Sukses Butuh Proses
Aku terbentuk dari situasi yang enggak enak, enggak punya pilihan, bingung, sedih. Aku punya ambisi untuk menulis, aku ingin ngomong, aku buka kamera, agar suaraku bisa didengar banyak orang, bukan semata-mata konten, tapi aku punya niat, aku punya tujuan, aku punya kasih sayang, yang ingin aku bagikan kepada banyak orang.

Orang-orang bilang usiaku masih terlalu muda 24 tahun untuk berbicara spiritual journey. Tapi kenapa enggak, aku sudah mengalami spiritual awakening sejak muda, dan aku merasa aku bisa membagikan ke banyak orang untuk membantu memaknai hidup.
Apa yang aku katakan adalah sesuatu yang aku praktekkan, nilai dan prinsip yang sangat aku pegangi adalah hidup dengan baik. Bagaimana hidup dengan baik adalah ketika kita mampu memperlakukan diri kita sendiri secara baik.
Kita bersosial dengan baik, kita berhubungan dengan orang lain dengan baik, kita menjalin relasi dengan baik, binatang dengan tumbuhan, juga dengan orang lain, dengan semesta raya ini, hiduplah yang baik.
Ini yang ingin sekali saya sampaikan kepada anak-anak muda genzi semua yang ada diluar sana.
Please, hiduplah dengan mimpi enggak peduli kita itu anak siapa, enggak peduli kita berasal dari desa terpencil mana, enggak peduli posisi kita sekarang ada dimana, enggak peduli juga duit kita sekarang berapa, mimpi saja, mimpi itu punya semua orang.
Harapan terbesarku adalah sedikit mengubah dunia disekelilingku , mengajak orang-orang untuk hidup bahagia, suka cita untuk melepaskan semua beban-beban dimasa lalu, dan mulai hidup dengan mimpi.
Melalui ucapanku , melalui tulisanku, aku ingin merangkul semua orang-orang untuk mulai hidup, bersuka cita dengan mimpi.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
