Thediarygame, Kamis, 13 November 2025 || Merayakan ulang tahunku bersama keluarga

in Steem SEA3 months ago

1001490411.jpg

Hallo teman-teman steemianku. Apa kabarnya. Semoga sehat selalu. Masih semangat dalam menulis cerita? Masih dong. Ayo tebarkan informasi menarik dan bermanfaat. Jangan ragu- ragu. Tulislah dari hati maka yang membaca terpesona jiwanya. Ini tulisanku, namun kisah ulang tahunku yang telah berlalu. Tapi masih perlu dituliskan. Sayang jika liar berputar-putar di angkasa. Selamat membaca ya kawan. Begini kisah dibuka;

Ulang tahunku pada tahun 2025 menjadi spesial. Mengapa? Karena atas ijin Allah, Aku saat ijin ke Medan maka bisa merayakan ulang tahun ke - 54, tepatnya, 21 Oktober 2025. Bersama keluarga tercinta. Selama ini kami jika merayakan ulang tahun sederhana saja. Tidak bermewah ria, seperti ada yang merayakan ulang tahun layaknya pesta perkawinan. Nah, itu mungkin fulusnya berlebih. Mungkin dollarnya tak berseri. Semua itu tergantung pribadi, pastinya, satu dan lainnya berbeda. Sekali lagi, kami merayakan hari lahir, hanya bersama keluarga sembari memetik hikmah kehidupan dengan bertambahnya usia.

Untuk merayakannya, pastilah kue tar hadir diantara kami. Rencana siang hari (Rabu, 20/10/2025) usai salat dhuhur Aku bersama istri pergi ke kota membeli kue bahagia. Sekitar pukul 13.30 WIB, kami meninggalkan rumah. Sasaran yang dituju adalah toko kue, Clover Bakeshoppe, tepatnya di jl. Gunung Krakatau no. 87, Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara. Jarak tempuh dari rumahku kurang lebih 15 menit. Bisa lebih dari itu, jika kondisi dijalanan terjebak macet.

1001490425.jpg

Toko Clover Bakeshoppe

1001490420.jpg

Kue Ulang Tahunku

1001577250.jpg

Berada didalam toko Kue

Tak lama berselang, Aku telah tiba di toko kue. Parkiran yang sempit membuat agak sulit untuk parkir mobil. Untuk parkiran mobil hanya beberapa saja dan sisanya disamping toko. Itu pun hanya dua atau tiga mobil. Aku dan istri sudah masuk kedalam toko. Menuju ke lemari besi yang bertutupkan kaca bening. Dari luar kami melihat dan saling melempar saran pendapat untuk kue yang akan dipilih. Kue yang akan dibungkus. Setelah sepakat maka kue yang bertaburkan coklat dikeluarkan dari lemari. Nah, sebelum dibungkus maka terlebih dahulu bergaya dengan memegang kue..Kue tersebut harganya Rp 250.000,-

1001577276.jpg

Beraneka warna kue di toko

Toko Clover Bakeshoppe menjadi salah satu tempat favorit warga membeli kue. Kita bisa melihat banyak aneka pilihan kue. Tidak hanya kue tar, ada juga kue-kue kering yang enak rasa dengan banyak modelnya. Harganya berfariasi mulai dan terjangkau sekitar Rp 9.000, - dan juga ada yang Rp. 11.000,-. Ramai juga warga yang mampir untuk membeli kue. Setelah kue tar pilihanku dibayar pada kasir selanjutnya kami akan menuju Pajak (pasar) Petisah.

Ada pesan dari para anak-anakku yang disampaikan kepada ibunya (istriku) untuk memberikan kado ulang tahun. Padahal Aku tak pernah mengharapkan hadiah. Anak-anak telah berembuk dan akan membeli baju koko (salat). Aku sudah mengarahkan perjalanan menuju Pajak Petisah. Jalan Krakatau menuju jalan Adam Malik, hingga tiba di jalan Gatot Subroto (Gatsu). Dari jalan Gatsu arah belok kekiri pengkolan kedua. Tiba dipasar dan parkirkan mobil dengan baik.

1001577290.jpg

Membeli baju Koko hadiah ulang tahun

Aku dan istri telah masuk kedalam Pajak Petisah. Sempat kami nyangkut sesaat untuk membeli bedak dan lipstik istriku. Kemudian lanjutkan mengitari toko-toko pakaian yang ada. Sebenarnya kaki lelah juga. Maklum sudah senja, 54 tahun lho. Alhamdulilah, akhirnya tiba disalah satu toko favorit sang istri. Toko langganan tempat membeli baju koko. Beberapa model ditawarkan dan akhirnya ada model lengan panjang yang bisa dipakai buat ceramah dan pergi undangan perkawinan. Dua fungsi sekaligus baju yang akan dibeli. Harga satu baju sekitar Rp 160.000,-. Karena dua pasang maka totalnya Rp. 320.000,- . Begitulah salah satu kejutan yang ditampilkan oleh anak-anak kepada diriku.

Selesai dari Pajak Petisah, Medan, kami lanjutkan perjalanan pulang. Cuaca hari itu agak sejuk. Hujan rintik-rintik dengan setia mendampingi kami pada hari itu. Semenjak dari beli kue tar hingga belanja pakaian, hujan masih belum total berhenti. Masih terasa butiran air yang turun singgah di kepala dan membasahi tubuh. Kami sudah sore hari pulangnya. Akibatnya bermain dengan kemacetan panjang. Bersamaan jam orang pulang kantor. Berjalan pelan, merapat pasti. Kuatkan hati. Tahankan rasa kantuk yang memerjang. Sebelum waktu maghrib kami tiba dirumah tercinta. Rumah yang telah 22 tahun kami huni. Dengan segala warna kehidupan yang dijalani. Rumah yang menjadi saksi dalam perjalanan hidup kami.

Waktu berjalan. Anak-anak belum semuanya berada dirumah. Ada yang dalam perjalanan pulang kerja dan juga kuliah. Kerjanya agak jauh dari rumah. Kuliahnya masih ada kegiatan ekstra kampus sebagai pengabdian menempa diri. Aku karena kelelahan hampir seharian keluar rumah, maka agak awal tidurnya. Lelah tubuh tak terbendung. Tiba-tiba Aku dikejutkan dengan datangnya suara ramai. Aku melihat istri dan anak-anak datang kedalam kamar membawa dua kue tar (ultah) dengan lilin yang menyala.

Masyallah Tabarakallah, Aku benar-benar lupa malam ini (dini hari) sudah masuk tanggal 21 dibulan Oktober. Artinya usiaku bertambah lagi. Usia yang ke 54 tahun. Sejatinya usia bertambah sama juga semakin berkurang jatah hidup dibumi Allah. Rasa bahagia bersama kami nikmati malam itu. Nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan? Semoga kita menjadi hamba-hamba yang bersyukur akan nikmat yang Allah berikan.

1001577309.jpg

Dua kue tar ulang tahun

1001577308.jpg

Menikmati bahagia di hari ulang tahun

Lilin Aku matikan dengan kedua tanganku. Tak aku tiup. Dua kue tar enak terletak didepan mata. Rupanya, anak-anak kuatir tak ada kue tar, maka mereka sepakat untuk menjaga-jaga dengan inisiatif membeli kue juga. Mereka tak bercakap-cakap awalnya. Menyimpan niat sedalam samudera. Luar biasa kebersamaan dan kecintaan kepada orang tua yang mereka bina dan tumbuhkan. Aku memotong kue dan memberikan kepada istri dan keempat anak-anakku. Kemudian sang istri dan anak-anak bertukar alih dengan menyuapi diriku. Kue tarnya enak dan sedap sekali. Pada cerita ini hanya foto sang istri saja yang ditampilkan karena para anak-anakku tak berkenan foto mereka beredar kedunia literasi media sosial dan media lainnya. Malam itu sekalian juga baju koko hadiah ulang tahunku dari anak-anak diberikan.

Malam itu keluarga kami tenggelam dalam rasa haru bercampur bahagia. Tahun lalu (2024), Aku ultah sendiri di Tanjungpinang. Tanpa kue dan hadiah. Tahun ini (2025), bisa merayakan bersama keluarga. Terima kasih ya Allah atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Terima kasih juga tak lupa Aku sampaikan kepada istri dan keempat anak-anakku atas empati dan kasih sayang yang diberikan. "Semoga keberkahan umur, sehat dan bahagia, bertambah kuat dalam ibadah serta keluasan rezeki mengalir kepada kita semua," doak yang bersama-sama kami panjatkan.

Happy birthday my father. I love you

Salam bahagia dari Negeri Segantang Lada@hoesniy

Sort:  
 3 months ago 

Greetings a happy Birthday to your Father Sis, My Warm Greetings and Wish to have long life, more birthday's to come and more candles to blow. Enjoy the day. ☺️

 3 months ago 

Thanks you for attention. I hope you are always happy

 3 months ago 

Youre welcome. ☺️

 3 months ago 

WhatsApp Image 2025-11-02 at 13.11.52.jpeg