The Diary Game | "Tiba-Tiba Mogok di Jalanan"
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
*Hello steemian, welcome back to my post. Meet me again @syidah01. I wish you good health wherever you are and have a good day. 💕
Pagi ini seperti biasa, saat alarm
dari ponselku berunyi, aku terbangun. Setelah mengumpulkan nyawa.. hehe... aku bangun dan segera ke kamar mandi, membersihkan diri, tak lupa berwudhu lalu mendirikan shalat subuh dua rakaat.
Seperti biasa, setelah bersiap aku berangkat ke sekolah untuk menjalankan aktivitas ngajar. Kegiatan berlangsung seperti biasanya. Namun hari ini juga kami punya agenda rapat untuk membahas pelaksanaan maulid di sekolah. Sepelung sekolah, ternyata si Barra keponakannku tidur nyenyak dalam ayunan.
Sore hari aku, kakaku dan juga anaknya (keponakanku) kami pergi jalan-jalan ke Simpang Rangkaya. Tujuannya untuk jalan-jalan saja, melihat-lihat tanpa ada tujuan berbelanja. Karena membawa si bocil, niatan itu sepertinya sulit di realisasikan.
Akhirnya, kami masuk juga ke supermarket untuk si bocil. Tapi... setelah berkeliling dan menemukan diskon di sana, eh.... malah walinya yang berbelanja. Memang diskon itu berbahaya untuk perempuan, he he he...
Setelah keluar dari supermarket tersebut, kami pulang karena hari sudah sangat gelap dan jam sudah menunjukkan pukul 18.10 WIB. Namun, hal yang tidak diinginlan terjadi. Tiba-tiba saja, kendaraan roda dua yang di tumpangi oleh kami mogok. Ternyata tali yang berhubungan dengan gas nya putus dan tak bisa berjalan lagi. Kami terhenti di persimpangan jalan depan odong-odong.
Aku dan kakaku menghubungi abang dan kakak di rumah Memberitahu keadaan kami. Hari sudah semakin gelap dan suara azan terdengar. Kami akhirnya mendorong kendaraan kami mencari bengkel terdekat. Namun, sejauh kami berjalan bengkel itu tidak ditemukan. Dan orang-orang di jalanan berhenti dan menanyakan keadaan kami, juga menawarkan bantuan.
Di gelapnya malam ini kami terus berjalan mendorong motor ini, sambil menunggu jemputan dari abang kami. Tapi, seorang kenalan kami menawarkan bantuan, dan mendorong motor dengan kakinya sampai ke bengkel. Kemudian dia pergi melanjutkan ke tujuannya. Ternyata bengkel tersebut juga akan tutup. Kami akhirnya menunggu jemputan abangkami di depan bengkel itu. Tanpa memainkan ponsel atau penerangan apapun. Hanya mengandalkan lampu dari kendaraan yang lewat.
Kedatangan abang kami membuat tenang dan rasa khawatir itu hilang. Seketika perasaan lega membanjiri jiwa dan raga. Kakaku tetap di motornya mengendalikan motor yang di dorong oleh abang. Aku dan keponakannku dibonceng oleh abang dan kakinya mendorong motor satunya. Begitu sampai ke rumah. Alhamdulillah, kami masih dalam lindungan-Nya.
Sekian diary malam ini. Apapun keadannya, ingatlah untuk selalu bersyukur atas keadaan dan kondisi apupun.
SUCCESS FOR US ALL✨️





Curated by: @ahsansharif
Thank you for the best support 🙏
Thank you for the best support 🙏