Membangun tata kelola kolaboratif perlu badan multi-pihak—pemerintah, auditor, dan pakar—untuk menetapkan aturan data dan sengketa sesuai UU PDP dan ITE Indonesia
Untuk mengubah ide berbasis blockchain dari konsep teknis semata menjadi alat anti-korupsi praktis di Indonesia, kerangka kerja tata kelola dan regulasi yang kuat sangat penting. Tanpa kerangka kerja tersebut, blockchain hanya akan menjadi perangkat lunak yang mahal, tetapi dengan kerangka kerja tersebut, teknologi ini menjadi mekanisme yang dapat ditegakkan secara hukum untuk akuntabilitas.
Tantangan utama terletak pada ketidaksesuaian antara sistem hukum Indonesia yang secara tradisional terpusat dan sifat desentralisasi blockchain. Ketegangan ini menciptakan beberapa konflik. Muncul pertanyaan seputar kepemilikan data, karena kementerian yang dulunya mengendalikan data mereka sendiri kini harus beroperasi dalam buku besar bersama di mana kepemilikan kurang jelas definisinya. Ketidakpastian hukum juga muncul dalam penyelesaian sengketa, seperti menentukan tanggung jawab ketika kontrak pintar dieksekusi berdasarkan informasi yang curang. Selain itu, desentralisasi dapat mengurangi otoritas "penjaga gerbang" institusional, yang menyebabkan penolakan dari pejabat kecuali jika kerangka kerja tersebut dengan cermat menyeimbangkan penegakan hukum dengan insentif untuk adopsi.
Untuk mengatasi masalah ini, ekosistem kolaboratif dan patuh harus dibangun. Komponen kuncinya adalah pembentukan badan tata kelola multi-pemangku kepentingan untuk mengawasi sistem tersebut. Di Indonesia, idealnya hal ini mencakup regulator pemerintah dari lembaga-lembaga seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Keuangan, dan Bappenas untuk menyelaraskan sistem dengan prioritas nasional. Auditor independen seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan membantu menjaga integritas, sementara akademisi dan perwakilan dari sektor teknologi akan memastikan sistem tetap maju dan selaras dengan kepentingan publik.
Kerangka kerja ini juga harus mendefinisikan peran melalui apa yang dapat digambarkan sebagai "regulasi cerdas," menjembatani, bukan menggantikan, hukum yang ada. Alih-alih berfokus pada kepemilikan data, hal itu akan menekankan tata kelola data, di mana kementerian bertanggung jawab atas keakuratan dan kualitas data yang mereka berikan, sementara badan pemerintahan menjaga keandalan keseluruhan buku besar. Reformasi hukum juga diperlukan, seperti memperbarui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sehingga catatan blockchain dan eksekusi kontrak cerdas secara resmi diakui sebagai bukti yang sah dalam kasus anti-korupsi.
Keselarasan dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Indonesia sama pentingnya, berfungsi sebagai panduan utama untuk pertimbangan privasi. Kerangka kerja tersebut harus secara jelas membedakan antara data yang disimpan di dalam blockchain dan di luar blockchain. Informasi publik, seperti nilai pengadaan dan identitas vendor, dapat dicatat langsung di blockchain, sementara data pribadi yang sensitif, termasuk nomor identifikasi atau tanda tangan, harus disimpan dengan aman di luar blockchain. Hanya referensi kriptografi, seperti hash atau pointer, yang akan muncul di blockchain, dengan ketentuan hukum yang ketat yang mengatur kapan referensi ini dapat digunakan untuk mengakses data pribadi yang mendasarinya selama investigasi.
Pada akhirnya, keberhasilan sistem tersebut bergantung pada kepercayaan publik. Hal ini membutuhkan transparansi tidak hanya dalam transaksi tetapi juga dalam tata kelola itu sendiri. Publikasi risalah badan pengawas dan mengizinkan organisasi masyarakat sipil untuk berpartisipasi sebagai node pengamat dapat memastikan akuntabilitas meluas bahkan kepada mereka yang mengelola sistem tersebut. Dengan menggabungkan kemampuan teknologi dengan reformasi hukum yang sedang berlangsung, Indonesia dapat mengubah inovasi yang kompleks menjadi pertahanan yang tahan lama dan kooperatif terhadap korupsi, memastikan bahwa sistem tersebut tidak hanya efektif secara teknis tetapi juga diterima secara sosial dan kuat secara hukum.
Mpu Gandring ingin memberantas korupsi di Indonesia dengan teknologi blockchain! Anda ingin mendukung?
- Follow akun Mpu.
- Upvote dan resteem postingan Mpu.
- Share di Instagram, Facebook, X/Twitter dll.
- Biar pemerintah mendengar dan menerapkannya.






Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Want to grow faster on Steemit? Try www.pussteem.com – the first platform that lets you use $PUSS tokens to power up your posts. For just $0.50, you can receive $10 worth of upvotes through our curated support system.
➤ Learn more: Unlock the Power of Your Steemit Journey
➤ Step-by-step guide: How to Get Started -Video Tutorial
Join the movement – boost your visibility, earn more, and grow with Pussteem!
:globe_with_meridians: https://pussteem.com
Join with us on Discord: https://discord.gg/g4KWCtFJbk