Mukbang di rumah nenek

Hagoe's Village: August, 3rd 2026
Hari ini adalah Sabtu akhir pekan sehingga aku punya kesempatan untuk beraktivitas di luar, khususnya melanjutkan kegiatanku membereskan rumah kami yang berantakan pasca bencana ekologis yang cukup parah pada bulan November 2025 yang lalu.
Sarapan pagiPagi-pagi setelah melaksanakan sholat subuh, istriku sudah mulai mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarga kami, dan khusus untuk ku istri hanya menyiapkan kopi, telur rebus serta beberapa potong tempe goreng.
Setelah sarapan pagi, aku dan istriku segera menuju gudang belakang rumah kami untuk membereskan barang-barang yang ada disana agar tidak berantakan lagi.
Kami mensortir barang-barang yang masih bisa digunakan serta barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi, agar nantinya bisa dibuang atau dibakar.
Hal itu kami lakukan karena di gudang kami banyak barang-barang yang sebelumnya kami simpan sementara seperti botol-botol, karung beras bekas, mainan si kecil Alvira dan barang-barang lainnya.
Kami bekerja membereskan gudang belakang rumah kami sampai menjelang waktu makan siang. Dan kami cukup lelah membereskan barang-barang di gudang pada hari ini.
![]() | Kuah Pliek |
|---|---|
![]() | Menu lengkap |
Makan siangIstriku pun cukup lelah dan tidak sanggup untuk menyiapkan menu makan siang kami hari ini. Untuk itu kami meminta agar si Abang membeli lauk siap saji di Parang Sikureueng saja.
Si Abang pun segera membeli lauk siap saji agar kami bisa makan siang di hari ini walaupun istriku tidak sempat memasak dan menyiapkan menu makan kami, karena terlalu lelah membereskan gudang belakang kami.
Menjemur pakaianSetelah makan siang aku melaksanakan sholat Zuhur dan kemudian mulai menyiapkan postinganku untuk hari ini. Sementara istriku menjemur pakaian di halaman depan rumah kami.
Dalam beberapa hari terakhir hujan hampir setiap harinya turun di wilayah kami, tetapi hari ini cuaca lumayan cerah sehingga ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menjemur pakaian.
Mesjid H. Muhammad HanafiahUsai melaksanakan sholat ashar, aku mengajak istriku dan si kecil Alvira untuk keluar, karena kami akan berbelanja barang kebutuhan kami serta akan ke Desa Alue Drien Landeng untuk melihat pembongkaran rumah mertuaku.
Kami menuju ke Pertashop terdekat untuk mengisi Pertamax motor, dan kemudian baru menuju Landeng. Tetapi kami singgah sebentar di Mesjid H. Muhammad Hanafiah di Desa Tutong, karena si kecil Alvira ingin ke toilet.
Pembongkaran rumah mertuaSetelah si kecil Alvira selesai ke toilet, kami segera menuju rumah mertuaku yang tidak begitu jauh dari lokasi mesjid, sekitar 2 kilometer saja.
Sejak kemarin, rumah mertuaku yang berkonstruksi semi permanen ini sudah mulai dilakukan pembongkaran, karena akan bangun rumah yang baru dengan konstruksi beton.
Rumah ini sempat rusak karena diterjang oleh banjir pada bulan November 2025 kemarin, dan sebagian dindingnya terlepas dan tidak bisa digunakan lagi, yang membuat mertuaku harus mengungsi ke rumah kami dan juga rumah adik sampai saat ini.
Mereka sudah tidak betah lagi dan ingin segera kembali ke rumah mereka, sehingga proses pembongkaran dan pembangunan kembali rumahnya harus dikebut.
Para orangtua biasanya lebih suka dan lebih nyaman berada di rumah mereka sendiri, termasuk mertuaku yang masih mengungsi di rumah adik maupun ayah dan ibu kandungku yang baru kembali ke rumahnya kemarin, setelah mengungsi juga ke rumah adik dan kakakku di Lhokseumawe.
Berbelanja di Simpang RangkayaKami berada beberapa saat di rumah mertuaku untuk melihat proses pembongkaran rumah oleh tukang, dan kemudian kami segera menuju jalan pulang ke Matangkuli.
Kami singgah di Simpang Rangkaya untuk berbelanja barang-barang kebutuhan kami di tempat langganan.
Aktivitas jual-beli di pasar Simpang Rangkaya ini terlihat cukup ramai di sore ini, dimana hampir semua barang kebutuhan sehari-hari dijual disini sehingga pasar ini tidak hanya dikunjungi oleh warga setempat tetapi juga oleh warga sekitarnya.
Ayam gorengSelain membeli barang-barang kebutuhan seperti sayur-sayuran dan beberapa barang lainnya, kami juga membeli beberapa potong ayam goreng crispy permintaan si kecil Alvira.
Dan setelah selesai berbelanja, kami segera pulang ke rumah karena sebentar lagi akan tiba waktu sholat magrib untuk hari ini.
Dan kami segera makan malam ketika tiba di rumah agar bisa segera melaksanakan sholat magrib di rumah saja.
Ikan kerapu hasil pancingan adik.Sumber WA grup keluargaSetelah sholat magrib, aku membuka handphone dan melihat notifikasi di wa grup keluarga besar kami, dimana adikku memposting foto-foto saat ia memancing ikan tadi sore.
Dia mendapatkan beberapa ekor ikan kerapu yang cukup besar dan mengajak kami semua untuk berkumpul di rumah orangtua kami di malam ini untuk makan malam bersama.
Semua anggota keluarga besar kami sudah sepakat untuk berkumpul di rumah orang tua kami yang terletak persis di samping rumah kami.
Ayah dan ibu kami baru kembali ke rumahnya kemarin malam setelah sebulan lebih mereka mengungsi di rumah adikku dan rumah kakak, karena bencana banjir.
Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa kami ingin berkumpul bersama di rumah orangtua kami di malam ini.
![]() | Persiapan bakar ikan |
|---|---|
![]() | Menyiapkan arang batok |
![]() | Memanggang ikan |
Menyiapkan ikan panggangKebetulan adikku yang tadi siang memancing juga mendapatkan beberapa ekor ikan kerapu yang cukup besar-besar, dan ikan ini merupakan ikan kualitas ekspor.
Sehingga kami bersepakat untuk makan malam bersama di rumah orangtua kami di malam ini, karena sudah lama juga kami tidak bisa berkumpul bersama karena bencana banjir yang lalu.
Usai sholat magrib semua anggota keluarga besar kami, adik dan kakakku beserta anak-anak mereka sudah berada di rumah orang tua kami.
Aku dan adikku segera menyiapkan menu utama makan malam bersama di malam ini, yaitu ikan kerapu panggang.
Makan ikan panggang bersamaSetelah ikan panggang siap disajikan, kami pun makan malam bersama di malam ini, dimana hampir semua anggota keluarga besar kami ikut serta termasuk saudara kami yang tinggal dekat dengan rumah kami.
Hal ini membuat ayah dan ibuku terlihat cukup bahagia bisa berkumpul kembali bersama anak dan cucunya setelah lebih satu bulan terpaksa mengungsi akibat banjir.
![]() | Durian |
|---|---|
![]() | Si kecil dan sepupunya |
![]() | Ponakan kami |
![]() | Keseruan makan durian |
Makan durian bersamaSetelah selesai makan malam bersama, kemudian dilanjutkan dengan menikmati buah durian yang cukup manis, karena kakak sempat membeli buah durian, tadi saat menuju rumah orangtua kami.
Benar-benar seperti mukbang kami di malam ini, dimana setelah menikmati makan malam dengan menu utama ikan kerapu panggang, kemudian dilanjutkan dengan menikmati buah durian.
Anak-anak pun sangat bersemangat menikmati buah durian ini bersama sepupunya di rumah nenek mereka, di malam ini.
Suasana gembira yang penuh keakraban dan kehangatan ini membuat orangtua kami sangat senang, dimana di sisa-sisa usia mereka, masih bisa melihat anak dan cucunya berkumpul bersama.
Mereka berdua sudah cukup sepuh, dimana ayah kami sudah berusia 84 tahun dan ibu kami yang juga sudah sepuh. Dan kita tidak pernah tahu sampai kapan kebersamaan ini akan bisa kami jalani.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 



















Boleh ikutan mukbang gak pak? Hehe..😁 sudah lama sekali gak coba kuah pliek
Boleh Bu...🤭