ASSALAMUALAIKUM
Hallo sahabat steemian semua.
Hari ini adalah hari kedua dalam sepekan, hari anak-anak sibuk dengan sekolah, orang dewasa mencari rejeki, dan berbagai aktivitas penduduk bumi lainnya. Membahas tentang mencari rejeki, hari ini suamiku harus berangkat ke Takengon untuk bekerja. Agenda raker Kemenag Nagan Raya tahun ini akan diselenggarakan di negeri awan tersebut.
Pagi hari, setelah selesai mengurus anak-anak dan mengantar anak perempuanku ke sekolah, aku mulai dengan koper suamiku. Pagi ini harus packing barang dan pakaian suamiku yang rencananya akan berangkat nanti siang. Kalau dari Nagan Raya, ada jalan pintas menuju ke Takengon, yaitu jalur pegunungan.
Selesai memilih dan mengumpulkan barang-barang yang diperlukan suamiku, jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang saat suamiku sudah pulang dari kantor. Katanya tidak lama lagi akan dijemput oleh salah seorang rekan kerja yang juga akan ikut berangkat ke sana. Jadi kami siap-siap mengeluarkan barang dan koper ke teras rumah agar tidak membuat mereka menunggu lama nanti.

Suamiku menunggu jemputan
Pukul setengah dua belas lewat mobil bapak Daud sudah sampai menjemput suamiku. Melihat Abi nya membawa koper, anakku yang kecil berpikir bahwa kami akan berangkat pulang ke Banda Aceh. Jadi dia merengek minta ikut. Jadilah suamiku harus membawa dia naik mobil, dan aku mengikuti dari belakang dengan motor. Kemudian mereka menurunkan anakku di swalayan di daerah Simpang Peut sambil singgah membeli air mineral.
Anakku yang kecil ini memang tadi di rumah merengek minta ikut, tapi dia ini tipikal anak yang mudah untuk dirayu. Jadi suamiku membawa dia ke swalayan untuk disogok dengan jajanan. 😄
Tanpa harus melalui drama panjang, dia langsung luluh dan mau menuruti Abi nya.

Si paling bisa di sogok 😂
Setelah selesai membeli makanan yang dia suka, tak lupa pula dia membeli untuk kakaknya, kami langsung pulang. Takut nanti anak kecil ini berubah pikiran dan malah minta ikut lagi. 😄
Tetapi dia minta pergi ke rumah salah seorang temanku yang punya anak laki-laki seumuran dengannya, namanya Davi.
Aku pun melajukan motorku menuju ke Blang Teungoh. Sesampai di depan rumah temanku, suasana di sana sangat sepi. Kami hanya memanggil satu kali saja, takutnya mereka sudah tidur siang. Setelah satu kali panggilan tidak ada jawaban, kami langsung pulang saja.
Di tengah perjalanan pulang, aku teringat akan rencana membeli celana panjang untuk anakku Harun. Akhirnya kami singgah di toko baju anak-anak yang juga di daerah Blang Teungoh, tidak jauh dari rumah temanku. Di sini aku membeli dua lembar celana jeans panjang, dan satu set celana dalam untuk anakku.


Saat aku memilih-milih pakaian, Harun asik bermain di toko baju
Suasana toko baju dan toko textile dimana-mana sudah mulai ramai jelang ramadhan. Setelah selesai membayar belanjaanku, kami pun langsung pulang ke rumah. Sesampai di rumah anakku hanya bermain sepeda di teras rumah dan aku duduk di bangku depan menemani dia bermain.

Tidak puas bermain di toko baju, dia lanjut lagi main sepeda di rumah
Sore harinya hujan turun begitu deras. Aku dan anak-anak tidur siang sampai sore. Setelah shalat ashar, aku memakai mantel dan meninggalkan anak-anak di rumah karena diluar hujan deras. Sore ini aku akan ke rumah salah seorang teman untuk mengambil paket yang dititipkan oleh ibuku ketika kemarin mereka pulang ke Banda Aceh.

Salah satu isi paketnya adalah jilbab anak gadisku
Sesudah mengambil paket ke rumah teman, aku pergi ke Simpang Peut untuk membeli cemilan sore untuk anak-anak. Kali ini anak-anakku request minta dibelikan pentol goreng. Saat aku datang, penjual pentol masih sepi pengunjung, bersyukur aku tidak harus antri. Tetapi sesaat kemudian pembeli-pembeli yang lain pun mulai berdatangan dan sudah antri sampai 5 orang.
Begitu aku sampai rumah, anak-anak langsung membukakan pintu depan karena melihat ibunya memakai mantel yang basah meneteskan air hujan. Mereka tampak girang karena ibunya membawa pulang cemilan. Langsung saja mereka mengambil bawaan yang ada di motor.
Saat santai makan bersama anak-anak, aku mengambil hp ku dan memeriksa pesan dari suamiku. Katanya mereka belum sampai Takengon, tetapi sudah melewati jalanan menanjak. Mungkin baru sampai sekitar satu jam lagi. Jarak Nagan Raya ke Takengon mungkin sekitar 5 jam perjalanan. Kalau hujan seperti tadi, mungkin akan memakan waktu yang relatif lebih lama.
Malam harinya kami mengaji seperti biasa. Malam ini hanya ada 3 orang termasuk anak perempuanku yang mengaji, sedangkan 2 lainnya tidak hadir. Katanya mereka ada acara keluarga. Walaupun suasana malam ini sepi, tapi Alhamdulillah anak-anak mengajinya sudah sangat bagus dan lancar. Semoga selalu istiqamah menuntut ilmu agama anak-anak santriku.

Anak-anak sedang berlatih menulis ayat Al Qur'an dan Iqra
Sekian dulu ceritaku hari ini, terima kasih sebanyak-banyaknya untuk teman-teman yang sudah bersedia membaca postingan ku ini, juga terima kasih sebanyak-banyaknya untuk senior-senior steemian yang sudah bersedia memberikan saran dan bimbingan untukku.
Salam,
@desisusanti
About me
Team Newcomer- Curation Guidelines For February 2024 Curated by - <@goodybest>
Note: Try and engage meaningfully with fellow users, comment and upvote on their post, as this will help you to have good Voting CSI
Join Newcomers' community group 👇
https://discord.com/invite/zPUbmKeV