Thediarygame, Rabu, 24 Desember 2025 || Menikmati hari libur bersama istri

in STEEM FOR BETTERLIFElast month

1001785318.jpg

Hari ini, Rabu (24 Desember 2025) merupakan satu hari sebelum hari Natal. Jika Hari Natal pasti tanggal di kalender berwarna merah. Artinya libur dan bahkan esoknya libur tambahan. Libur Hari Natal bagi umat Kristiani. Libur nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Aku masih dalam status libur cuti sebelum masuk ke kantor kedinasan baru. Kodaeral I Belawan. Nah, kesempatan ini, Aku bersama istri berusaha menikmatinya dengan penuh kebersamaan plus kebahagiaan dengan beberapa kegiatan.

Oh iya, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 26 Nopember 2025, di penghujung bulan ini, beberapa saudara kita dari tiga Provinsi ditimpa musibah. Hujan lebat berhari-hari menyebabkan longsor dan banjir bandang. Banjir bandang ini mampu meluluh lantakkan kehidupan warga dengan berbagai fasilitas hancur berantakan serta korban jiwa berjatuhan. Banjir ini tidak hanya membawa air namun lumpur, kayu-kayu dan batu-batuan menyerang warga. Adapun ketiga Provinsi tersebut adalah Nanggroe Atjeh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Padang).

Keluargaku yang tinggal di Medan,yang merupakan salah satu diwilayah Sumut, akibat hujan lebat yang akhirnya sungai meluap maka ketiban musibah banjir. Aku tinggal di Komplek TNI AL Ikan Hiu, hampir 22 tahun tinggal di rumah ini, baru kali ini banjir besar sampai masuk kerumah dengan ketinggian sekitar 1 meter. Jika diluar sedada orang dewasa. Keluarga mengungsi ke SMP Swasta 2 Hang Tuah yang berada di area kompleks. Pastinya lantai dua. Saat kejadian itu Aku masih berada di Kota Tanjungpinang. Barulah tanggal 21 Desember 2025 meluncur ke Medan. Artinya, saat tiba dirumah air sudah surut dan keluarga masih dalam kondisi pembersihan rumah.

1001785298.jpg

Buku yang terendam banjir

Diantara kerugian yang menimpa saat banjir adalah beberapa buku yang Aku punyai terendam air. Buku yang terletak didalam lemari besi file kabinet pada tingkat bawah tak sempat diselamatkan. Air begitu cepat bereaksi. Beberapa buku basah dan harus dijemur. Nah, Aku sempat sedih melihat buku-buku kesayanganku yang rusak dalam proses pengeringan. Setiap panas buku dikeluarkan untuk dijemur. Aku punya ratusan buku didalam lemari besi. Bagiku buku adalah suatu jendela dunia. Banyak pengetahuan yang dapat kita ketahui. Jadi Aku bersikukuh menyampaikan kepada keluarga, "tolong buku ini jangan dibuang walaupun sudah mengembang kertasnya," pesanku pada istri dan anak."Siap Komandan" canda salah seorang anakku.

Waktu memang masih pagi. Aku dan istri persiapan keluar. Kami akan mencari minyak solar. Efek banjir didalam rumah maka untuk pembersihan lantai agar hilangkan putih-putih dilantai dengan menggunakan minyak solar. Runah yang kami tempati adalah rumah dengan bangunan tua, tahun 1960-an dibangun. Sudah cukup lama. Aku belum lahir. Aku berangkat dengan sepeda motor tua merk Shogun produksi 2001. Tua-tua keladi mesinnya masih to markotop.

Kami menuju sasaran awal di SPBU Titipapan yang terletak di jl.Platina, depan masjid Ar-Ridho. Setiba di SPBU terlihat ramai para pembeli minyak kenderaan. Kami membawa jeregen kecil isi 5 liter. Kebutuhan kami hanya 3 liter dan itu pun ada tetangga yang sekalian minta dibelikan. Tak apa, hidup harus saling membantu satu dengan lainnya. Agar hidup mendapatkan ridha dari sang pemilik hidup, Allah SWT. Sang istri beli solar Dexlite yang bukan subsidi. Kami karena pakai jeregen. Awalnya beli disitu namun saat pembelian kedua bahan bakunya habis. Jika ada bahan baku maka kami tak sia-sia langkahnya.

1001727666.jpg

Sarapan Pagi

Langkah lainnya, kami akan mencari di SPBU lainnya. Namun karena perut mulai berdendang bagaikan irama lagu dangdut bergoyang maka sesaat kami mengisi isi perut terlebih dahulu. Biasa, tempat Glagah Wangi, kedai kopi dan tempat penjual sarapan pagi, langganan tempat kami menyeruput seteguk kopi susuplus nasi gurih. Tak lama kami rehat maka lanjutkan pencarian solar. Abang pemilik kedai memberikan lokasi yang menjual solar arah Pasar 1 Marelan. Telah lama mencari tak buka rupanya. Kami lanjut ke SPBU arah Pasar 5 Marelan. Agak jauhbjuga. Saat tiba disana rupanya tak menerima warga yang membeli dengan jeregen. Tak sesuai SOP. Waduh capek sudah jauh berjalan.

1001727877.jpg

Membeli solar di bengkel

Cuaca mulai panas. Kami tetap kuatkan hati untuk mencari hingga dapat. Lanjut ke SPBU Pasar 6 Marelan. Sama juga tak diberikan. Rasa kecewa mulai menyerang diri. Untuk beli bukan dijual namun sekedarnya saja untuk pembersihan rumah ternyata terhalang oleh SOP. Alhamdulillah, akhirnya setelah menelusuri sisi jalan jumpa juga warga menjual minyak solar. Tepatnya disebuah bengkel kecil, Parna Jaya Motor, jl. Marelan Raya. Terbayar sudah lelahnya. Begitulah hidupbutuh perjuangan menuju keberhasilan. Pantang menyerah walau sudah lemah. Kami kembali pulang kerumah setelah mendapatkan apa yang dicari.

Terima kasih Allah. Akibat sabar plus bercampur secuil kekecawaan akhirnya apa yang dicari dapat terbeli. Kuatkan kami dalam kesabaran. Karena Engkau menyukai orang yang bersikap sabar dalam menjalani kehidupan penuh warna warni.***

Salam semangat dan berkarya dari @hoesni

Sort:  
 last month 

Alhamdulillah... sudah kembali ke "ibu pertiwi"... hehe

Alhamdulillah

Thank you for your valuable efforts! Keep posting high-quality content for a chance to receive more support from our curation team
1000032815.png
Curated By @yuswadinisam