Pasca Banjir Bandang, SD Negeri 3 Meurah Dua Diresmikan Siap Rehabilitasi: Sekda dan Dompet Dhuafa Tinjau Kesiapan
PIDIE JAYA – Bangkit dari keterpurukan pasca bencana, SD Negeri 3 Meurah Dua secara resmi dinyatakan siap memasuki tahap rehabilitasi pascabanjir bandang yang melanda. Acara peresmian kesiapan tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, menandai titik awal pemulihan total fasilitas pendidikan yang rusak.
Acara simbolis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya dan Kepala Dinas Pendidikan setempat, bersama mitra strategis, Dompet Dhuafa, yang berperan besar dalam proses respons tanggap darurat dan persiapan rehabilitasi. Kehadiran pejabat tinggi ini menggarisbawahi perhatian serius pemerintah daerah terhadap pemulihan sektor pendidikan pasca bencana.
SD Negeri 3 Meurah Dua, yang dikepalai oleh Ibu Elida Fitri, S.Pd., merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas publik yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya pada 26 November lalu. Bencana tersebut tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas belajar mengajar ratusan siswa di sekolah itu.
Namun, suasana muram mulai sirna. Tampak jelas perubahan signifikan di lingkungan sekolah. Bangunan yang sebelumnya kotor dan penuh sisa lumpur kini telah dicat ulang secara rapi dan bersih. Halaman sekolah yang semula dipenuhi lumpur dan puing-puing kini telah dibersihkan, memberikan harapan dan semangat baru bagi siswa dan guru. Pengecatan dan pembersihan ini merupakan bagian dari fase persiapan sebelum rehabilitasi struktur dan fasilitas pembelajaran yang lebih mendalam dilakukan.
Dalam sambutannya, Sekda Pidie Jaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa dan seluruh relawan yang telah bekerja keras membantu proses pemulihan. “Pendidikan tidak boleh berhenti. Kesiapan rehabilitasi ini adalah komitmen kita bersama untuk mengembalikan hak anak-anak Meurah Dua atas lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kami berterima kasih atas solidaritas semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dompet Dhuafa menyatakan bahwa tahap selanjutnya adalah rehabilitasi menyeluruh, yang akan mencakup perbaikan ruang kelas, perpustakaan, fasilitas sanitasi, serta pengadaan peralatan belajar yang hilang atau rusak. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup pendampingan psikososial untuk membantu pemulihan trauma bagi siswa dan guru.
Ibu Eliyani, S.Pd., selaku Kepala Sekolah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan optimismenya. “Lumpur telah hilang, semangat kami kembali tumbuh. Dukungan dari pemerintah dan Dompet Dhuafa membuat kami yakin bahwa proses belajar mengajar akan segera kembali normal, bahkan di lingkungan yang lebih baik,” katanya sambil menunjuk kondisi sekolah yang sudah jauh lebih rapi.
Dengan ditandatanganinya berita acara peresmian kesiapan rehabilitasi, SD Negeri 3 Meurah Dua resmi memasuki babak baru. Diharapkan, dalam beberapa bulan ke depan, proses rehabilitasi dapat diselesaikan sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan penuh keceriaan, mengubur kenangan pahit banjir bandang yang sempat menggenangi tempat mereka menimba ilmu. (CM)




