Menjemput adik pulang sekolah dan memperbaiki kompor di dapur
Salam hangat teman-teman...
Sejak matahari bersinar aku memulai pagi dengan membuka ponsel melihat jam, lalu mengecek beberapa notifikasi baru dari salah satu aplikasi komunikasi di handphone yaitu WhatsApp. Aku membalas beberapa pesan komunikasi dengan teman, serta melihat isi beberapa grub yang sedang aktif. Tak lama kemudian mencuci muka dan menggosok gigi di kamar mandi. Lalu menjenguk cuaca diluar yang mulai cerah, rencanaku ingin melanjutkan aktivitas kemarin mengoles oli pada kayu atab rumah yang akan di pasang. Tapi tidak jadi karena ingin membawa sepeda motor kembali ke bengkel, sepeda motorku telah di perbaiki kemarin namun rem belakang tidak fungsi sama sekali padahal tukang bengkel sudah memperbaikinya dengan benar. Hanya tahan dua hari lalu kembali seperti semula. Aku meninggalkan pekerjaan di rumah termasuk menunda aktivitas yang ingin di lanjut kemarin karena tukang yang bangun rumah juga tidak datang beberapa hari ini ada musibah.
Sakitar jam 10 pagi WIB aku membawa motor ke bengkel. Di bengkel suasana padat dan banyak kendaraan orang lain yang sedang di perbaiki. Pemilik bengkel menunda dulu karena sedang banyak kendaraan yang di bongkar, aku akan membawa kembali hari selasa katanya. Tak lama setelah itu aku pergi ke sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Dewantara untuk menjemput Afzhal pulang sekolah, jam pulang katanya pukul 13:10 siang, aku bergerak ke sana 10 menit sebelum jam pulang tiba.
Suasana di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Dewantara saat menjemput Afzhal pulang sekolah
Setibanya di sekolah aku masuk melewati pagar sekolah dan menunggu anak sekolah keluar di bawah pohon rindang. Tak lama aku menunggu, hanya beberapa menit lalu lonceng pulang sekolah di bunyikan tapi aku masih menunggu Afzhal yang masih tidak terlihat hingga 5 menit kemudian baru terlihat menuju ke arah saya.
Setibanya di rumah aku menunaikan sholat dzuhur dulu sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. Usai sholat aku sempat bermain handphone sebentar, lalu aku membuka kampor di dapur melepaskan selang gas setelah menutupnya. Kompor ini sudah di bawa ke tempat perbaikan kemarin, awalnya kedua kompor tidak bisa nyala lagi, setelah selesai di perbaiki dan membawa pulang ke rumah ternyata masih ada juga satu lagi yang belum bisa nyala. Aku membongkar lagi keduanya, salah kompor akan di bawa ke tempat perbaikan lagi sedangkan satu lagi tetap di rumah. Tapi tetap tidak bisa di nyalakan dulu karena selang gas satu jalur dan bisa di tutup satu satu kecuali pada dasarnya.
Memperbaiki kompor di dapur
![]() | ![]() |
|---|
Melepaskan kompor tidak memakan waktu lama, tapi aku tetap harus stay di rumah menunggu ibu membawa pulang kompor tersebut dari tempat perbaiki. Aku memasang kemabli setelah ibu membawa pulang, karena kompor langsung di gunakan untuk memasak.
Sekitar pukul 14:10 aku mandi lagi karena tubuh sudah berkeringat dan tidak nyaman. Aku juga ingin keluar sejenak dengan teman yang sudah berjanji tadi siang. Suasana masih saja panas hingga hingga dalam perjalanan menuju ke tempat rekan-rekan nongkrong.
Suasana sore ini di kawasan Dewantara
Sebelum matahari tengelam aku sudah duluan pulang dari teman-teman yang lain di cafe, karena perjalanan pulang sedikit jauh dan memakan waktu. Aku meninggalkan kota dan menuju ke rumah langsung. Saat magrib aku baru tiba di rumah.
Pada malam hari niatku hanya berdiam di rumah karena sedikit kecapean usai menjalani seharian aktivitas tadi siang. Tapi sebelum larut malam aku sempat keluar juga walaupun hanya untuk membeli makanan. Aku menuju ke kedai Krueng Geukuh dan singgah di sebuah tempat penjual roti John, aku membeli satu bungkus roti john komplit dengan harga Rp25000. Usai roti di bungkus aku memberikan uang dan membawa pulang ke rumah menikmati bersama keluarga.
Sekian cerita hari ini, terimakasih..
Salam @cymolan



Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.