Pendapat Saya Mengenai Karir
Soal karir yang ideal rasanya itu orang ketika bilang karir yang ideal itu semuanya positif gitu. Padahal sebenarnya itu enggak. Karir yang ideal itu adalah dimana teman-teman sukan melakukan teman-teman ahli dalam melakukannya, dan teman-teman juga mengkompensasi apa yang tidak enak, dan karir itu.
Jadi kan ada pekerjaan, setiap pekerjaan itu ada enak, dan enggak enaknya kan. Nah, ketika kemudian kita mencari definisi ideal dari pekerjaan itu, jangan mencari enaknya saja. Tapi yang ditanya ke diri kita adalah, walaupun ini enggak enak, kamu tetap mau melakukan enggak. Dan kalau misalnya mau melakukan sampai sejauh mana, belajar untuk kompensasi apa yang enggak enak jangan dilihat enaknya saja.

Kita hidup di jaman yang ribut sekali dengan kata "ideal". Termasuk soal karir.
Di media sosial, karir ideal digambarkan seperti ini, Gaji besar. Kerja fleksibel. Bos bijak. Tim suportif. Kerjaan ringan. Liburan tiap bulan.
Saking seringnya lihat itu, kita jadi mikir, kalau ada satu saja yang nggak enak, berarti salah pilih karir. Padahal itu jebakan.
Setiap Pekerjaan Punya 2 Sisi Koin, itu adalah realita.
Coba jujur.
Dokter? Dihormati, tapi begadang dan nanggung nyawa orang.
Desainer? Kreatif, tapi dikejar revisi klien jam 12 malam. Guru? Pahalanya besar, tapi gajinya sering nggak sebanding.
Pengusaha? Bebas, tapi tidurnya memikirkan karyawan dan tagihan.
Karyawan? Gaji pasti, tapi waktunya nggak sepenuhnya milik sendiri.
Setiap pekerjaan ada enaknya. Dan ada nggak enaknya. Nggak ada yang 100% enak. Kalau ada, mungkin itu bukan pekerjaan, itu liburan.
Masalahnya kita sering cuma fokus mencari "enaknya". Begitu ketemu "nggak enaknya", kita langsung kabur. Ganti tempat. Ganti bidang.
Ujungnya 5 tahun berlalu, kita masih muter di tempat yang sama cari yang sempurna.
Lalu Seperti Apa Karir Yang Ideal Itu ?
Bagi saya, karir ideal bukan yang tanpa luka.
Karir ideal itu yang lukanya masih mau kamu obati, karena hasilnya sepadan.
Ada 3 hal yang bikin sebuah karir jadi "ideal" menurut versi manusia, bukan versi brosur,
Pertama: Dikelilingi orang yang tepat
Kerja itu lama. 40 jam seminggu. Kalau teman sekantormu ahli, mau belajar, dan suka melakukan, kamu akan ketularan hebat.
Tapi kalau lingkungannya toxic, tukang sikut, nggak ada pertumbuhan, gaji gede pun rasanya penjara. Jadi pilih tempat yang orang-orangnya bikin kamu mau jadi versi terbaik dari dirimu.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
