CYDC dan Mitra Donor Fasilitasi Air Bersih untuk 1.000 Disabilitas, Lansia, dan Warga Rentan Korban Banjir-Longsor di Pidie Jaya
MEUREUDU PIDIE JAYA, - CYDC (CHILDREN YOUTH & DISABILITIES FOR CHANGE) Pidie Jaya melaksanakan aksi tanggap darurat dengan menyasar 1.000 penerima manfaat dari kelompok disabilitas, lansia, dan warga rentan yang terdampak banjir dan longsor (Bajir-Long) di dua kecamatan, yaitu Meureudu dan Meurah Dua. Bantuan yang diberikan berupa Water Bag Portable berkapasitas 10 liter, dirancang khusus untuk memudahkan penyimpanan dan pembawaan air bersih.
Aksi kemanusiaan ini difasilitasi oleh para donor, yaitu Fidia Tim dan Yayasan ISTAID, yang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi darurat di Pidie Jaya. Distribusi air bersih ini menjadi sangat kritikal mengingat beberapa alasan mendesak. Pertama, sistem penyediaan air PDAM Krueng Meureudu mengalami gangguan berat akibat terdampak banjir, sehingga pasokan air bersih layak minum bagi masyarakat terputus. Kedua, kedatangan bulan suci Ramadhan yang sudah di depan mata menuntut ketersediaan air yang cukup untuk kebutuhan konsumsi, ibadah, dan sanitasi warga.
"Kami menemukan bahwa kebutuhan air bersih layak minum saat ini sangat tinggi, sementara akses terhadap sumber air yang aman sangat terbatas pasca-bencana. Melalui bantuan water bag portable ini, diharapkan kelompok yang paling rentan dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama dalam menyambut Ramadhan," ungkap Fajrillah, Koordinator CYDC untuk Pidie Jaya, dalam keterangannya.
Tidak hanya melakukan distribusi, dalam kesempatan yang sama CYDC juga melakukan praktik baik penyediaan akses air minum dengan memanfaatkan fasilitas penyaringan air milik lembaga UNSYIAH yang berlokasi di Komplek Masjid Agung Pante Gelima. Di lokasi ini, warga dapat mengisi ulang water bag mereka dengan air yang telah melalui proses filtrasi sehingga layak konsumsi.
Kombinasi antara penyediaan wadah air portabel dan titik pengisian air bersih yang terjamin kualitasnya dinilai sebagai solusi yang cukup membantu dan efektif dalam kondisi darurat. Metode ini tidak hanya memberikan alat tampung, tetapi juga memastikan akses terhadap sumber air yang aman.
"Keberadaan titik isi ulang yang bekerja sama dengan UNSYIAH di kompleks masjid memudahkan warga. Ditambah lagi dengan kantong penampungan air yang praktis, bantuan ini tepat sasaran, terutama untuk saudara-saudara kita dari kalangan disabilitas dan lansia yang mobilitasnya terbatas," tambah Fajrillah.
Aksi kolaboratif antara CYDC, para donor, dan lembaga pendidikan (UNSYIAH) ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak bencana sekaligus memastikan mereka dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih nyaman dan layak. Dukungan dari berbagai pihak terus dibutuhkan untuk pemulihan jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur air bersih di wilayah Pidie Jaya. (CM)

