Thediarygame, Selasa, 25 Nopember 2025 || Semarak Pembukaan Kepri Internasional Art and Culture 2025 di Tanjungpinang
Hello rekan-rekanku stemian. Apa kabarnya. Semoga baik selalu. Ayo sebelum membaca tulisanku, kita berdo'a terlebih dahulu kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumut dan Padang yang mendapatkan musibah. Semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima ujian hidup. Nah, setelah itu mari ikuti kisah menarikku yang sayang jika dilewatkan. Begini kisah dimulai;
Rundown Kegiatan Kepri International Art and Culture 2025
Banner besar kegiatan penampilan seni
Sore itu (22/11/2025), tak seperti biasanya menyempatkan diri berolahraga di wilayah Taman Gurindam XII yang terletak di tepi laut Kota Tanjungpinang. Memang Aku tak berlari seperti anak muda yang serius menguras tenaga dan berjatuhan keringan. Aku hanya melepaskan penat. Sekali waktu berlari kecil dan banyak jalannya. Di lokasi mataku memandang sebuah baleho besar dengan banyak tulisan penuh warna warni. Aku mencoba mendekat agar lebih jelas informasi yang terpampang. Decak kagum hadir didalam diriku, rupanya akan dilaksanakan kegiatan besar di Kota Tanjungpinang, Kota Melayu, Kota Gurindam XII, Negeri Segantang Lada. Kegiatan akbar tersebut berjudul Kepri International Art and Culture 2025. Rundown acaranya sangat jelas mulai tanggal 25 - 29 Nopember 2025. Terpetik didalam hati bahwa Aku harus hadir pada acara pembukaan. Apalagi akan tampil Grub Band Wali yang tersohor itu.
Waktu pun berlalu. Tibalah pada hari yang ditunggu. Pembukaan kegiatan acara dilaksanakan pada malam hari, pukul 20.00 WIB. Wow, pastilah semarak dan meriah kegiatannya. Aku yakin demikian karena saat melihat rundown kegiatan, penampilan seni, tarian, musik baik Melayu dan religius akan mampu menghibur dan menimbulkan decak kagum masyarakat Tanjungpinang. Apalagi kegiatan ini bertaraf internasional. Hiburan dipenghujung bulan Nopember dan sedikit lagi mengakhiri tahun 2025.
Aku berangkat kelokasi usai salat isya. Jangan karena seni dan atau pertunjukan, salat menjadi akhir pelaksanaan diwkatu malam. Dari rumah Aku telah meluncur. Semakin dekat lokasi aroma keramaian harum tercium. Lokasinya di area Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau. Aku parkirkan kendaraan dibagian belakang gedung. Tak jauh berjalan kaki menuju area.
Kondisi malam hari di Gedung LAM
Saat Aku tiba dilokasi, suasana penampilan tarian sebagai pemanis kegiatan telah dimulai. Acara pokok belum dimulai. Warga kota Tanjungpinang tampak antusias dan tumpah ruah dilapangan. Ada yang berdiri disamping panggung dan juga agak berjauhan dekat panggung utama para pejabat Forkopimda Kepri. Aku berjalan mengitari lokasi dan tampak ramainya dekat panggung acara. Namun, dibeberapa area dekat tenda Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agak jarang penonton. Fokus pada lokasi hiburan. Aku pun sempatkan melihat para pelajar yang anggota drum band berjajar rapi sedang beraksi memainkan musik sambil berjalan mengitari lokasi menuju tempat tertentu. Mungkin sudah selesai penampilan malam itu. Aku tak sempat lihat penampilan para pelajar.
Setelah berputar-putar Aku mulai masuk kedalam Gedung LAM lantai bawah. Aku tahu, bahwa para musisi dan vokalis grub Band Wali sudah tiba ditempat. Aku harus mencari informasi agar bisa berjumpa. Pastilah dijaga ketat oleh pihak panitia. Pasti ada fans yang akan mencoba berfoto ria. Benar, Aku salah satu orangnya. Setelah bertanya-tanya Aku dapatkan infonya, mereka ada salah satu ruangan. Dengan sigap Aku bergerak dan benar saja bahwa ada yang menjaganya. Bekal penuh percaya diri Aku masuk keruangan tersebut. Alhamdulillah, ada temanku, Bang Gentong, mantan Anggota DPRD Kabupaten Bintan.
Berfoto dengan Habib dan Faank Wali Band
Bersama adek-adek dengan kostum kreasi
Alhamdulillah, Aku dapat berfoto dengan leluasa bersama Vocalis Band Wali, Farhan Zainal Muttaqin alias Faank Wali. Rasa bahagia mengalir deras ditubuh. Selama ini hanya menonton dari media audio visual dan menikmati suara emasnya. Kini tanpa diduga bisa berdampingan. Dan, tentunya juga berjumpa dengan manajernya, bang Habib. Rupanya Apui yang juga pemain sinetron selain gitaris tak hadir. Informasinya yang bersangkutan kurang enak badan. Aku hanya sebentar saja karena mereka akan meeting untuk tampil pada acara puncak. Aku juga sempat berjumpa adek-adek remaja yang menggunakan kostum kreasi indah dan menarik. Ada model gambus dan juga model ratu. Apa ngak berat ya bawanya?. Bisik Aku dalam hati.
Pembukaan festival diawali dengan parade karnaval yang memukau, menampilkan marching band, Gobang, Barongsai, Liong Naga, Sisingaan, Singo Barong, Reog Ponorogo, hingga komunitas sepeda dan motor antik yang turut.Mengusung tema “Spirit of Malay”, Kepri Art & Culture International Festival 2025 akan berlangsung hingga 29 November 2025 dan melibatkan peserta dari berbagai negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.
Pada kesempatan ini dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Kepri Art & Culture International Festival merupakan salah satu event kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau yang sekaligus menjadi wadah pelestarian dan pengenalan budaya Melayu kepada dunia.
“Kepri Art & Culture International Festival ini adalah salah satu event kebanggaan masyarakat Kepri sekaligus menjaga, melestarikan, dan terus memperkenalkan budaya Melayu Kepulauan Riau serta budaya lain yang bersanding harmonis dengan budaya Melayu. Festival ini akan menjadi event tahunan yang terus kita laksanakan ke depan,” ujar Gubernur Ansar. (Sumber : Tribun Batam, 26/11/2025)
Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Forkopimda Provinsi Kepri, terdapat tamu istimewa yaitu Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Bapak Giring Ganesha. Beliau ikut menyampaikan bahwa
"pelestarian budaya memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi kreatif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat." (Sumber : Tribun Batam, 26/11/2025)
Warga menikmati vocalis Wali Band
Nah, kini tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu penampilan grub Band Wali. Saat vocalis Faank muncul, ribuan penonton histeris. Suasana hiruk pikuk dan semarak serta meriah tak terelakkan. Saat Faank melantunkan lagu hit nya, maka makin histeris penonton atau warga serta dengan tiada terkira tubuh-tubuhnya berjingkrak-jingkrak penuh semangat sambil ikut serta bernyanyi.
Memakai kopiah hitam tinggi
Aku ikut juga bernyanyi dengan adek-adek para penari dengan penuh semangat dan bahagia. Bahkan Aku sempat meminjam kopiah hitam tingginya untuk bergaya serta berfoto diapit oleh remaja-remaja keren. Aku juga menyelinap diantara ribuan penonton yang asyik bernyanyi. Seru malam itu. Waw, saat lagu Hit lainnya dinyanyikan yang berjudul Astagfirullahal 'adziem, maka hampir semua penonton ikut bernyanyi. Adapun liriknya sebagai berikut :
Dengarlah hai sobat
Saat kau maksiat
Dan kau bayangkan ajal mendekat
Apa kan kau buat
Kau takkan selamat
Pasti dirimu habis dan tamat
Bukan ku sok taat
Sebelum terlambat
Ayo sama-sama kita taubat
Dunia sesaat
Awas kau tersesat
Ingatlah masih ada akhirat
Astafighrullahal’adzim
Reff:
Ingat mati, ingat sakit
Ingatlah saat kau sulit
Ingat ingat hidup cuman satu kali
Berapa dosa kau buat
Berapa kali maksiat
Ingat ingat sobat ingatlah akhirat
Cepat ucap astafighrullahal’adzim
Pandanglah ke sana
Lihat yang di sana
Mereka yang terbaring di tanah
Bukankah mereka
Pernah hidup juga
Kita pun kan menyusul mereka
Astafighrullahal’adzim
Kegembiraan Pak Wamen dan rombongan
Malam semakin larut. Suasana bahagia belum tuntas. Sang Vokalis, Faank mampu menghibur dan sekalian menghipnotis masyarakat kota Tanjungpinang. Ya, seiring kurang hiburan dan juga bahagia bisa melihat langsung vocalis idolanya. Warga seakan tak rela lagunya dihentikan. Mungkin jika semalam suntuk pun Faank bernyanyi maka warga pun dengan setia menemani. Puncaknya, saat Pak Wakil Menteri Kebudayaan RI plus istri, Pak Gubernur dan Wakil Gubernur plus istri turun kepanggung serta ditemani beberapa tamu Forkopimda dan OPD Kepri, turun bernyanyi, maka semakin memuncak kebahagian malam itu. Seni mampu membangun hati. Seni dapat menyatukan jiwa yang sepi. Seni dapat membuat luka dihati menjadi obat penyembuh yang sakti. Akhirnya, waktulah yang memisahkan sang vocalis dengan penonton setia. Rombongan Faank Wali bubar dan kembali ke Hotel CK Tanjungpinang tempat berlabuh malamnya melepas lelah penuh arti.
Bersama Pak Wamen Kebudayaan RI
Rombongan Pak Wamen, Gubernur dan Wagub Kepri menuju Gedung Dekranasda melihat beberapa hasil karya anak negeri. Mulai dari pakaian Melayu, makanan dan berbagai macam ketrampilan dan buah karya yang keren. Aku mengikuti rombongan menuju ke Gedung dan sekaligus memanfaatkan momen sejenak berfoto dengan Pak Wamen. Ini merupakan misi sejati. Butuh sabar dan strategi untuk.dapat berfoto dengan pejabat negeri.
Tak lama berselang, Aku pulang. Rombongan masih didalam Gedung Dekranasda mencicipi makanan ringan dan seteguk air sakti pelepas dahaga. Aku melihat semuanya pada senyum bahagia. Selamat kepada temanku Kadis Pariwisata Provinsi Kepri, Bang Hasan, S. Sos, atas suksesnya kegiatan malam pembukaan. Sembari melantunkan do'a dan menadahkan tangan ke langit yang penuh bintang, semoga seluruh rangkaian kegiatan Kepri International Art and Culture tahun 2025 sukses dalam ridha dan lindungan dari ilahi Rabbi, Rabbul izzati.***
Salam bahagia dari Negeri Segantang Lada @hoesniy










Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟
This kind of activities like arts and festival helps the place to become well known. Tourists and residents will truly have a great and wonderful time attending the activities. ☺
Thanks you verymach
Youre welcome. ☺