Petani Pidie Jaya Bangkit! Kementan RI Gulirkan 9,2 Ton Benih Jagung Hibrida untuk Korban Banjir Bandang
PIDIE JAYA – Harapan baru kembali menyala bagi para petani di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Pasalnya, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) secara resmi menyerahkan bantuan benih jagung hibrida dalam jumlah besar untuk membantu pemulihan ekonomi petani yang terdampak banjir bandang tahun lalu.
Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Meunasah Gampong Dayah Kruet. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian (Kadis Pertanian) Pidie Jaya, M. Nur Isga, S.P., M.Si.
Alokasi Bantuan untuk 7 Gampong
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Pertanian M. Nur Isga merincikan pembagian bantuan untuk tujuh gampong di Kecamatan Meurah Dua. Total lahan yang akan ditanami mencapai 103 Hektar (Ha) dengan total benih yang disalurkan sebanyak 1.545 Kg.
Adapun rincian penerima manfaat adalah sebagai berikut:
· Gampong Sarah Mane: Luas 13 Ha, menerima 195 Kg benih.
· Gampong Lhok Sandeng: Luas 15 Ha, menerima 225 Kg benih.
· Gampong Seunong: Luas 15 Ha, menerima 150 Kg benih.
· Gampong Blang Cut: Luas 10 Ha, menerima 150 Kg benih.
· Gampong Dayah Kruet: Luas 30 Ha, menerima 450 Kg benih.
· Gampong Mns. Raya: Luas 10 Ha, menerima 150 Kg benih.
· Gampong Mns. Bie: Luas 10 Ha, menerima 150 Kg benih.
Secara keseluruhan, bantuan benih jagung hibrida yang disalurkan untuk seluruh kelompok tani di Kecamatan Meurah Dua mencapai 1.545 Kg. Bantuan ini merupakan bagian dari total alokasi untuk Kabupaten Pidie Jaya yang mencapai 9.270 Kg benih, dengan cakupan lahan seluas 618 Hektar.
Ucapan Terima Kasih dan Pesan Tegas Bupati
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementan RI. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat krusial bagi petani di wilayahnya yang saat ini tidak bisa lagi bercocok tanam padi di sawah akibat kerusakan parah yang disebabkan oleh banjir bandang tahun lalu.
"Terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas bantuan ini kepada petani kami yang tak bisa lagi bercocok tanam padi di sawah akibat banjir bandang tahun lalu," ujar Bupati.
Ia juga berpesan kepada seluruh petani penerima manfaat agar segera mengolah lahan dan menanam benih tersebut dengan sungguh-sungguh demi mendapatkan hasil panen yang maksimal.
"Kepada petani, apa yang diberikan ini segera dikerjakan agar mendapat hasil yang bagus. Dan bibit tanaman jagung tersebut jangan dijual," tegasnya.
Harapan Baru di Lahan Terdampak
Langkah pergantian komoditas dari padi ke jagung hibrida ini menjadi solusi strategis bagi lahan-lahan pertanian di Meurah Dua yang dinilai sudah tidak produktif untuk padi pasca-bencana. Dengan bantuan benih ini, diharapkan roda perekonomian petani dapat kembali berputar dan ketahanan pangan di tingkat desa dapat segera pulih.
Pewarta: CM Cek Mad












