Mengemban Amanah di Tengah Ujian: Dukungan Ridwan Husin untuk Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya

Drs. H. Ridwan Husin Wakil Ketua MPD Kabupaten Pidie Jaya
Meureudu Pidie Jaya – Suasana khidmat menyelimuti Aula Cot Trieng, Kantor Bupati Pidie Jaya, pada Rabu malam, 8 April 2026. Di malam itu, sebanyak 22 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, didampingi Wakil Bupati Hasan Basri .
Salah satu momen paling dinanti dalam pelantikan tersebut adalah pengukuhan T. Muhali, SE., M.Si.Ak sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie Jaya. Di tengah derasnya rotasi birokrasi yang bertujuan menyegarkan tata kelola pemerintahan, posisi ini dianggap sebagai garda terdepan dalam memulihkan kembali wajah pendidikan daerah yang sempat terpuruk akibat bencana .
Dukungan Penuh dari MPD
Di sela-sela acara, Wakil Ketua Majelis Perwakilan Daerah (MPD) Kabupaten Pidie Jaya, Drs. H. Ridwan Husin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya yang tulus kepada pejabat yang baru dilantik.
"Dengan penuh rasa hormat, saya mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Bapak T. Muhali, SE., M.Si.Ak atas amanah baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Ridwan Husin dengan nada penuh harap.
Lebih lanjut, Tokoh Pendidikan senior ini menyelipkan pesan mendalam terkait urgensi sektor yang kini dipimpin oleh T. Muhali. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bukan sekadar institusi birokrasi biasa, melainkan fondasi utama bagi masa depan generasi Pidie Jaya.
"Keberadaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah nadi kehidupan daerah. Ilmu pengetahuan adalah kekuatan, dan kebudayaan adalah identitas kita. Saya titipkan masa depan anak-anak Pidie Jaya di pundak beliau," tegas Ridwan Husin.
Tantangan Pemulihan Pasca Bencana
Ucapan selamat yang diberikan Ridwan Husin bukanlah sekadar basa-basi seremonial. Di balik jabatan strategis yang disandang T. Muhali, terdapat tumpukan pekerjaan rumah yang sangat berat.
Kabupaten Pidie Jaya masih dalam masa pemulihan pasca bencana banjir bandang dahsyat yang melanda pada akhir November 2025 lalu. Data terkini menunjukkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak .
Meskipun proses belajar mengajar (KBM) sudah mulai berjalan, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 120 sekolah, mulai dari SD hingga SMP, terdampak. Beberapa sekolah seperti SMP Negeri 1 Meurah Dua dan SMA Negeri 2 Meureudu bahkan masih terpaksa melaksanakan KBM di tenda atau gedung alternatif karena bangunan utama masih tertimbun lumpur setinggi dua meter .
Siswa-siswi datang tanpa seragam lengkap, buku-buku hanyut, dan fasilitas belajar hancur. Bahkan, beberapa sekolah yang bangunannya masih berdiri pun harus dipugar karena rusak berat .
Angin Segar Revitalisasi
Namun, di tengah kabar duka tersebut, ada secercah harapan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menggelontorkan dana segar sebesar Rp86,7 miliar khusus untuk merevitalisasi 72 sekolah di Pidie Jaya .
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa program ini merupakan prioritas untuk daerah terdampak bencana. "Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi," ujarnya saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu .
Dari dana tersebut, puluhan sekolah akan direhab total, termasuk pembangunan sekolah baru yang dikerjakan oleh TNI AD, dengan target sebagian besar selesai pada awal tahun ajaran baru Juni 2026 dan sisanya pada November 2026 .
Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Baru
Dengan dilantiknya T. Muhali, publik Pidie Jaya berharap agar program revitalisasi besar-besaran ini dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran. Dukungan penuh dari tokoh masyarakat seperti Ridwan Husin menjadi modal sosial yang penting bagi pejabat baru untuk segera "tancap gas" bekerja.
"Mudah-mudahan dengan niat yang ikhlas dan kerja keras, Bapak T. Muhali mampu membawa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bangkit lebih cepat, membangun sekolah-sekolah yang lebih tangguh, dan mencerdaskan anak-anak Pidie Jaya yang gigih berjuang di tengah keterbatasan," pungkas Ridwan Husin mengakhiri pesannya.
Pelantikan ini bukan hanya soal pergantian kursi kepemimpinan, tetapi merupakan simbol kebangkitan pendidikan Pidie Jaya dari puing-puing bencana menuju masa depan yang lebih cerah.
(CM)

