Pendidikan di tengah krisis global
Sahabat, admin dan segenap moderator komunitas tercinta. Semoga kita selalu di dalam lindungan-Nya !
Pendidikan selalu menjadi fondasi kemajuan peradaban sebuah bangsa. Namun akhir-akhir ini, dunia pendidikan menghadapi dua tekanan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni krisis kualitas dan tantangan teknologi kecerdasan buatan. Pandemi covid-19 telah mengubah sistem pembelajaran secara drastis dan memaksa dunia berpindah ke ruang digital.
Akan tetapi setelah pandemi usai, masalah baru pun kembali bermunculan seperti, ketimpangan akses, penurunan motivasi belajar, serta ancaman plagiarisme digital.
Dunia Pendidikan saat ini tengah menghadapi krisis global yang serius akibat pandemi, konflik, dan perubahan iklim, yang berdampak pada hampir seluruh anak-anak sekolah di dunia. Kesenjangan akses digital, rendahnya literasi, serta penurunan fokus belajar menjadi tantangan utama. Diperlukan penguatan infrastruktur digital, kurikulum fleksibel, dan dukungan psikososial untuk memastikan keberlangsungan pendidikan.
Berikut adalah beberapa poin utama pendidikan di tengah krisis global:
1. Krisis Pembelajaran Global

Lebih dari 250 juta anak tidak bersekolah, dan banyak siswa gagal mencapai tingkat literasi dasar, bahkan setelah mengikuti pendidikan.
2. Dampak Konflik dan Bencana

Konflik berkepanjangan dan bencana alam, memaksa jutaan anak berhenti sekolah, dengan anak perempuan paling rentan kehilangan akses pendidikan.
3. Ketimpangan Digital

Hanya sebagian kecil sekolah di negara berkembang memiliki akses internet stabil, memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dan latar belakang sosial ekonomi.
4 Penurunan Fokus

Studi menunjukkan durasi fokus pelajar menurun drastis saat ini dibandingkan satu dekade lalu.
5. Pendidikan Karakter

Di tengah arus globalisasi, pendidikan karakter krusial untuk menjaga identitas budaya dan nilai lokal dari pengaruh luar.
Pendidikan di era globalisasi menghadapi tantangan yang kompleks dan multidimensi. Ketimpangan akses, rendahnya relevansi kurikulum, krisis identitas budaya, serta literasi digital yang terbatas adalah sebagian dari persoalan yang harus segera diatasi. Namun, jika dikelola dengan baik, globalisasi juga bisa menjadi peluang besar untuk membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka, inovatif, dan kolaboratif. Diperlukan kerja sama lintas sektor dalam merespons tantangan tersebut, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, keluarga, hingga masyarakat global. Dengan reformasi pendidikan yang visioner dan berakar pada nilai-nilai lokal, kita dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, menghargai keragaman, dan berkontribusi bagi kemanusiaan secara global.
Sahabat sekalian, itulah cuplikan pemaparan ku pada kesempatan hari ini. Saran dan komentar terbaik sangat aku harapkan dari sahabat semua. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam aku persembahkan postingan ini, Wassalam.
| Camera Pictures | Smartphone |
|---|---|
| Models | RMX2180 |
| Android Version | 11 |
| Original picture | @teukuipul87 |
| Picture Editing | Snapseed |
| Location | aceh |
Ucapan terima kasih aku hantarkan kepada seluruh sahabat yang bernaung dalam komunitas tercinta ini, juga kepada seluruh abang dan kakak moderator yang sangat aku banggakan.




Thank you so much brother admin for support
Sep bereh pak guru... Saleum meuturi
Tks.... Daleum meuturi cit