Thediarygame [ 26-10-2025] menjenguk wawak saya yang lagi sakit di IDI Cut kabupaten Aceh Timur
Hari ini jadi hari yang penuh perjalanan serta pengalaman yang berkesan. Diawali semenjak pagi, saya berangkat ke Simpang Teupin Punti buat berbelanja ikan. Pasar di sana biasanya ramai selalu dengan orang dagang serta pembeli yang tiba dari bermacam tempat. Hawa pagi yang masih fresh bercampur dengan aroma khas dari ikan- ikan fresh yang baru tiba dari nelayan. Saya membeli sebagian sekilo ikan mujair yang masih fresh, dan udang buat dimasak di rumah. Orang dagang di situ lumayan ramah, serta suasana pasar terasa hidup dengan suara tawar- menawar yang akrab telingga.
Sehabis berakhir berbelanja ikan, saya melanjutkan perjalanan ke Geudong buat membeli obat Antimo. Anak saya membutuhkannya sebab kami hendak melaksanakan perjalanan jauh ke Idi Cut, tempat mabit saya. Perjalanan mengarah Geudong lumayan mudah, walaupun terdapat sebagian titik kemacetan kecil. Saya datang di suatu apotek serta langsung membeli Antimo buat berjaga- jaga supaya anak saya tidak mabuk perjalanan. Di situ, saya pula berjumpa dengan sebagian kenalan yang kebetulan lagi membeli obat pula. Sehabis urusan di Geudong berakhir, saya kembali ke rumah buat bersiap- siap melaksanakan perjalanan ke Idi Cut.
Menjelang siang, kami sekeluarga besar bersiap- siap berangkat ke Idi Cut. Perjalanan kali ini terasa lebih istimewa sebab kami berangkat bersama- sama dalam satu rombongan keluarga. Selama perjalanan, kami menikmati panorama alam alam yang indah. Hamparan sawah hijau, bukit- bukit yang nampak di kejauhan, dan suasana desa yang tenang menaikkan kesyahduan perjalanan kami. Kanak- kanak nampak gembira, bercanda di dalam kendaraan, sedangkan orang berusia sesekali berbincang tentang bermacam perihal.
Sehabis sebagian jam perjalanan, kesimpulannya kami datang di Idi Cut serta langsung mengarah rumah mabit saya. Telah lama saya tidak berjumpa dengannya, serta kali ini saya melihatnya dalam keadaan yang kurang sehat. Sepanjang ini, dia telah memakai tongkat buat berjalan, menunjukkan kalau kesehatannya memanglah terus menjadi menyusut. Saya duduk di sampingnya, mengobrol tentang bermacam perihal, berupaya menghiburnya supaya semangatnya senantiasa terpelihara. Walaupun kondisinya tidak seprima dahulu, semangat serta senyumannya senantiasa muncul, membagikan kesan kalau dia senantiasa kokoh mengalami seluruh uji dalam kehidupannya.
Malam harinya, sehabis istirahat sejenak, saya berangkat ke kedai Bumi subur yang berada di simpang Jurong lhok desa kumbang. Waktu saat itu sudah jam 12. 30 malam, serta suasana di situ sangat sepi. Sebagian pemuda masih nampak berkumpul, mengobrol, serta menghabiskan waktu malam dengan metode mereka sendiri. Salah satu perihal yang menarik atensi saya merupakan sekelompok pemuda yang memakai senjata mainan buat menembak cicak di bilik kedai. Mereka nampak sangat sungguh- sungguh, apalagi banyak cicak yang sukses mereka tembak. Suasana malam yang sepi di kedai itu berikan kesan tertentu, menaikkan cerita dalam perjalanan panjang saya hari ini.
Perjalanan setiap hari saya kali ini membagikan banyak pengalaman berharga. Dari hiruk- pikuk pasar di pagi hari, perjalanan ke bermacam tempat buat bermacam keperluan, sampai pertemuan dengan keluarga serta suasana malam yang unik. Seluruh ini jadi bagian dari kehidupan tiap hari yang penuh warna serta arti.
Best Regard,
@whalewinners
Saya Mengajak Sahabat Semua untuk mendukung dan memilih @pennsif.witness di Link berikut : https://steemlogin.com/sign/account-witness-vote?witness=pennsif.witness&approve=1
Saya Mengajak Sahabat Semua untuk mendukung dan memilih @pennsif.witness di Link berikut : https://steemlogin.com/sign/account-witness-vote?witness=pennsif.witness&approve=1





Curated by: @dexsyluz
Thank you