Banjir Bandang Terjang Dayah Peninggalan Abi Anwar Blang Cut di Pidie Jaya
PIDIE JAYA – Dayah Mudil Hasani Al-Aziziyah di Gampong Mns. Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengalami kerusakan parah dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Dayah yang merupakan peninggalan ulama besar Aceh, Abi Anwar Blang Cut, ini kini dipimpin oleh Waled Jalussayuti, yang menyatakan kondisi dayah porak-poranda pasca-bencana.
Kejadian berlangsung ketika air bah melanda permukiman dan kompleks dayah secara tiba-tiba. Saat banjir mencapai puncaknya, Ummi (istri almarhum Abi/pengasuh dayah) bersama anak-anaknya terpaksa mengungsi ke bagian atap rumah dayah setelah air masuk dengan cepat ke dalam bangunan. Mereka terkungkung di lokasi tersebut selama tiga hari penuh tanpa akses bantuan yang langsung tiba.
“Pada malam pertama, kami sempat mengamankan diri di atap karena air terus naik dengan deras. Suasana malam itu sangat mencekam, kami hanya bisa berdoa dan berharap air segera surut,” tutur Ummi yang masih trauma dengan kejadian itu. Selama tiga hari, mereka bertahan dengan persediaan makanan seadanya sambil menunggu bantuan evakuasi.
Waled Jalussayuti, pimpinan dayah, kepada Cek Mad dari media ini menginformasikan bahwa selain bangunan utama dayah yang rusak berat, sejumlah kitab-kitab kuno, perlengkapan belajar mengajar, serta sarana ibadah juga ikut hanyut atau rusak terendam air. “Perkiraan sementara kerugian mencapai Rp500 juta. Ini benar-benar ujian berat bagi kami, terutama karena dayah ini adalah pusat pendidikan dan spiritual masyarakat setempat,” ujarnya.
Dayah Mudil Hasani Al-Aziziyah sendiri telah berdiri sejak masa Abi Anwar Blang Cut, seorang ulama yang sangat dihormati di Pidie Jaya. Dayah ini tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga pusat pengembangan masyarakat dan nilai-nilai Islam. Kerusakan yang terjadi dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas belajar puluhan santri yang tinggal di sana.
Bencana banjir bandang di Pidie Jaya dalam sepekan terakhir telah mempengaruhi ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. Pemerintah setempat bersama relawan telah melakukan pendistribusian bantuan logistik dan melakukan assessment kerusakan. Namun, akses menuju lokasi dayah sempat terhambat karena jalur yang terputus.
Masyarakat dan alumni dayah mulai menggalang dukungan untuk pemulihan. Donasi dan tenaga relawan terus dikumpulkan untuk membersihkan lumpur, melakukan perbaikan darurat, dan mengembalikan aktivitas dayah. “Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat membantu kami membangun kembali dayah ini. Ini bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang menjaga warisan ilmu dan keteladanan Abi Anwar,” pungkas Waled Jalussayuti.
Sampai berita ini diturunkan, proses pemulihan masih terus dilakukan. Keluarga dayah dan santri yang mengungsi sementara mulai kembali, meski dengan kondisi fasilitas yang sangat terbatas. Diharapkan, dengan solidaritas berbagai pihak, Dayah Mudil Hasani Al-Aziziyah dapat kembali berfungsi sebagai mercusuar pendidikan di Pidie Jaya.
Editor : CM Cek Mad







Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟