Pendiri di Perantauan Berduka, Balai Pengajian Darul Muta'allimin Rp.65 Juta Porak-Poranda Diterjang Banjir Bandang

in Steem SEA27 days ago (edited)

IMG-20251209-WA0504.jpg

PIDIE JAYA – Gelombang musibah banjir bandang yang menyapu Kabupaten Pidie Jaya tak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga menghancurkan salah satu pusat pendidikan agama. Balai Pengajian Darul Muta'allimin di Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerugian material mencapai Rp.65 juta.

Bangunan yang menjadi tempat puluhan santri menimba ilmu agama itu rusak berat. Material bangunan dan perlengkapan pengajian berserakan atau hanyut diterjang derasnya air bah. Aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan total hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Lembaga yang memiliki akar sejarah kuat dalam mendidik generasi muda ini didirikan dan dipimpin oleh Tgk. Dedi Sabri. Kini, kepemimpinan dilanjutkan oleh Tgk. Munawir Khairi. Meski berada jauh di perantauan, Tgk. Dedi Sabri yang sedang berlayar sebagai awak kapal di wilayah Laut Maluku dan Sulawesi menyatakan kesedihan mendalam. Melalui pesan WhatsApp kepada Cek Mad dari Media ini sang pendiri mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa kampung halaman, keluarga, dan balai pengajian yang ia dirikan.

"Kami sungguh berduka. Ini adalah ujian dari Allah SWT. Balai tempat kami mengajar dan beribadah kini rusak berat. Buku-buku, peralatan, dan semua yang ada di dalamnya banyak yang hilang atau rusak," ujar Tgk. Munawir Khairi, pimpinan balai pengajian saat ini, dengan suara lirih di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan bahwa tim kecil yang tersisa sedang fokus mengevakuasi sisa-sisa perlengkapan yang masih bisa diselamatkan dan mendata kerusakan secara lebih rinci. "Kami membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari semua pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas untuk membangun kembali balai pengajian ini. Yang paling penting, kami ingin anak-anak santri bisa kembali belajar dengan nyaman secepatnya," tuturnya.

Kehancuran balai pengajian ini merupakan pukulan ganda bagi warga Gampong Teupin Pukat. Selain kehilangan harta benda pribadi, mereka juga kehilangan "benteng" spiritual dan moral bagi anak-anak mereka. Terganggunya aktivitas pengajian menambah beban psikologis warga yang sedang berjuang memulihkan diri dari bencana.

Meski berat, semangat untuk bangkit mulai tampak. Relawan lokal bersama aparat setempat telah memulai proses pembersihan lumpur dan puing-puing dari lokasi bangunan. Solidaritas masyarakat mulai mengalir, meski masih sangat terbatas dibandingkan dengan besarnya kebutuhan.

Dengan kerugian yang mencapai puluhan juta rupiah, jalan untuk membangun kembali Balai Pengajian Darul Muta'allimin masih panjang. Namun, harapan untuk melihat mercusuar ilmu agama itu kembali menyala di hati masyarakat Pidie Jaya tetap menjadi semangat utama Tgk. Munawir, seluruh santri, dan para orang tua.

Editor: CM Cek Mad