Aku
Percayalah pada perbuatannya, bukan cuma kata-katanya. Menilai seseorang harus melihat hatinya, jangan pernah menilaiku dari cerita orang lain. Aku memperlakukan setiap orang dengan cara yang berbeda, karena orang lain juga memperlakukanku dengan cara berbeda. Percayalah pada perbuatannya, bukan cuma kata-katanya.
Dulu aku gampang percaya sama kata-kata,
“Aku akan bantu.”
“Aku tidak akan meninggalkan kamu.”
“Percayalah, aku beda."

Kedengerannya enak. Tapi pas ditagih, yang datang cuma alasan.
Dari situ aku belajar satu hal, percaya itu bukan ke mulut, tapi ke tangan yang bergerak.
Sekarang kalau ada orang masuk ke hidupku, aku nggak buru-buru buka hati.
Aku diam dulu, lihat. Datengnya pas aku susah atau cuma pas butuh saja. Janji ditepati atau cuma jadi pajangan. Mengarah ke aku apa cuma ngarah ke kepentingannya sendiri.
Aku juga minta tolong satu hal, jangan pernah nilai aku dari cerita orang lain.
Kamu nggak ada di sana. Kamu nggak tau nada suaraku waktu bicara, nggak tau konteksnya, nggak tau apa yang dipotong dan ditambah. Kalau mau kenal aku, kenalilah langsung. Kalau mau benci aku, bencilah karena apa yang aku lakukan ke kamu, bukan karena omongan orang.
Jujur saja, aku bukan orang yang sama ke semua orang. Aku ramah ke yang ramah. Aku jaga jarak ke yang suka main belakang.
Aku bantu yang pernah bantu aku. Aku diam ke yang suka menjatuhkan aku. Kedengarannya keras, tapi itu cara aku jaga hati biar nggak habis terus.
Hidup sudah cukup capek buat pura-pura baik ke semua orang. Jadi sekarang aku pilih sederhana, aku balas orang sesuai cara mereka memperlakukanku. Mungkin dibilang nggak adil. Tapi bagiku ini adil. Karena hubungan itu dua arah. Kalau cuma satu pihak yang ngalah dan ngerti, namanya bukan hubungan. Itu pengorbanan.
Jadi buat kamu yang baca ini,
Lihat perbuatanku. Nilai hatiku.
Kalau cocok, kita jalan bersama.
Kalau nggak, nggak apa-apa. Dunia luas, dan aku sudah capek maksa orang buat tinggal.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
