The Diary Game - 16 Januari 2026 : Home Is Not a Place, It’s a Feeling
Hari ini, termasuk hari yang menyenangkan bagi saya, karena bisa kembali ke rumah dan bisa berkumpul bersama keluarga. Sebelumnya, saya tidak memberitahu kepada keluarga bahwasanya saya akan pulang, sehingga mereka tidak menyangka dan terkesan "Surprise" yang menyenangkan bagi saya dan keluarga. Sekitar pukul 4 (empat) pagi saya tiba di Banda Aceh, pintu pagar rumah telah terkunci.
Saya mendengar suara dari dalam rumah, sepertinya adik perempuan saya telah bangun. Saya berinisiasi untuk menelponnya agar membukakan pintu, begitu tekejut dia ketika melihat telpon masuk yang sekaligus memberikan kabar bahwasanya saya berada di depan rumah, dia langsung sigap membukakan pintu pagar dan menyambut saya dengan riang.
Tidak lama setelah tiba di rumah, saya keluar ke Darussalam untuk membeli makanan untuk asupan sahur, mendengar kabar dari adik saya bahwasanya ibu saya akan sahur sesaat lagi saya pun membelikan asupan sahur untuk ibu sekaligus untuk adik yang katanya berpuasa juga. Setelah membeli nasi, saya tidak langsung pulang, saya singgah sejenak di kawasan tungkop duduk nge-teh sejenak bersama teman dekat rumah, kebetulan dia tau saya pulang karena saat akan membeli nasi maka dari itu dia mengajak saya untuk nongkrong sejenak karena sudah lama tidak bersua bersama.
Setelah nongkrong bersama teman, sekitar pukul setengah 5 (lima) pagi saya pun bergegas pulang. Setiba di rumah "Surprise" pun terjadi, adik saya mengetuk pintu kamar ibu untuk membangunkan sahur, setelah pintu kamar dibuka ibu kaget melihat sosok anak laki-laki gantengnya telah pulang, pancaran bahagia begitu terlihat di wajah ibu, saya pun salim, mencium tangan dan kening ibu. kamipun duduk dan makan sahur bersama-sama sembari bercerita hangat. Ibu masih tidak menyangka saya pulang dan bisa makan sahur bersama seperti ini, berulang kali ibu mengucapkan rasa senangnya.
Azan subuh berkumandang, kami pun mengakhiri pembicaraan dan saya bergegas menuju ke Masjid untuk menunaikan sholat berjama'ah. Setelah pulang dari Masjid, karena tidur yang masih belum cukup, saya beristirahat sejenak sembari merebahkan badan hingga akhirnya tertidur pulas.
Setelah bangun dari tidur, saya pun membersihkan diri dan kemudian bersiap-siap untuk menunaikan sholat jum'at. Setelah sholat jum'at tidak langsung pulang, saya berjumpa dengan seorang sahabat yang telah lama tidak saya jumpai, beliau baru saja kembali dari Yogyakarta setelah menempuh pendidikan lanjutan disana. Kami pun berbincang-bincang bersama hampir 2 (dua) jam lebih, sangking lamanya tidak berjumpa 2(dua) jam pembicaraan itu terasa begitu singkat. Setelah itu, saya pun kembali ke rumah.
Singkat cerita, azan magrib berkumandang dan waktu berbuka pun tiba, saya bersama ibu dan adik-adik berbuka puasa bersama-sama. Suasana rumah tampak ramai dengan datangnya abang laki-laki bersama keluarganya (istri dan 2 anak-anak imutnya) membuat suasana semakin menyenangkan. Sehabis berbuka dan sholat magrib serta isya, kami menuju ke suatu tempat kuliner yang begitu "hype" di sudut Kota Banda Aceh yaitu "Mie Eungkot Suree RZ Kupi Lampulo".
Kami pun tiba disana, dan mulai memesan menu favorit disana yaitu Mie Suree. dan tak lupa kami memesan minuman favorit disana yaitu es timun serut behh sungguh perpaduan yang begitu syahdu. Makanan dan minuman pun tiba, kami mulai menyantap bersama-sama sembari sesekali bercerita satu sama lain.

Potret Foto Bersama My Family Saat Makan Mie Sure
Karena malam telah larut, kami pun kembali ke rumah. Di perjalanan pulang, saya dan ibu membeli durian yang dijual di dekat bundaran simpang mesra, saya pun menuruti permintaan ibu yang sebelumnya begitu ingin mencicipi durian. Setelah duduk dan mencicipi durian bersama di pinggir jalan, kami pun pulang ke rumah.

Potret saat ibu memilih durian
Hari ini, perasaan senang yang begitu terasa, rasa syukur dan bahagia juga menyertai karena bisa berkumpul bersama keluarga. Love you all from "Aneuk Teungoh"

