Alasan Kenapa Overthinking

in Steem SEA2 days ago

IMG_20260125_182237_365.jpg


Kenapa manusia sering mengalami overthinking?

Umur 16 tahun, mikirnya asal bisa masuk kuliah saja sudah cukup.

Umur 25 tahun, merasa dapat kerja saja sudah cukup.

Umur 28 tahun, menganggap asal sudah menikah pasti beres.

Umur 30 tahun, berharap lagi asal anak sudah besar pasti tenang.

Terus berputar seperti itu, sampai akhirnya kita tersadar.

Kita selalu mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, merasa cemas dan lelah karena hasil buruk yang kita bayangkan sendiri.

Tapi kita lupa bahwa seumur hidup kita akan selalu menyelesaikan masalah, dan masalah tidak akan pernah ada habisnya.

Teman-teman, bukan berarti harus jadi cantik dulu, baru bisa jatuh cinta.

Bukan juga harus menunggu sampai menguasai segalanya, baru mulai mencari uang.

Orang yang tahan menderita akan selalu akan selalu punya penderitaan, orang yang rajin bekerja akan selalu punya pekerjaan yang tak ada habisnya.

Terlalu banyak berpikir justru menyakiti diri, lebih baik mundur sejenak untuk melangkah maju.

Jangan terlalu mengatur, lebih sedikit mencampuri urusan, dan lebih sedikit bertindak sembarangan.

Terkadang dengan membiarkan segala sesuatunya mengalir apa adanya, masalah justru selesai dengan sendirinya.

Orang bijak tidak memaksakan diri, mereka bisa melepaskan kecemasan yang tidak berdasar, terbiasa dengan keberadaan masalah, dan tetap bisa menjalani hidup meski masalah masih ada.

Jika kamu sanggup melewati masa-masa sulit, waktu dengan sendirinya akan memberikanmu jalan keluar yang indah.

Terakhir aku ingin sampaikan, kemampuan untuk hidup berdampingan dengan masalah, menjalani hidup di dunia ini, perbanyaklah ketenangan, kurangi beban pikiran.

Perbaiki karakter saat menghadapi masalah, dan jaga hati saat menghadapi orang lain.

Semoga kalian semua bisa lebih santai, tetap teratur, dan segala sesuatunya tetap dalam kendali kalian.

Salam kompak selalu.

By @midiagam