Setelah Banjir Bandang, PMI Pidie Jaya Jadi 'Nadi' Pasokan Air Bersih untuk Warga yang Terputus"
PIDIE JAYA. -Hampir satu setengah bulan pasca bencana banjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya,krisis air bersih masih menjadi bayang-bayang panjang bagi korban. Dengan infrastruktur air PDAM Tirta Krueng Meureudu yang porak-poranda, Palang Merah Indonesia (PMI) setempat menjadi garda terdepan yang setiap hari mengisi kekosongan itu, mengantarkan air bersih ke titik-titik penampungan di berbagai gampong yang terdampak.
Kegiatan operasi tanggap darurat jangka panjang itu masih terus berjalan.Setiap harinya, mobil tangki air bersih PMI Pidie Jaya melintasi jalan-jalan di wilayah terdampak, menjadi pemandangan yang sekaligus menghibur dan vital bagi warga. Salah satu titik distribusi yang masih aktif berada di Gampong Mns. Jurong, Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua.
Di lokasi tersebut, warga dengan berbagai wadah antre untuk mendapatkan jatah air bersih yang akan digunakan untuk minum, masak, dan mandi. Ketergantungan pada pasokan air bantuan ini masih tinggi, mengingat perbaikan jaringan PDAM diperkirakan masih memerlukan waktu.
Seorang petugas mobil tangki air bersih PMI, dalam percakapan dengan Cek Mad dari media ini, menegaskan komitmen tanpa lelah lembaganya. "Kami siap memasok air bersih di mana dan kapan pun demi membantu warga yang membutuhkannya. Selama jaringan air belum pulih total, kami akan terus mengupayakan bantuan ini," ujarnya sambil memantau proses pengisian air di penampungan darurat.
Bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah dan lahan, tetapi juga menghancurkan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih. Kerusakan parah pada sistem perpipaan dan instalasi PDAM membuat pasokan air ke ribuan sambungan rumah terhenti total. Dalam situasi inilah, bantuan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak untuk mencegah timbulnya wabah penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat.
Relawan dan staf PMI Pidie Jaya bekerja secara bergiliran untuk memastikan distribusi air berjalan lancar. Mereka tidak hanya membawa air ke titik-titik yang mudah diakses, tetapi juga berupaya menjangkau lokasi-lokasi yang terisolir akibat rusaknya jalan.
"Kami berterima kasih kepada PMI. Air ini sangat membantu kami sehari-hari. Cuma berharap PDAM cepat diperbaiki agar kehidupan bisa benar-benar normal kembali," ungkap salah seorang warga di Gampong Mns. Jurong yang sedang mengisi jerigen.
Upaya PMI ini merupakan bagian dari fase tanggap darurat berkelanjutan yang bertujuan memenuhi kebutuhan dasar korban bencana. Koordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memantau perkembangan perbaikan infrastruktur permanen.
Sementara nadi kehidupan normal warga Pidie Jaya belum sepenuhnya berdenyut,kehadiran mobil tangki air bersih PMI di pinggir-pinggir jalan menjadi simbol ketangguhan dan kepedulian. Perjuangan mengantarkan setetes air bersih di tengah keterpurukan pasca-bencana adalah bukti nyata bahwa bantuan kemanusiaan terus mengalir, menghidupi harapan warga untuk bangkit kembali. (CM)
