Banjir Susulan di Pidie Jaya: Rumah Penuh Lumpur, Jalan Tertimbun, Warga Minta Buldoser Segera Dikerahkan

in Steem SEA2 hours ago

IMG-20260411-WA0034.jpg

Pidie Jaya – Genangan air akibat luapan Krueng Meureudu yang terjadi pada Rabu malam (8/4/2026) lalu kini telah surut. Namun, duka baru menyelimuti warga di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Pasca banjir, ribuan meter kubik lumpur bercampur puing kini menggenangi permukiman dan ruas jalan utama, mengulang trauma bencana bandang yang melanda kawasan tersebut tahun lalu.

Memasuki hari ketiga pasca banjir, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Berdasarkan pantauan langsung Cek Mad di lokasi, suasana di Gampong Pante Beureune, Meunasah Mancang, dan Dayah Usen masih jauh dari kata pulih. Rumah-rumah warga yang baru saja selesai dibersihkan dari banjir bandang tahun lalu, kini kembali dipenuhi endapan lumpur tebal.

"Rumah sudah bersih walau tak seratus persen dari kejadian tahun lalu, sekarang kotor lagi. Lumpur di dalam rumah setinggi betis orang dewasa," ujar warga yang ditemui di sela-sela membersihkan perabotan yang tertimbun material.

Tidak hanya permukiman, akses logistik dan evakuasi juga terancam lumpuh. Ruas jalan utama di Gampong Pante Beureune yang menghubungkan ke dua Gampong tetangga, yaitu Meunasah Mancang dan Dayah Usen, saat ini tertutup total oleh lapisan lumpur licin setinggi lebih dari 30 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas, memutus akses warga untuk mendapatkan bantuan dan kebutuhan pokok.

Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa Gampong lainnya di sepanjang aliran Krueng Meureudu, meskipun dengan skala yang berbeda.

Warga Desa Minta Pemerintah Turun Tangan

Munardi (45), salah seorang warga Gampong Pante Beureune, menyampaikan harapan mendesaknya melalui berita ini. Ia menilai bahwa alat berat jenis buldoser sangat krusial dibutuhkan saat ini untuk membuka akses jalan yang tertimbun lumpur.

"Kami mohon kepada pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, untuk segera mengirimkan buldoser. Jalan setapak pun tidak bisa lewat karena lumpur sangat tebal. Setelah pembersihan lumpur ini, akses jalan ke Gampong Meunasah Mancang dan Dayah Usen bisa lancar kembali. Kami hanya butuh jalan dulu, karena persediaan makanan mulai menipis," pinta Munardi dengan nada terisak.

Warga berharap pemerintah segera merespon situasi ini. Selain pengiriman buldoser untuk pembersihan lumpur, bantuan makanan siap saji, air bersih, dan alat kebersihan juga dinilai sangat mendesak untuk mencegah timbulnya wabah penyakit pascabencana.

Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya masih melakukan pendataan jumlah kerugian material dan warga yang terdampak. Pemerintah setempat diharapkan segera mengerahkan alat berat untuk membuka isolasi di tiga Gampong tersebut sebelum dampak kemanusiaan semakin meluas.
(CM)

IMG-20260411-WA0033(1).jpg

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.32
JST 0.070
BTC 72887.69
ETH 2238.58
USDT 1.00
SBD 0.50