“Takbir di Antara Lampu Jalan dan Hangatnya Secangkir Malam”tgl 22 Maret 2026

Assalamualaikum sahabat steem

Mohon maaf lahir dan batin, saya sedikit berbagi cerita tentang malam takbiran hari raya idul Fitri,Malam takbiran itu dimulai dari hiruk-pikuk jalanan yang tak biasa. Lampu jalan menyala temaram, sementara deretan toko masih ramai dipenuhi orang-orang yang berbelanja di detik-detik terakhir. Motor berjejer di pinggir jalan, suara klakson bercampur dengan lantunan takbir yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Ada rasa hangat yang aneh—campuran antara lelah, rindu kampung halaman, dan bahagia menyambut hari kemenangan.

PXL_20260320_145800878.NIGHT.jpg

Perjalanan berlanjut ke sebuah tempat sederhana di pinggir jalan, di bawah papan bertuliskan jual beli mobkas di sebuah shorum yang ada digeudong samudra pasai Aceh Utara. Di sana, beberapa orang duduk melingkar di kursi plastik oranye, menikmati kebersamaan yang terasa begitu akrab. Tawa kecil, obrolan ringan, dan sesekali suara takbir dari masjid sekitar membuat suasana menjadi lebih hidup. Malam itu bukan hanya tentang menunggu Idul Fitri, tapi juga tentang merayakan kebersamaan

PXL_20260320_145910236.NIGHT.jpg

Tak jauh dari situ, ada sesuatu yang menarik perhatian—sebuah mobil yang disulap menjadi kedai kopi kecil. Di bagian belakangnya, tersusun rapi mesin kopi, gelas, dan perlengkapan lainnya dengan pencahayaan biru yang mencolok. Aroma kopi yang diseduh perlahan menyebar, seolah mengundang siapa saja yang lewat untuk berhenti sejenak. Di tengah malam takbiran, secangkir kopi menjadi teman yang sempurna untuk menikmati waktu.

PXL_20250823_174829383.MP.jpg

Kami pun akhirnya berkumpul di sebuah kafe yang lebih terang dan nyaman. Lampu-lampu gantung memberikan suasana hangat, sementara meja kayu menjadi saksi obrolan panjang yang tak terasa waktu berjalan. Gelas-gelas minuman yang hampir kosong, sisa makanan di piring, dan tawa yang terus mengalir menjadi bukti bahwa malam ini begitu berarti. Takbir terus berkumandang, tapi di sini, kami merayakannya dengan cara yang sederhana.
Saat malam semakin larut, suasana perlahan tenang, namun hati terasa penuh. Malam takbiran bukan hanya tentang gema takbir, tapi juga tentang perjalanan kecil, pertemuan singkat, dan momen yang tak tergantikan. Di antara lampu jalan, kursi plastik, kedai kopi sederhana, dan tawa sahabat, tersimpan cerita yang akan selalu diingat—sebuah malam yang hangat sebelum fajar Idul Fitri datang menyapa.

Wassalam
Sekian dulu cerita perjalanan hari ini
By @teuku-ary

Sort:  

Congratulations @teuku-ary! Your post was upvoted by @supportive. Accounts that delegate enjoy 10x votes and 10–11% APR.

Terimakasih atas dukungan nya

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.31
JST 0.060
BTC 66424.38
ETH 1991.43
USDT 1.00
SBD 0.50