Saya Kembali dengan Cangkok Pepaya California
Apakabar semuanya
Setelah hampir dua bulan vakum, akhirnya saya kembali ke sini. Ada semacam kejenuhan akut. Karena itu, jeda sejenak menjadi pilihan tepat. Sayangnya, ternyata jeda begitu lama. Itu tak baik juga bagi "kesehatan" pikiran.
Setelah cukup lama absen, saya kini memulai dengan hobi lama; berkebun. Kali ini khusus main cangkok. Yang jadi tanaman cangkok bukan, mangga, bukan pula jambu. Tapi pepaya. Bagi sebagian tetangga, mereka menganggap aksi ini tak lazim.
Karena, mereka menganggap kalau sekadar pepaya tak perlu pakek cangkok segala. Faktanya, mereka memang tidak salah. Sebab, pepaya itu gampang tumbuh. Mudah berbuah. Meski terkadang, buahnya kelas makan burung atau tupai.
Apalagi, mereka tak tahu, pepaya jenis apa yang saya cangkok. Sudah jamak dalam kacamata kita, melihat pepaya, ya pepaya. Tak perlu tahu, jenis apa atau bentuk buahnya bagaimana.
![]() | ![]() | ![]() |
|---|
Memasang ranting kayu ke dalam batang serta setiap dahan dibungkus kemasan untuk menampung kokopit
Nah, karena pepaya ini jenis california, maka saya kembali memperbanyak batangnya. Kenapa mesti dicangkok. Ambil biji dan tanam. Selesai urusan. Nyatanya, tak semudah itu Ferguso. Menanam biji proses lama. Batang juga tinggi. Tapi ini, lain.
Malahan, pepaya yang saya cangkok ini batangnya hasil cangkokan juga. Dia saya tanam dalam pot besar. Umurnya sudah hampir dua tahun. Sepertinya iya. Buahnya, tidak mengecewakan. Selama periode vegetatif, nyaris setiap pekan kami panen.
Jika ditotal, buah yang kami petik dari pohon cangkokan hampir 28 buah. Tidak sekali panen. Panennya bertahap. Usianya tahunan. Rasanya sudah pasti manis. Ya manis, seperti kamu yang baca postingan ini.
Cangkok Tiga
![]() | ![]() |
|---|
Kali ini saya cangkok lagi. Ada tiga batang yang saya pikir sudah cukup layak dicangkok. Sehari sebelumnya, saya sudah siapkan botol minuman kemasan. Saya potong dan memberi lubang. Ada tiga wadah yang saya siapkan.
Lalu, untuk medianya saya pakai kokopit (cocopeat). Untuk membuat lebih subur saya cambur dengan kompos. Setelah batangnya saya sayat, sebuah kayu kecil masuk ke dalam dahannya.
Kemudian saya bungkus dengan botol air mineral. Baru kemudian saya memasukkan campuran kokopit. Setelah padat baru botolnya diikat dengan kencang. Tak terasa tiga batang sudah tercangkok.
Hasilnya kita tunggu saat mulai berakar dan siap dipindah tanamkan. Rencana saya, prosesnya akan tetap saya posting di sini.
Terima kasih sudah membaca postingan saya. Mohon dukungannya









Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.