Banjir Bandang Pidie Jaya Robohkan Harapan, Kisah Pilu Sang Tulang Punggung Keluarga dan Motor 'Sakti' yang Masih Berderu

in Steem SEA3 months ago

IMG_20251130_172318_811.jpg

MEURAH DUA PIDIE JAYA – Bencana banjir bandang yang melanda Pidie Jaya tidak hanya menyisakan duka yang mendalam. Bagi Cut Lidan, seorang ayah dari tiga orang anak asal Mns. Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, bencana ini juga memutus urat nafkah keluarganya. Kendaraan satu-satunya, sebuah sepeda motor Honda Tiger yang menjadi tumpuan hidup, masih jalan setelah terendam air bah.

Dalam kondisi lelah dan wajah yang dipenuhi kepiluan, Mantan Keuchik Gampong setempat itu menuturkan kisahnya kepada Cek Mad dari media ini. "Ini motor satu-satunya yang saya andalkan untuk segala keperluan. Untuk mencari nafkah, untuk mengantar anak, untuk segala mobilitas saya sebagai kepala keluarga," ujarnya dengan suara lirih, menggambarkan betapa krusialnya fungsi kendaraan tersebut bagi kelangsungan hidup keluarganya.

Motor yang dimaksud bukanlah motor biasa. Beberapa bulan silam, bodi Honda Tiger itu dibalut striker berwarna-warni, mengusung slogan "Pemenangan Gubernur Muzakir Manaf dan Fadlullah". Dahulu, ia adalah bagian dari gelora demokrasi, striker yang tak pernah dibuka itu menjadi saksi bisu perjalanan kampanye hingga kemenangan. Kini, di tengah lumpur sisa banjir, striker itu seperti menjadi simbol ironi; pesan "kemenangan" itu kini tertutup oleh lumpur dan kesedihan.

"Semua lumpuh total sekarang. Tanggung jawab saya sebagai tulang punggung keluarga seperti terhenti. Tanpa motor, bagaimana saya bisa mencari nafkah untuk istri dan ketiga putra-putri saya?" keluh Cut Lidan, suaranya bergetar menahan beban yang terasa kian berat. Ia menyatakan dengan jelas bahwa dalam kondisi pasca-bencana yang serba sulit ini, tidak ada dana yang bisa dianggarkan semuanya telah hanyut dan terendam air bah dan lumpur.

Kisah Cut Lidan ini adalah potret nyata dari ratusan bahkan ribuan korban banjir bandang di Pidie Jaya. Bencana tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan alat transportasi yang menjadi nadi perekonomian warga kecil. Sementara bantuan dan perhatian berduyun-duyun datang, perhatian terhadap alat transportasi sebagai penopang ekonomi keluarga seringkali terabaikan.

Honda Tiger kesayangannya yang dulu setia membawanya kemana-mana, kini masih membantunya dalam segala hal. Striker kampanye Muzakir Manaf yang masih melekat kuat kini hanya menjadi pengingat akan sebuah harapan yang dulu. Pemulihan Pidie Jaya tidak hanya tentang membangun kembali jalan dan jembatan, tetapi juga tentang mengembalikan harapan dan kemampuan warga seperti Cut Lidan untuk bisa kembali berdiri, mengayomi, dan melanjutkan hidup. (CM)

IMG_20251130_172338_905.jpg