana hidup. Aku kenal betul dengan ustad ini. Sudah lama kali berkenalan dan lewat WhatsApp beberapa kali berkomunikasi. Pokoknya, ceramahnya dijamin bagus dan okay.
Qari membaca Al-Qur'an
Kini, tibalah acara yang dipandu oleh Master of Ceremony. Diawali pembacaan kitab suci Al-Qur’an oleh Saudara Sabrun Jamil. Sang qari adalah salah seorang prajurit Kodaeral I dan ustad dilingkungan Kodaeral I Belawan. Bacan kitab suci selesai dan terjemahan diaksi oleh Kowal. Suasana khidmat terasa. Walau agak panas-panas sedikit karena jama'ah penuh dan alat pendingin tak berjalan maksimal.
Sambutan Komandan Kodaeral I
Setelah pembacaan kalam ilahi, kegiatan selanjutnya adalah sambutan Komandan Kodaeral I Belawan, dalam hal ini dibacakan oleh Wadan, Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, S.E., M.M. Dalam sambutannya beliau bacakan," Peristiwa Nuzulul Qur'an merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam. Al-Qur’an bukan hanya menjadi kitab suci yang kita baca, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang mengajarkan nilai-nilai keimanan, akhlak, kejujuran, kedisiplinan serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari."
"Melalui peringatan Nuzulul Qur'an ini, saya mengajak kepada seluruh personel Kodaeral I untuk menjadikan Al-Qur'an tidak hanya sebagai bacaan tetapi juga sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak dan menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," jelas Wadan
Sambutan selesai, kemudian tibalah puncak acara yaitu ceramah Nuzulul Qur'an. Sang Ustad dengan tenang menuju mimbar dan sesaat dimimbar demi kenyamanan dan keluwesan dalam penyampaian dakwah maka beliau tidak berdiri diatas mimbar.. Ustad Hasbi Al-Mawardi Lubis dengan santun dan tenang serta penuh humoris menyampaikan taushiahnya. Beberapa point yang dapat kita fahami yang beliau sampaikan bahwa, " Allah akan melunakkan lisan orang beriman dalam kubur nanti dalam menjawab pertanyaan malaikat tentunya dengan amal kebaikan. Maka momen ramadhan ini adalah momen terbaik, karena seluruh ibadah akan berlipat gamda pahalanya."
"Wahai imam bentar lagi akan Ramadhan, masjid-masjid siapkan para imamnya. Jangan terburu-buru dan jangan pun lambat kali bacaannya. Imam itu syaratnya alim, ta'at, fasih dan kuat ingatan alias tak pelupa. Untuk membumikan Al-Qur'an adalah membaca. Tidak ada lisan yang lebih baik dibulan ini adalah membaca Al-Qur'an,"jelas ustad yang penampilannya bersorban hijau digantungkan pada leher dan baju koko berwarna putih.


Pemberian tali asih kepada anak yatim piatu
Ceramah berlangsung sekitar 45 menit. Banyak ilmu yang didapatkan dan sekaligus ditutup dengan do'a sang ustad pimpin do'a bersama. Selanjutnya adalah kegitan memberikan bantuan tali asih kepada para anak-anak yatim. Dalam hal ini Wadan dan Ibu Komandan Kodaeral I memberikan tali asih kepada anak-anak. Acara ini merupakan acara tambahan dan melengkapi kebahagiaan serta membangun rasa empati sesama dengan berbagi kebahagian.
Foto bersama
Selesai pembagian tali asih, sebelum bubar maka dilaksanakan foto bersama para PJU dan anak-anaka yatim piatu. Pastilah ada IUstad didalam rangkaian foto tersebut. Aku juga tak ingin hilang begitu saja. Momen indah dapat berjumpa dengan ustad, maka abadikan gambar. Acara selesai dan pelaksanaan sukses kemudian jama'ah menuju ke kantor.
Demikian secuil kisah pelaksanaan Nuzulul Qur'an di Kodaeral I Belawan, semoga keberkahan dan ridha Allah tercurahkan kepada seluruh keluarga besar Kodaeral I Belawan.
Salam semangat dari @hoesniy







Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟