Lelah yang Berkah: Kisah Kehidupan Kami di Pesantren”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo teman-teman Steemit semuanya, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi sedikit cerita tentang keseharian kami di pesantren. Kehidupan di pesantren bukanlah sesuatu yang mudah, namun di sanalah kami belajar tentang arti kesabaran, kedisiplinan, dan perjuangan dalam meraih impian.
Setiap hari kami disibukkan dengan kegiatan belajar dan mengajar yang tidak pernah lepas dari rutinitas. Jujur saja, belajar dan mengajar adalah aktivitas yang cukup berat dan melelahkan, baik secara fisik maupun pikiran. Namun, lelah itu tidak menjadi alasan bagi kami untuk menyerah. Justru dari rasa lelah itulah tumbuh semangat untuk terus melangkah, karena kami yakin bahwa setiap impian hanya bisa diraih dengan kerja keras dan kesungguhan. Tanpa usaha yang maksimal, hasil yang didapatkan hanyalah penyesalan dan kerugian yang besar.
Di pesantren, kegiatan kami tidak hanya terbatas pada mengaji di pagi dan malam hari. Selain itu, kami juga diwajibkan untuk mengikuti wirid bersama setiap sore sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak berhenti sampai di situ, kami juga harus menyetorkan hafalan-hafalan yang telah ditentukan. Semua kegiatan ini menuntut kedisiplinan tinggi dan konsistensi yang kuat.
Memang, jika dilihat dari luar, kehidupan di pesantren tampak sangat melelahkan. Namun di balik rasa capek dan penat itu, tersimpan kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ada kebersamaan, ada tawa, ada rasa syukur, dan ada ketenangan hati yang hanya bisa dirasakan ketika menjalaninya dengan ikhlas.
Dari sekian hari yang kami lalui, hari Jumat adalah hari yang paling kami tunggu-tunggu. Di hari itulah rasa lelah seakan menghilang. Setelah shalat Subuh, kami menikmati waktu kebebasan dengan melakukan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan sederhana, seperti bermain sepak bola, bulu tangkis, tenis meja, dan berbagai permainan lainnya. Kebahagiaan di hari Jumat benar-benar terasa, sederhana namun penuh makna.
Begitulah sedikit gambaran kehidupan kami di pesantren. Hidup dengan aturan, penuh perjuangan, namun sarat dengan pelajaran berharga yang akan menjadi bekal di masa depan.
Terima kasih banyak kepada teman-teman Steemit yang telah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini. Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi pengingat bahwa di balik setiap proses yang berat, selalu ada hasil dan hikmah yang indah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
