Kelompok Wahabi Sebetulnya Telah Lenyap? | Kajian Buku Islam Sontoloyo - Basa Basi

in Steem SEA3 months ago

Assalamualaikum Steem SEA Community, Selamat Malam Kawan-Kawan semuanya.
Tadinya saya ingin mengikuti The Diary Game, namun entah kenapa dalam benak saya lebih kuat untuk menuliskan perihal ini, jadi daripada jadi beban pikiran, lebih baik saya keluarkan.
Pertama-tama kita kenalan dulu. Saya hanyalah seorang pembaca buku, saya tidak punya gelar dan legitimasi keagamaan. Anggaplah saya dipostingan ini sebagai kawan yang hanya ingin cerita mengenai isi buku yang saya baca di tongkrongan, saya disini tidak menggurui kalian, tidak pula mencoba mempengaruhi kalian, lagipula siapa saya? postingan saya ini tidak akan membawa pengaruh apa-apa pada dunia.
Tetapi melalui tulisan ini, pada platform ini, Saya memercayakan tersedianya ruang aman untuk berbagi cerita, berbagi pikiran, berdiskusi dengan terbuka dan kepala dingin. Saya sangat terbuka dan menerima berbagai macam komentar, kritik, sanggahan dari kalian, apapun itu, tapi saya ingin reply dari kalian memiliki referensi agar kita semua bertumbuh. Saya rasa ini cukuplah sebagai Disclaimer...??? mari kita ke pembahasan.

1104251955_HDR.jpg

Buku yang akan saya bahas adalah buku terbitan basa basi berjudul Islam Sontoloyo yang ditulis oleh Ir. Soekarno. Meski cetakan pertama ini terbit pada Oktober 2017, tulisan asli ini sudah terbit pada tahun 1940. Jadi kita akan melihat sejarah Wahabi di tahun 1940.

1104251953a_HDR.jpg

Dalam BAB ME"MUDA"KAN PENGERTIAN ISLAM, Soekarno bercerita dan mengomentari suatu artikel tentang pemuda yang ditulis oleh Kyai Haji Mas Mansur. Pada bagian artikel "memperkatakan gerakan pemuda" Soekarno bercerita bahwa kaum Muhammadiyah terutama golongan tua akan menggaruk garuk kepalanya sewaktu membaca tulisan itu. Karena dalam tulisan dari Kyai Haji Mas Mansur itu secara terang-terangan memanggil kaum pemuda untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Sementara bagi kaum Muhammadiyah yang tua, hal ini akan membuat mereka menjadi sedikit 'cungak-cinguk' sebab mereka hidup di dalam suasana didikan tua, bahwa cinta tanah air adalah termasuk dosa Ashabiyah.

Lalu Soekarno melanjutkan dengan pembahasan Me'MUDA'kan Pengertian Islam, Soekarno mengajak kita untuk memikirkan kembali pengertian kita tentang islam, memikirkan kembali apakah kita sudah benar-benar paham tentang islam, apakah (beneran) tidak ada pemahakan kita tentang islam yang perlu dikoreksi?. Sorekarno mengajak kita memikirkan ulang tentang islam, agar dapat diterima oleh pemuda terutama pemuda intelektuil, karena pada saat itu ulama selalu mengeluh "apa sebabnya kaum pemuda intelektuil jauh kepada agama".

1104251953_HDR.jpg

Lalu kemudian soekarno membahas 5 Negara Islam yang tengah asik melakukan "Rethinking of Islam" diantaranya adalah: Turki, Mesir, Palestina, India, dan Arabia. Dan dipostingan ini Saya hanya membahas tanah kelahiran Wahabisme, Tanah Arab.

1104251945_HDR.jpg
Disini Soekarno bercerita tentang kejamnya tanah arab terutama sekali di Hijaz, tempatnya Wahabisme lahir, Sementara di bagian Hadramaut(Yaman) dijumpai aliran islam yang Mesum. (Mohon koreksinya jika saya salah tangkap)
Wahabisme dibangun oleh Imam Abdul Wahab di Hijaz pada bagian kedua dari abad kedelapan belas (sekitar tahun 1744) dan banyak berkembang ke berbagai daerah. (Bahkan disebutkan oleh Soekarno Wahabisme juga sampai pada 'Indonesia' di Bonjol Sumatra Barat melalui pergerakan Paderi oleh Tuanku Imam Bonjol.... Benarkah itu???)

1104251945a_HDR.jpg

Soekarno kemudian mengajak kita untuk merenungkan sebentar apa itu "Padang Pasir" dan "Wahabisme" yaitu: Kemurnian, Asli, Murni dan Asli seperti udara padang Pasir. Atau dengan Kalimat "Kembali kepada asal, kembali kepada Allah dan Nabi, Kembali kepada Islam sebagaimana di zamannya Muhammad!". Seperti itu kurang lebih prinsipnya pola pikirnya tagline-nya semboyan Wahabisme.

1104251946_HDR.jpg
Kemudian Soekarno menceritakan betapa angker dan kejamnya Wahabisme Ibn Saud dalam mempertahankan kemurnian Islam sebagaimana di zamannya Nabi Muhammad. Ibn Saud menolak segala hal yang modern, menolak kemajuan zaman, menolak apapun yang tidak ada di zaman Nabi. Bahkan membenci barang yang akan melemahkan sifat kelaki-lakian seperti kursi dan meja.
1104251946a_HDR.jpg
Tetapi, walaupun mau sekejam, sekuat apapun pendirian Ibn Saud dengan ideologi Wahabi-nya. Desakan zaman, desakan politik luar negeri dan dalam negeri. Ibn Saud pun tidak lagi idealis dengan ideologi wahabisme. Tidak lagi kejam, tidak lagi kolot, tidak lagi kuno. Soekarno menyebutkan singa ompong.

1104251946b_HDR.jpg
Ibn Saud 1920 bukanlah Ibn Saud 1940, Wahabisme tahun 1940 bukan lagi Wahabisme tahun 1920, perlahan-lahan Wahabisme kehilangan sifat kejamnya, angkernya, kemurniannya, kunonya, tuanya. Dan ulama-ulama tua yang berpaham wahabi tua ekstrim pun akan tergantikan oleh pemuda intelektuil yang mendurhakai pusaka Wahabisme Ibn Saud. (dan ditahun 2025 ini apakah ulama 'tua' wahabi masih hidup?).

1104251946d_HDR.jpg
Dengan begitu seharusnya kita tenang karena kelompok Wahabi tua yang kejam itu telah hilang, musnah seperti Mu'tazila, namun seperti kata Soekarno "Sejarah akan membuktikan kelak".
Mari kita buktikan bersama apakah kelompok Wahabi dan faham Wahabisme telah lenyap dimakan zaman?
Saya sendiri ingin membeli buku terbitan "baru" yang membahas Wahabi tapi ternyata penulis bukunya sendiri telah wafat pada tahun 1886, jadi buku ini hanya akan menumbuhkan kembali ketakutan akan faham Wahabi yang selalu digembor-gemborkan di pengajian. "WAHABI KAMU!!!"
Faw-Menolak-Wahabi.jpg

Bagi kamu yang memiliki sumber terpercaya dan kredibel tentang "Wahabi" di tahun 1941-2025 atau apapun itu seperti "bukti wahabi telah lenyap", "bukti wahabi masih ada", "begini sejarah kondisi tanah Arab Pasca Ibn Saud wafat". dan lain sebagainya.
Kalau dalam postingan ini terdapat kesalahan, mohon koreksinya.
Kalau dalam postingan ini menyinggung dan bikin sakit hati, saya mohon maaf.
kalau dalam postingan ini terdapat kekeliruan informasi, mohon luruskan.
Sekali lagi mari kita sama-sama belajar, mari kita sama-sama memperbaiki diri.
Selamat Malam, Terima Kasih, Wassalamu'alaikum