Thediarygame, Jum'at, 10 Oktober 2025 || Nikmatnya salat Jum’at di Masjid Jamik Belawan

in STEEM FOR BETTERLIFE3 months ago

Sudah lama Aku tak ke Belawan. Belawan merupakan salah satu Kecamatan yang berada di wilayah kerja Kota Medan. Kota Belawan merupakan kota yang berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang wikayah Barat dan Timur, Wilayah Selatan berbatasan dengan Medan Marelan dan Medan Labuhan, serta wilayah Utara berbatasan dengan Selat Malaka. Kota Belawan aktivitas kehidupan masyarakatnya sangat ramai. Di Kota Belawan terdapat pelabuhan yang sering disinggahi Kapal Kelud dibawah PT. Pelni. Pelabuhannya bernama Sri Bandar Deli. Wah, sangat ramai keadaan pelabuhan saat kapal masuk dan berangkat.

Selain itu di Pelabuhan Pelindo pun aktivitas bongkar muat kapal sangat ramai. Bahkan dikecamatan tersebut terdapat dua institusi militer dan satu institusi Polri serta banyak instansi sipil lainnya. Untuk instansi Militer terbesar adalah TNI Angkatan Laut dengan sebutan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan dengan pangkat Laksamana Muda.

Oh iya, untuk diketahui bahwa di daerah Belawan terdapat salah satu masjid tertua yang terletak di jln. Selebes, yaitu Masjid Jamik. Nah, untuk aktifitas salat Jum’at kali ini Aku berhajat salat di masjid kebanggaan warga. Belawan. Aku mengatur waktu untuk tak terlambat tiba disana. Apalagi untuk tempat parkir kendaraan roda empat (mobil) tidak ada tempat khusus. Terbukti saat Aku tiba disana, mobil Aku parkirkan disisi kanan jalan.

Aku sudah parkirkan kendaraan dan menuju ke Masjid Jamik. Memang waktu Jum'at belum masuk. Belum ramai jamaah. Masjid ini berada ditengah-tengah rumah warga. Untuk jalan dipergunakan area parkir. Dapat dikatakan untuk parkirkan kendaraan tidak terlalu luas. Masjid yang nuansa Melayu ini sangat elok dipandang mata. Khas warna kuning dan hijau identik dengan khas masjid budaya Melayu.

1001480919.jpg

Masjid Jamik Belawan (Sumber foto :Masri Tanjung)

Menurut informasi masjid Jamik ini dibangun sekitar tahun 1942. Masjid tertua di kota Belawan ini awalnya dibangun dengan bahan baku kayu dengan bentuk rumah panggung atas inisiatif dan donasi warga setempat. Masjid ini memiliki luas bangunan sebesar 1.440 meter persegi, dengan luas tanah sebesar 1.600 meter persegi. Masjid yang berdiri diatas tanah wakaf jika terisi penuh maka akan menampung jamaah lebih dari 1000-an.

1001479459.jpg
Tempat Wudhu

1001479460.jpg

Teras masjid tempat salat

Aku sudah memasuki pintu gapura masjid. Kemudian di sebelah kiri langsung dijumpai tenpat wudhu. Aku melihat tempat wudhu tidak terlalu luas. Namun bersih. Wudhu Aku sempurnakan. Setelah itu barulah berjalan menuju pintu masjid yang terbuat dari kaca yang bertuliskan masjid Jamik Belawan. Kita bisa melihat area jamaah diluar masjid atau teras terlihat luas. Karena belum masuk waktu maka masih satu dua dan seterusnya jamaah yang terlihat.

1001454527.jpg

Suasana di dalam masjid

1001454564.jpg

Tiang masjid yang kokoh

Aku sudah masuk kedalam masjid. Masyallah, luas juga didalamnya. Masjid ini sajadahnya atau karpet yang terbentang warna merah nan empuk. Sangat nyaman diduduki. Banyak tiang-tiang masjid yang berdiri kokoh menopang bangunan masjid. Tulisan indah kaligrafi tertulis pada dinding masjid. Masjid ini berlantai dua. Lantai diatas dipergunakan sebagai kantor dan kegiatan lainnya seperti tempat anak-anak belajar Al-Qur'an dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ). Masjid ini dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) agar lebih nyaman jamaah plus kipas angin dan CCTV (alat pengawasan).

Sebelum duduk didalam masjid maka terlebih dahulu salat dua raka'at tahiyatul masjid. Waktu pelaksanaan salat Jum'at akan tiba. Sang pengurus mengumumkan para pelaku pelaksanaan salat, mulai imam, khatib dan muazin serta mengumumkan keadaan keuangan masjid. Azan pertama dimulai. Jamaah tegakkan salat sunat. Azan kedua dimulai setelah sang khatib naik ke mimbar khusus seraya menyampaikan salam.

1001479461.jpg

Khatib menyampaikan khutbah jum'at

Khatib untuk saat ini adalah Ustad Ahmad Fauzan Daulay. Sang khatib yang mengunakan sorban bergaris hijau dalam khutbahnya mengatakan, "Ketika kita mempunyai kepintaran, ilmu yang hebat, kemampuan yang hampir sempurna namun tidak dibekali dengan akhlak dan adab, tidak takut dengan Allah, tidak takut dengan norma-norma agama, maka yang terjadi adalah ilmu tersebut menjadi bumerang bagi dirinya sendiri."

"Umat ini, bangsa ini, tidak pernah kekurangan orang-orang pintar. Setiap zaman, setiap masa, umat ini dianugerahi oleh Allah Ta'ala orang-orang yang cerdas, intelektual yang berpendidikan, ulama-ulama kharismatik. Namun yang kurang bangsa ini adalah orang-orang yang berakhlak, orang-orang yang faham betul bahwa suatu saat nanti setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT," jelas sang khatib.

1001454551.jpg

Bersama Bang Masri Tanjung

Selesai sudah pesan dakwah yang disampaikan oleh khatib. Banyak kalimat hikmah yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Kemudian dilanjutkan salat Jum’at dengan khidmat dan berlangsung dengan baik. Selesai salat dan berdo'a maka Aku beranjak meninggalkan masjid dan berjumpa juga dengan teman lama sang jurnalis senior, Bang Masri Tanjung. Kami sempat bertukar kenangan dan banyak hal yang diceritakan sambil tertawa riang gembira.

Waktu pun meninggi. Aku segera kembali meninggalkan kota Belawan yang penuh kenangan. Rasa bahagia dapat salat Jum’at di Masjid Jamik, masjid tertua yang berada di kota Belawan. Insyaallah suatu masa kisah seperti ini akan terulang kembali. ***

Salam semangat dari@hoesniy