Singgah Sejenak di Pantai Peudawa

in Steem SEA23 hours ago
Apakabar rekan Steemian

Perjalanan pulang kampung kali ini ada cerita menarik. Tepatnya empat hari lalu. Titik berangkat dari Bangka Rimueng, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Matahari sudah mulai condong pulang ke peraduan. Saat itulah kami berangkat. Tujuan utama Pantai Peudawa.

Butuh waktu tempuh 45 menit lebih jalan darat. Atau sekitaran 32 atau 33 kilometer dari titik kami berangkat. Tiba di kawasan kami sudah mulai hilang titik masuk. Sebagian ragu. Padahal saya ingin ada masjid model lama di pinggir jalan sebelah kanan. Itu kalau dari Aceh Medan ke Banda Aceh.

Lewat jalur itu, kita bisa langsung ke Pantai Peudawa Puntong. Ada hal yang membuat kami ingin datang lagi ke sini. Kolak durian. Meski di tempat lain juga ada, tapi di sini rasanya beda. Karena aroma kolak durian itulah yang membuat kami melimpir ke sini lagi.

20260325_173931.jpg.jpeg
Dua sahabat yang bersua secara tak terduga, akhirnya hanya bisa menutup muka; malu-malu.

Namun, yang terjadi tak seindah kenyataan. Kami masuk lewat jalur lain. Iseng-iseng pakailah google maps. Kabar yang diberikan masih lima kilometer lagi. Karena kadung mengalir di jalan kampung, kami pun langsung tancap gas.

Dari segala pemandangan di luar, sudah jelas, jauh dari ingatan sebelumnya. Karena sasaran sudah jauh, akhirnya, kami pun memilih jalan terus. Apalagi, aroma laut sudah terasa di jalan-jalan sempit kampung Peudawa.

-| Bersua teman sekolah


Akhirnya kamu memilih menyerah. Menyerah mengejar aroma kolak durian. Makanya memilih kawasan terdekat yang terjangkau. Karena hari pun sudah mulai tergelincir. Singgah di sebuah kebun lapang. Tertata rapi. Dua arena khusus parkir ditutupi paranet. "Biar mobil atau motor pengungsung tidak kepanasan," ujar sang pengelola.

Belum lama duduk di pondok, datang seorang pekerja dengan penuh kejutan. Sejurus kemudian, anak sulung saya, Fathie termehek-mehek. Ternyata yang datang menanyakan pesan apa, adalah teman satu asrama di Pesantren Babun Najah, Banda Aceh. Dahlia namanya.

Dia pulang kampung neneknya di Peudawa, Aceh Timur. Sekalian belajar dan membantu orang tuanya berjualan di bibir pantai Peudawa. Keduanya pun malu-malu saat hendak di foto. Lalu, pertemuan tak terduga ini, ramai di grup WhatsApp leting. Ada yang voice note dengan keriuhannya.

Saya tahu, karena si sulung membukanya untuk didengar bersama. hehehe

20260325_173948.jpg.jpeg20260325_174722.jpg.jpeg20260325_174900.jpg.jpeg

Karena keduanya saling jual mahal, akhirnya, pertemuan itu hanya ramai secara online. Dahlia pun harus menyiapkan pesanan kami.

Fathie pun, akhirnya memilih ke bibir pantai bersama, sepupunya Ofa dan dua jagoan kecil, Gazhi dan Gulfam. Sebelum makanan dan minuman datang, mereka pun bermain ayunan di sisi angin pantai yang acap berhembus lembut.

Ketika kondisi begini, kami pun menyesali. Menyesal, karena terlambat datang ke lokasi. Sehingga jatah duduk santai singkat. Beda jika berangkat bakda Zuhur atau minimal jam tiga petang. Cerita akan beda.

Akhirnya, sebelum azan turun, kami pun berangkat pulang. Membawa kejutan, meski cuma sejenak di Pantai Peudawa.


Terima kasih sudah membaca postingan saya. Mohon dukungannya


Regard @Munaa

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Thank you for your valuable efforts! Keep posting high-quality content for a chance to receive more support from our curation team


Curated By @ heriadi

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.32
JST 0.059
BTC 67855.82
ETH 2073.69
USDT 1.00
SBD 0.50