Aceh Synergy Ganti Tandon Pecah di Gampong Mns. Jurong, Perjuangkan Air Bersih untuk 82 Ribu Jiwa Menjelang Ramadhan

in Steem SEA8 days ago

IMG_20260212_112710_262.jpg
Penyerahan Tandon dari Aceh Synergy kepada Perwakilan penerima manfaat

PIDIE JAYA, 12 Februari 2026 – Dua setengah bulan pascabanjir bandang yang meluluhlantakkan sejumlah gampong di Kabupaten Pidie Jaya, krisis air bersih masih menjadi momok menakutkan bagi ribuan keluarga. Di Dusun Pante, Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, warga harus kembali pasrah melihat tandon penampungan air bantuan mereka pecah diterjang longsor susulan beberapa hari lalu. Menyahuti keluhan tersebut, Komunitas Relawan Aceh Synergy dari Banda Aceh bergerak cepat mengganti unit tandon baru agar program distribusi air bersih tidak terhenti di tengah jalan.

Mawardi Iskandar, Koordinator Program Air Bersih Aceh Synergy untuk wilayah Pidie Jaya, mengonfirmasi bahwa penggantian tandon dilakukan sebagai langkah darurat menjaga kontinuitas pasokan. Kepada Cek Mad dari media ini, pria yang akrab disapa Keuchik Mawardi itu menjelaskan bahwa kerusakan PDAM Tirta Krueng Meureudu akibat terjangan banjir bandang 26 November 2025 lalu berada dalam kategori berat dan total.

"Berdasarkan asesmen kami di lapangan, instalasi PDAM hancur dihantam material banjir. Pemerintah kabupaten memang sudah merencanakan pembangunan kembali, tetapi itu butuh waktu berbulan-bulan. Sementara kebutuhan air minum warga tidak bisa ditunda, apalagi kita hanya menghitung hari menuju bulan suci Ramadhan," ujar Mawardi dengan nada prihatin namun penuh tekad, Rabu (12/2/2026) di Posko Aceh Synergy Meurah Dua.

RESPON CEPAT DAN SOLUSI TEPAT

Atasan Mawardi di Banda Aceh, kata dia, langsung merespons laporan kerusakan tandon dengan membeli unit pengganti tanpa menunggu prosedur birokrasi panjang. Armada tangki air Aceh Synergy tetap beroperasi normal dari sumber air layak di luar wilayah bencana, kemudian mendistribusikannya ke titik-titik pengungsian dan permukiman terdampak paling parah.

"Kami tidak bisa membiarkan masyarakat antre air di lokasi yang tandonnya rusak. Begitu laporan masuk dari Keuchik Mulyadi selaku perwakilan warga, atasan kami langsung eksekusi pembelian. Sekarang tandon baru sudah terpasang dan distribusi air kembali berjalan," tegas Mawardi.

Ia menambahkan, antusiasme warga penerima manfaat menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para relawan yang setiap hari berjibaku dengan medan berat dan jadwal padat.

"Kami melihat langsung rasa syukur dan haru di wajah ibu-ibu dan anak-anak ketika tangki air tiba. Mereka benar-benar membutuhkan. Aceh Synergy berkomitmen melanjutkan kegiatan sosial kemanusiaan ini setidaknya hingga Idul Fitri nanti. Mudah-mudahan bantuan bisa terus mengalir," tutur Mawardi penuh harap.

KATA SAMBUTAN WARGA: IBARAT OASE DI TENGAH KESULITAN

Rasa syukur yang mendalam disampaikan langsung oleh perwakilan masyarakat penerima manfaat. Keuchik Mulyadi, tokoh masyarakat Mns. Jurong Teupin Pukat Kecamatan Meurah Dua Pidie Jaya, mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aceh Synergy.

"Atas nama seluruh warga di sini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Air Bersih Aceh Synergy. Respon yang cepat dan tepat terhadap keluhan kami sangat meringankan beban. Di saat akses air bersih menjadi barang langka pascabencana, kehadiran tangki-tangki air dari Aceh Synergy ibarat oase di tengah kesulitan. Bantuan ini tidak hanya menyelamatkan fisik, tetapi juga menyemangati kami untuk bangkit," kata Keuchik Mulyadi dengan nada terharu.

Ia menceritakan, selama dua bulan terakhir warga di dusunnya harus berjalan ratusan meter atau mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga masih tercemar lumpur dan limbah, sementara sumber air PDAM tidak berfungsi.

KOMITMEN ACEH SYNERGY: EVALUASI BERKELANJUTAN

Aceh Synergy menegaskan bahwa program bantuan air bersih ini akan dievaluasi secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan serta progres rehabilitasi infrastruktur air oleh pemerintah daerah.

"Kami tidak ingin program ini berhenti di tengah jalan. Kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun individu, terus kami butuhkan. Hak dasar warga atas air bersih harus tetap terpenuhi di masa transisi menuju pemulihan total," pungkas Mawardi.

Bencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—pada 26 November 2025 tercatat sebagai salah satu bencana hidrometeorologi terbesar tahun ini, menewaskan lebih dari seribu jiwa . Proses pemulihan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan 2026.
(CM)

Screenshot_20260212-114445.jpg

Screenshot_20260212-121730.jpg
Tandon yang pecah sebelum diganti

3zpz8WQe4SNGWd7TzozjPgq3rggennavDx3XPY35pEAVnpz6TJ3Jk2Udqs75DhQZUQ7NiiuPAN7FoYyk5mnYnNgWHMFyr9o5iZ7sp6mcnukAf3hFA1QrSH6iSsUomxuCApziHVecAd7Gp6kyCEfY.jpeg
Penyerahan Tandon dari penjual (Toko Adek Abang) kepada Perwakilan Aceh Synergy Pidie Jaya

IMG_20260212_111929_649.jpg