Pemkab Pidie Jaya Salurkan 4.501 Paket Sembako dan Kompor Gas untuk Korban Banjir dan Longsor: Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

in Steem SEA21 days ago

IMG-20260310-WA0006 (1) (1).jpg

Meureudu, 10 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah dengan menyalurkan bantuan paket kompor dan tabung gas LPG kepada ribuan kepala keluarga yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah setempat. Penyaluran bantuan yang berlangsung di Gudang Bulog Pidie Jaya pada Selasa pagi ini dipimpin langsung oleh Bupati H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, didampingi Wakil Bupati Hasan Basri, ST, MM.

Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kecamatan beberapa waktu lalu mengakibatkan rusaknya sejumlah fasilitas umum dan rumah warga, termasuk peralatan dapur yang hanyut atau rusak akibat terjangan banjir dan longsor. Sebagai respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat, Pemkab Pidie Jaya mengerahkan jajaran terkait untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Tampak mendampingi Bupati dan Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Pidie Jaya, serta Camat Meureudu dan Camat Meurah Dua. Kehadiran para pejabat kewilayahan ini bertujuan untuk memastikan data penerima manfaat akurat dan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat gampong.

Bantuan yang disalurkan disambut antusias oleh para keuchik dan perwakilan warga yang hadir. Berdasarkan data dari Dinas Sosial setempat yang dihimpun melalui laporan keuchik, total penerima bantuan pada tahap ini mencapai 4.501 orang, yang terbagi dalam dua klaster wilayah terdampak. Klaster pertama mencakup warga dari Gampong Meunasah Teungoh, Gampong Blang, Dayah Kruet, Beuringen, Meunasah Jurong, Meunasah Bie, Lueng Bimba, dan Buangan, dengan total 1.364 penerima. Sementara itu, klaster kedua menjangkau warga di Manyang Lancok, Manyang Cut, Beurawang, Mesjid Tuha, dan Meunasah Lhok, dengan total penerima mencapai 3.137 orang.

Bupati Sibral Malasyi dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan berupa tabung dan kompor gas ini bukan sekadar barang, melainkan simbol kehadiran negara di tengah kesusahan warganya. "Kami memahami bahwa pascabencana, kebutuhan paling mendasar adalah makanan. Untuk bisa memasak, mereka membutuhkan peralatan. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mengembalikan kehidupan normal warga secepat mungkin," ujar Bupati di hadapan para penerima bantuan.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada tanggap darurat, tetapi juga pada fase pemulihan. Bantuan peralatan dapur ini diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, sehingga mereka tidak perlu mengalokasikan dana untuk membeli peralatan baru dan dapat fokus pada perbaikan hunian serta pemulihan mata pencaharian.

"Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan terus hadir di tengah masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga serta mendukung masyarakat untuk kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal. Jangan menyerah, kita akan bangkit bersama," tegas Bupati H. Sibral Malasyi.

Salah satu keuchik dari Gampong Beuringen, yang turut hadir menerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, ini sangat membantu warga kami. Peralatan dapur banyak yang rusak dan hanyut, sehingga dengan adanya kompor dan tabung baru ini, ibu-ibu bisa kembali memasak untuk keluarga," ungkapnya.

Kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pemkab Pidie Jaya berencana akan terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari program bantuan pemulihan pascabencana ini.

Sumber : Prokopim/Yuni.
(CM)

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.32
JST 0.060
BTC 66734.36
ETH 2031.91
USDT 1.00
SBD 0.50