The Diary Game, Rabu 22 Oktober 2025. Hujan Lebat
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Mengawali aktivitas pertama dengan menyebut dan memuji Allah, selesai tadarus saya langsung menuju ke dapur, membantu ummi Aira menyiapkan sarapan pagi, membantu mengeluarkan kain jemuran, langit nampak mendung, di layar HP tertulis hari ini hujan petir dan angin.
jam 8.00 saya sudah berada di kantor, sekitaran jam 9.00 saya keluar bersama dengan Ahmad Kausar untuk sarapan pagi sekalian menuju Ke SPBU untuk mengisi tanki motor butut saya, jam segini biasa tidak antri, berbeda dengan jam pagi tadi saat saya lewat, antrian mengular sampai ke jalan negara.
Saya memesan kopi dengan sedikit gula, membeli sebungkus nasi "prang", cukuplah sebagai pengganjal perut yang kosong.
Di kantor hari ini sepi, bulan ini pernikahan sangat sedikit dibanding dengan bulan sebelumnya., sehingga kami bersantai sejenak menikmati sarapan kami, bercerita sedikit tentang agenda kami ke depan, lebih tepatnya mangatur rencana investasi jangka panjang yang meyakinkan, walaupun pada hakikatnya kita hanya berencana, Hanya Allah lah Sang pemberi.
Jam 12.00 saya pulang dari kantor, singgah ke pasar ikan untuk membeli ikan, di rumah sudah tidak ada stok ikan apapun lagi.
Pilihan saya akhirnya jatuh pada ikan tembung, hanya membeli sedikit saja, juga ikan teri, enak sekali di goreng dan disambal, tetapi harga cabe merah masih di harga sangat mahal, 80 ribu/kg.
Jam 1.45 saya sudah berada di dalam kelas, memulai pengajian siang bersama dengan para calon penerus agama dan bangsa masa depan, siang ini langit seharian mendung, belum ada tanda-tanda hujan akan segera turun.
Satu persatu kelompok mendapat giliran membaca kitab bersama dengan saya, sebagian menyetor hapalan mereka, sebagian menulis hapalan untuk setoran besok.
jam 3.45 kami salat Ashar. kembali melanjutkan pengajian sampai jam menunjukkan pukul 5.00 tepat, suara gemeruh anak-anak membaca selawat menambah semangat belajar kami.
Jam 6.00 kami bersiap-siap menyambut waktu salat magrib, selesai salat angin mulai berhembus kencang, kami tetap melanjutkan pengajian seperti biasa.
jam 8.00 akhirnya hujan deras tumpah ruah membanjiri halaman rumah kami, dari dalam kelas kami hanya duduk manis menyaksikan hujan yang kian deras.
jam 9.20 hujan baru mereda, jam 10.00 akhirnya kami baru tiba di rumah, langsung sikat gigi untuk selanjutnya bersiap siap tidur dengan diringi lantunan indah suara kodok yang saling bercerita tentang wajah demokrasi indonesia.


Hello @steemitcountry ! 👋
Congratulations!! Your post has been upvoted through steemcurator07. We support quality posts and comments throughout the platform. We encourage you to publish creative and quality content.
Curated By: @walictd