Perjalanan ke kampung halaman setelah banjir

in Steem SEAlast month

1000120389.jpgDalam Perjalanan

Keberangkatan pagi ini adalah rencana yang telah kami susun sejak tadi malam. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu saya ingin pulang ke kampung halaman untuk menjenguk keluarga dan kondisi di sana yang sudah terjadinya banjir bandang dan katanya lumayan parah di sebuah Kecamatan Tempat tinggal saya dahulu.

Hari-hari pun berlalu hingga pagi ini adalah kesempatan yang tepat untuk saya berangkat dan kondisi jalan menuju ke sana juga sudah sedikit membaik setelah kabar beberapa hari yang lalu tidak bisa dilewati kendaraan karena banjir dan banyak kerusakan yang terjadi di jalan. Sekitar 2 minggu lalu sebelum terjadinya banjir bandang saya sendiri sempat memesan sebuah baju hujan, berpikir bahwa baju hujan tersebut tidak akan sampai karena banyak akses lintas Sumatera yang terputus.

1000120390.jpgPaket pesanan saya tiba dirumah

Secara tiba-tiba saat perjalanan saya dengan teman saya menuju ke Kecamatan langkahan handphone saya berdering telepon diterima dari adik saya sendiri, katanya paket milik saya tiba. Saya pun seketika teringat kembali ternyata itu adalah paket maju hujan yang telah saya pesan sudah lama. Perjalanan saya pagi itu sudah melewati setengah jalan dan tak mungkin kami kembali hanya untuk mengambil paket yang telah tiba tersebut. Jadi saya langsung menghubungi kurir tersebut dan minta untuk transfer saja sedangkan paket di foto dan Dikirim kepada saya pada saat memberi kepada adik saya di rumah.

Dalam perjalanan pulang tersebut saya juga bersinggah di sebuah minimarket dengan teman saya. Di situ saya belanja berupa roti-roti dan peralatan mandi serta minuman yang saya nikmati dalam perjalanan pulang. Belanja saya kali ini adalah untuk jaga-jaga dari kesulitan makanan di sana karena saat itu saya belum benar-benar tahu bagaimana kondisi di kampung halaman. Minimarket yang kami singgahi adalah sebuah minimarket yang berada di Lhoksukon.

1000120395.jpgMenunaikan sholat dhuhur di Masjid Raya Pase Panton Labu

Tidak hanya itu kami juga sempat bersinggah di sebuah SPBU untuk menambahkan bahan bakar hingga penuh ke dalam tangki sepeda motor. Karena di pedalaman di sana tentunya sangat sulit untuk mencari bahan bakar apalagi dengan kondisi yang saat ini baru saja terjadi bencana banjir. Saat kami sudah tiba di Panton Labu, aku teringat untuk membeli Aqua gelas 1 kardus Jadi kami langsung bersinggah di sebuah grosir dan membeli satu kardus Aqua gelas lalu barulah melanjutkan perjalanan pulang menuju Desa Leubok Mane Kecamatan Langkahan.

1000120396.jpgKondisi dalam kamar rumah saya setelah banjir

1000120397.jpgKondisi dalam rumah saya setelah banjir

Sesampainya di rumah aku bertemu ayah dan melihat kondisi rumah Alhamdulillah baik-baik saja meskipun di dalam rumah juga ada lumpur sekitar satu jengkal tangan yang belum semuanya dibersihkan. Aku mendengar cerita kejadian banjir dan sebelum kejadian banjir yang diceritakan oleh ibu sendiri. Rumah kami di sana selamat tetapi banyak juga rumah-rumah warga lainnya yang dibawa banjir khususnya rumah-rumah yang terbuat dari kayu.

Saya juga berkunjung ke rumah tetangga dan juga mendengar cerita saat kejadian banjir di mana air tiba-tiba datang dari arah selatan sekitar pukul 12.00 malam dan banyak masyarakat yang tidak syok saat itu.

Ketika suasana menjelang sore saya dan teman saya juga di sana ada abang saya yang sudah pulang duluan sekitar 2 hari yang lalu. Nah Kami bertiga menempuh perjalanan ke ujung Kecamatan langkahan untuk melihat kondisi perkampungan di sana yang katanya benar-benar sangat parah dibandingkan di sekitaran desa Leubok Mane. Setiap perjalanan roda kendaraan melaju dengan lambat karena kami tidak bisa mengendarai cepat jalannya tidak mulus tetapi bebatuan dan banyak pikiran yang terbawa air banjir sehingga di beberapa lokasi jalannya sempit dan perlu lebih hati-hati dalam berkendara.

1000120398.jpgJalan Langkahan Leubok Mane

Setiap kampung yang kami lewati kami menyaksikan langsung betapa dahsyatnya banjir bandang yang menimpa masyarakat kali ini di mana rumah-rumah hampir semuanya rata dibawa banjir baik yang rumah kayu ataupun yang rumah terbuat dari beton. Jalan yang kami lintasi adalah Jalan Irigasi, di dalam irigasi tersebut juga terdapat banyak mobil yang hanya dibawa banjir dan juga ada kendaraan-kendaraan roda dua. Keadaan tidak baik-baik saja, dan bukan satu kampung yang kami saksikan tetapi hampir semua kampung yang ada di langkahan tersebut mengalami kerusakan yang parah.

1000120399.jpgSuasana di Bendungan Langkahan

1000120402.jpgKayu Gelondongan

1000120403.jpgFoto saya saat di Bendungan Langkahan

Akhirnya perjalanan kami tiba di Bendungan langkahan, di jembatan itu kami beristirahat dan menyaksikan pemandangan yang tidak indah, kayu gelondongan tersangkut di dalam Sungai cukup banyak, Tapi itu bukan kayu yang dibawa arus melainkan bekas potongan-potongan tangan manusia yang serakah.

Sebenarnya masih ada kampung yang lebih parah namun jalan menuju ke sana sangat sulit diakses sehingga kami tidak melanjutkan lagi perjalanan ke depan dan Saya dengar di sana juga lebih banyak lagi kayu gelondongan yang dibawa arus banjir bandang yang merusak rumah-rumah masyarakat hingga rata.

Sebelum maghrib kami sudah pulang kembali ke rumah ayah saya yang berada di desa Leubok Mane. Malam ini kami menikmati makan malam di rumah Ayah saya. Abang saya nginap di rumah ayah. Tapi aku dan temanku tidak bisa menginap di sini karena tidak membawa pakaian ganti dan kami juga banyak aktivitas lain yang harus dikerjakan besok sehingga saya dan teman saya Kami pulang pada malam hari sekitar pukul 21.00 malam WIB.

1000120425.jpgPerjalanan pulang ke Krueng Geukuh

Dalam perjalanan pulang di malam itu aku menyaksikan kegelapan hampir lebih dari empat kecamatan yang ada di Aceh Utara dan khususnya yaitu di kecamatan langkahan, Kecamatan Jambo aye dan setelah melewati kota panton labu. Di Jalan Lintas Sumatera hanya terisi dengan cahaya-cahaya kendaraan sedangkan tokoh-tokoh masyarakat semuanya gelap.

Demikianlah tulisan yang dapat saya bagikan dalam cerita hari ini. Terima kasih kepada semuanya yang sudah bersinggah di postingan saya.

Salam @cymolan

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.