The Diary Game (Jumat, 13 Maret 2026) Memanen Kakao Bersama Anak
سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai sobat steemian semuanya dimanapun anda berada, bagaimana kabar anda hari ini? semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Hari ini saya kembali membagikan aktivitas sehari-hari dalam The Diary Game.
Karena sedang bulan puasa, setelah tadi pada pukul 04:30 makan sahur bersama keluarga dan dilanjutkan dengan menunaikan ibadah sholat subuh, saya tidur sebentar untuk beristirahat memulihkan daya tahan tubuh.
Menjelang siang saya dibangunkan oleh istri untuk segera mandi karena akan pergi ke mesjid melaksanakan rangkaian ibadah sholat Jumat secara berjamaah. Turut saya membangunkan putra saya agar dia lekas mandi dan pergi bersama-sama dengannya ke mesjid. Lagi pula kami telah sepakat bahwa setelah pulang dari mesjid nanti, kami akan pergi ke kebun untuk memanen buah kakao.
Tiba di mesjid saya mengambil wudhuk dan segera masuk ke dalam mesjid untuk melaksakan sholat sunnah mesjid dua rakaat. Tidak lama kemudian rangkain ibadah sholat Jumat dimulai. Bertindak sebagai khatib dan imam sholat pada hari ini adalah Ustad Helmi Imran dari Samalanga Kabupaten Bireun. Beliau menyampaikan khutbah pada hari ini dengan tema yang berkaitan tentang pelaksanaan ibadah puasa. Rangkaian ibadah sholat Jumat berjalan dengan tertib hingga selesai.
Setelah beberapa saat beristirahat karena lelah pulang dari mesjid, saya dan putra saya segera berangkat ke kebun dengan menyiapkan alat kerja berupa karung, parang, rawit dan gunting pemetik buah terlebih dahulu. Kami berencana akan memanen buah kakao dan pinang sekaligus jika memungkinkan.
Ternyata saat tiba di kebun kami tidak bisa melakukan panen pinang karena ketiadaan galah panjang. Biasanya saya meminjam galah bambu panjang di rumah milik tetangga kebun saya. Namun pada hari ini rumah tersebut tampak kosong tidak seorang pun yang ada di dalam. Oleh sebab itu saya mengurungkan niat memanen pinang dan hanya memungut biji pinang yang rontok saja.
Saya dan putra saya memulai memanen buah kakao dengan menyusuri tiap pohon mencari buah kakao yang telah matang. Karena sekarang sedang musim kemarau, tidak semua pohon kakao memiliki buah dan hanya beberapa pohon kakao saja kelihatan ada buahnya yang bisa dipanen. Sekilas dapat dilihat bahwa hasil panen buah kakao pada kali ini lebih banyak dari hasil panen sebelumnya. Sayangnya harga beli biji saat ini sangat murah sekali, turun hampir 75% dari harga beli beberapa bulan yang lalu.
Beberapa buah kakao yang telah matang hampir saja terlewati untuk dipetik, karena warnanya yang kekuningan hampir sama dengan daun kakao yang telah tua. Untung saja penglihatan putra saya masih sangat awas melihat tiap dahan pohon kakao yang dipenuhi oleh daun yang rimbun.
Saya memetik buah kakao yang bisa saya gapai dengan tangan tangan. Sementara buah kakao yang keberadaannya tinggi di pucuk pohon, saya meminta bantuan kepada putra saya untuk memanjat pohon kakao dengan hati-hati supaya tidak menyebabkan dahan patah dan bisa memetik buah kakao yang letaknya tinggi tersebut. Sebelumnya saya telah mengajarkan putra saya bagaimana cara memetik buah kakao yang benar dengan menggunakan gunting pemetik buah.
Setelah memetik semua buah kakao yang telah matang, saya mengumpulkannya dan memasukkannya ke dalam karung supaya mudah dibawa pulang. Proses pengambilan biji kakao akan dilakukan oleh istri saya di rumah pada saat dia memiliki waktu luang nanti malam.
Karena tidak lama lagi akan menjelang waktu berbuka puasa, saya dan putra saya segera pulang ke rumah untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat Asar yang waktunya tinggal sedikit lagi.
Demikian cerita singkat saya dalam tajuk The Diary Game pada edisi kali ini. Terima kasih atas waktunya berkenan membaca tulisan saya ini dan memberi dukungan sebagai penyemangat bagi saya untuk selalu menghadirkan karya-karya yang lebih baik lagi.
Semua foto yang ditampilkan pada postingan ini menggunakan;
| camera Picture | iphone |
|---|---|
| Model | 12 Pro Max |
| iOS | 18.6.2 |
| Original picture | @yuswadinisam |
| Location | Nisam, Aceh, Indonesia |
Salam hormat,
@yuswadinisam














Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you very much @sojib1996 and @steemcurator09 for supporting my post
Thank you very much @memamun and @steemcurator07 for supporting my post
Thank you very much @sergeyk and @booming04 for supporting my post