Relawan BNPB dan Pramuka Pidie Jaya Tak Kenal Lelah Distribusikan Air Bersih dan Tekan Debu Jalan Protokol
PIDIE JAYA – Dua bulan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada 26 November 2025, upaya pemulihan dan bantuan kemanusiaan terus berlanjut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama-sama dengan para anggota Pramuka Pidie Jaya menunjukkan komitmen nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama penyediaan air bersih.
Di garis depan aksi harian ini adalah Munandar, seorang relawan multitalenta yang bertindak sebagai supir mobil tangki air. Setiap hari, dia bersama adik-adik Pramuka Pidie Jaya berkeliling ke dua kecamatan yang paling parah terdampak, yaitu Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Tugas mereka tidak hanya mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan minum dan masak warga, tetapi juga menyiram jalan-jalan protokol untuk mengurangi debu yang masih menjadi masalah pascabencana.
“Kami berusaha memastikan air bersih bisa diakses warga di titik-titik yang mudah dijangkau. Mobil tangki kami isi di sumber air yang telah disiapkan, lalu kami bagikan ke tempat-tempat penampungan yang diletakkan di simpang lorong dan depan rumah penduduk,” ujar Munandar kepada Cek Mad dari media ini, saat sedang bertugas.
Hari ini, Rabu (29 Januari 2026), tim yang dipimpin Munandar kembali melanjutkan misi kemanusiaannya. Distribusi air bersih difokuskan di Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, di mana banyak keluarga masih bergantung pada bantuan air bersih dari luar. Sementara itu, di jalur utama, tim juga menyiram Jalan Iskandar Muda untuk mengurangi polusi debu yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan kebersihan lingkungan.
Aksi penyiraman jalan ini bukan sekadar kegiatan tambahan. Jalan-jalan protokol di dua kecamatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan lalu lintas. Debu tebal yang beterbangan pasca banjir bandang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan pernapasan bagi pengendara dan warga sekitar. Dengan penyiraman rutin, tim BNPB dan Pramuka membantu memperbaiki kualitas udara dan lingkungan.
“Ini sudah jadi rutinitas kami sejak bencana terjadi. Meski lelah, melihat senyum dan rasa terima kasih warga menjadi penyemangat tersendiri. Apalagi adik-adik Pramuka ini sangat antusias dan energik, mereka jadi tulang punggung dalam mengatur penyaluran dan membantu warga mengisi jerigen,” tutur Munandar lebih lanjut.
Kolaborasi antara BNPB dan Pramuka Pidie Jaya ini menjadi contoh nyata sinergi dalam penanganan pascabencana. Dengan semangat gotong royong, mereka memastikan bahwa bantuan tidak hanya sampai, tetapi juga berkelanjutan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih. Diharapkan, aksi seperti ini dapat meringankan beban warga Pidie Jaya yang masih berjuang membangun kembali kehidupannya setelah diterjang banjir bandang dua bulan silam.
(CM)


